Pasar Modal Sepekan: IHSG ke Level Tertinggi, Saham CPRO Berjaya

Menguatnya IHSG mendorong saham-saham berkapitalisasi pasar mini menjadi jawara dengan menguasai daftar top gainers saham sepekan ini.

Pandu Gumilar & Hafiyyan

20 Nov 2021 - 12.23
A-
A+
Pasar Modal Sepekan: IHSG ke Level Tertinggi, Saham CPRO Berjaya

Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA - Pasar modal kembali semarak dengan melesatnya indeks harga saham gabungan (IHSG) ke level tertinggi sepanjang masa. Laju indeks acuan itu pun sejalan dengan mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak di zona hijau.

Berdasarkan catatan BEI, perdagangan periode 15-19 November 2021 menunjukan indikator positif. IHSG pada perdagangan Jumat (19/11/2021) berhasil menyentuh level psikologis 6.700 atau tepatnya 6.720,263.

"Secara keseluruhan selama sepekan ini, IHSG meningkat sebesar 1,04 persen dari posisi 6.651,054 pada pekan sebelumnya," papar P.H. Sekretaris Perusahaan BEI Valentina Simon dalam keterangan resmi, Jumat (19/11/2021).

IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi intraday pada 6.720,98 kemarin. Pencapaian tersebut sekaligus membawa IHSG ke rekor tertinggi intraday terbaru. Rekor intraday sebelumnya yakni pada pekan lalu, Kamis (11/11/2021) di level 6.704.

Adapun, rekor penutupan tertinggi IHSG sebelumnya juga dicatatkan pada hari yang sama di level 6.691,34. Rekor tersebut tercapai setelah lebih dari tiga tahun di mana rekor penutupan IHSG sebelumnya dicapai pada 20 Februari 2018 di level 6.693,46.

Head of Market Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, mengatakan pergerakan IHSG pada pekan ini cenderung menguat seiring dengan minimnya katalis negatif di pasar. Ia memaparkan salah satu sentimen positif yang mempengaruhi pergerakan pasar pada pekan ini adalah keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuannya.

Ditambah dengan rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang surplus, sehingga semakin memperkuat reli indeks acuan. “Selain itu, beberapa laporan keuangan emiten pada kuartal III/2021 yang baru dirilis juga masih menjadi katalis bagi pergerakan IHSG,” katanya saat dihubungi pada Jumat (19/11/2021).

 

 

BEI juga mencatat rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) bursa selama sepekan juga meningkat signifikan sebesar 12,67 persen menjadi Rp13,26 triliun dari Rp11,76 triliun pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi harian bursa juga melesat dengan kenaikan sebesar 9,96 persen menjadi 1.367.702 kali transaksi dari 1.243.797 kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Tak ketinggalan, kapitalisasi pasar naik tipis sebesar 0,97 persen menjadi Rp8.245,54 triliun dari Rp8.166,56 triliun pada pekan lalu. Pada pekan ini perubahan hanya terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa sejumlah 1,78 persen menjadi 26,047 miliar saham dari 26,518 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, Investor asing pada Jumat mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp141,22 miliar dan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp38,35 triliun.

Jika ditelisik lebih rinci, saham emiten berkapitalisasi mini justru berjaya pada pekan ini. Bahkan pergerakan saham emiten-emiten itu melampaui pergerakan saham emiten jumbo.

Hal itu tercermin dari dominasi emiten tersebut dalam daftar top gainers saham sepekan perdagangan 15-19 November 2021. Pada urutan pertama, PT Multi Prima Sejahtera Tbk. (LPIN) memimpin pertumbuhan dengan mencetak kenaikan 119 persen. Pada pekan lalu perseroan diperdagangkan pada level Rp525 tetapi minggu ini ditutup pada level Rp1.150.

 

 

Disusul oleh saham PT Central Proteina Prima Tbk. (CPRO) yang tumbuh hingga 80 persen dari posisi Rp70 menjadi Rp126 per saham.  Selain menduduki jajaran atas top gainers, saham CPRO juga unggul dalam jumlah transaksi terbanyak.

Saham CPRO ditransaksikan sebanyak 246.914 kali dalam sepekan 15-19 November 2021, tertinggi di antara saham lainnya. Nilai transaksinya mencapai Rp1,64 triliun, tertinggi ke-6 dalam sepekan.

Lonjakan saham CPRO tak lepas dari pembukuan laba bersih per September 2021. Hal itu terjadi seiring suksesnya restrukturisasi obligasi sehingga perseroan keluar dari catatan rugi.

Presiden Direktur CPRO, Hendri Laiman, sebelumnya menjelaskan pihaknya akan fokus melanjutkan ekspansi yang telah direncanakan pada tahun depan. Salah satu fokus pada pengembangan pasar makanan hewan peliharaan yang dinilai memiliki potensi besar.

Ia menjelaskan, selama lima tahun terakhir, sektor makanan hewan peliharaan telah menunjukkan pertumbuhan diatas 50 persen. Pada tahun ini, perusahaan juga telah mulai memasuki pasar ekspor dengan mengirimkan produk-produk makanan binatang peliharaan ini ke Brunei Darussalam.

“Potensinya memang masih sangat besar, kami targetkan segmen ini bisa naik sekitar 30 persen – 35 persen tahun ini. Ke depannya kami akan coba untuk memasuki semua pasar Asia Tenggara dan negara-negara lain,” katanya dalam paparan publik perusahaan, Jumat (19/11/2021).

 

TOBA & BBYB Curi Perhatian

Selain CPRO, saham PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) juga menempati jajaran saham top gainers. Harga saham emiten pertambangan itu mengalami lonjakan sebesar 61,17 persen.

Harga sahamnya naik setelah mengumumkan kolaborasi strategi berupa pembentukan usaha patungan(JV), dengan nama Electrum. Electrum membangun ekosistem kendaraan listrik bersama perusahaan teknologi ride-hailing PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek.

Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama, Pandu Patria Sjahrir mengungkapkan, pihaknya dan Gojek berkomitmen akan menginvestasikan sampai US$1 miliar dalam 5 tahun ke depan untuk membangun ekosistem dan industri kendaraan listrik.

“Dalam waktu 5 tahun ke depan kita akan investasi lebih dari satu miliar dolar AS berbarengan untuk membangun industri ini,” ujar Pandu dalam Konferensi Pers Kolaborasi Strategis Ekosistem Kendaraan Listrik Gojek dan TBS Energi Utama di Jakarta, Kamis, (18/11/2021).

Di sisi lain, ada PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) yang menduduki peringkat kedua saham menjadi yang paling banyak ditransaksikan dalam perdagangan bursa sepekan 15-19 November 2021.  Selanjutnya, saham BBYB mencatatkan transaksi 222.635 kali dalam sepekan dengan nilai transaksi Rp3,48 triliun. Pada Jumat (19/11/2021) juga terjadi transaksi crossing saham BBYB senilai Rp749 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.