Pasar Modal Terima Aliran Dana Asing Rp8,65 Triliun

Aliran dana asing masuk sebesar Rp8,65 triliun ke pasar modal di Tanah Air. Simak penjelasannya.

Lorenzo Anugrah Mahardhika
Jan 15, 2022 - 11:00 AM
A-
A+
Pasar Modal Terima Aliran Dana Asing Rp8,65 Triliun

Aliran dana asing masuk sebesar Rp8,65 triliun ke pasar modal di Tanah Air. (Bisnis/Himawan L. Nugraha)

Bisnis, JAKARTA— Pasar modal di Tanah Air menerima aliran dana asing sebesar Rp8,65 triliun pada pekan kedua Januari 2022. 

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangannya pada Sabtu (15/1/2022) menyebutkan, berdasarkan data transaksi 10-13 Januari 2022, investor nonresiden di pasar keuangan domestik masih membukukan aksi beli bersih Rp8,65 triliun.

Perinciannya, aksi beli bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp6,22 triliun, sementara itu, aksi beli bersih di pasar saham sebesar Rp2,43 triliun. Adapun, berdasarkan data penempatan dana hingga 13 Januari 2022, investor nonresiden masih membukukan nilai beli neto Rp0,05 triliun di pasar SBN secara tahun berjalan.

“Sementara itu, investor nonresiden juga mencatatkan nilai beli bersih Rp3,14 triliun di pasar saham secara ytd,” demikian kutipan keterangan resmi, Sabtu (15/1/2022). 

Sementara itu, premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level 80,59 bps per 13 Januari 2022 dari 76,97 bps per 7 Januari 2022. Seperti diketahui, level CDS yang makin rendah menunjukkan ekspektasi risiko investasi yang makin rendah pula pada instrumen surat utang suatu negara, dalam hal ini untuk surat utang Indonesia dalam denominasi rupiah.

Akibat aliran dana asing ke pasar modal, sejumlah sekuritas merealisasikan transaksi jumbo pada periode yang sama. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia periode 10 Januari—14 Januari 2022, Mirae Asset Sekuritas tercatat sebagai broker teraktif mencatatkan frekuensi perdagangan sebanyak 2,86 juta kali. Transaksi tersebut dilakukan atas volume saham sebanyak 31,52 miliar saham dengan nilai Rp12,32 triliun.

Selanjutnya, PT Indo Premier Sekuritas menyusul sebagai perusahaan broker dengan total frekuensi perdagangan sebanyak 1,39 juta kali dengan nilai transaksi Rp5,41 triliun. Lalu, PT Ajaib Sekuritas Asia mencatatkan total frekuensi sebanyak 1,19 juta kali dengan nilai transaksi senilai Rp1,82 triliun. Mengikuti di bawahnya PT Mandiri Sekuritas dengan frekuensi transaksi 912.634 kali senilai Rp5,82 triliun.

Dilihat dari nilai perdagangan, PT J.P. Morgan Sekuritas Indonesia menempati posisi kedua dengan frekuensi 356.059 kali dan dengan nilai perdagangan sebesar Rp6,01 triliun. Dari sisi nilai transaksi, dari 10 besar broker teraktif pekan lalu tercatat nilai transaksi berkisar Rp12,32 triliun—Rp2,9 triliun.

Transaksi di pasar saham turut berdampak pada harga saham sejumlah emiten. Lima dari 10 saham emiten mengalami lonjakan saham di atas 45 persen selama perdagangan sepekan terakhir, di mana 10 jajaran top gainers tersebut merupakan saham ratusan perak.

Berdasarkan data BEI pada periode 10 Januari—14 Januari 2022, saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) tercatat meroket 107,89 persen menjadi Rp790 secara mingguan, sementara pekan lalu bernilai Rp380.

Selanjutnya saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk. (BAPA) melonjak 59,42 persen menjadi Rp110 dan saham PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) yang naik 49,12 persen menjadi Rp510.

Tak ketinggalan saham PT RMK Energy Tbk. (RMKE) melaju 47,37 persen menjadi Rp336. Saham PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk. (BSML) naik 46,04 persen menjadi Rp406.

Selain itu saham PT ICTSI Jasa Prima Tbk. (KARW) mengalami penguatan 36,05 persen menjadi Rp200. PT Kobexindo Tractors Tbk. (KOBX) naik 32,77 persen menjadi Rp316. 

Tiga saham lain yang berada dalam jajaran 10 top gainers adalah PT Planet Properindo Jaya Tbk. (PLAN), PT Sunter Lakeside Hotel Tbk. (SNLK), dan PT Maming Enam Sembilan Mineral Tbk. (AKSI) yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 32,43 persen, 27,34 persen dan 27,20 persen dalam minggu kedua Januari 2022.

Kendati demikian, aliran dana asing, transaksi jumbo yang direalisasikan broker dan harga saham sejumlah emiten yang meroket belum mampu mengangkat kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG). IHSG selama sepekan melemah 0,12 persen atau berada pada level 6.693,40 dari level 6.701,32 pada pekan sebelumnya. 

Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono dalam siaran pers menyampaikan bahwa data perdagangan bursa selama sepekan ini ditutup bervariasi. Di mana peningkatan terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi bursa selama sepekan, yaitu sebesar 5,94 persen menjadi 1,37 juta transaksi dari 1,29 juta transaksi selama sepekan lalu.

"Perubahan sebesar 0,87 persen terjadi pada kapitalisasi pasar bursa menjadi Rp8.360,735 triliun dari Rp8.433,792 triliun pada pekan lalu. Kemudian, rata-rata volume transaksi harian bursa mengalami perubahan sebesar 7,87 persen menjadi 18,761 miliar saham dari 20,364 miliar saham pada penutupan pekan lalu," papar Yulianto, dalam siaran pers, dikutip Sabtu (15/1/2022).  

Kemudian Yulianto juga menyampaikan rata-rata nilai transaksi harian bursa mencatatkan penurunan 13,09 persen menjadi Rp11,53 triliun dari Rp13,27 triliun pada pekan sebelumnya. Lalu, sepanjang tahun 2022 investor asing telah mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp4,76 triliun. 

Editor: Duwi Setiya Ariyanti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini