Pastikan Isi Bensin Motor Sesuai Kompresi Mesin

Dengan kompresi mesin tinggi, performa dan efisiensi didapat oleh pemilik sepeda motor.

Rustam Agus

29 Nov 2021 - 09.42
A-
A+
Pastikan Isi Bensin Motor Sesuai Kompresi Mesin

Ilustrasi sepeda motor/istimewa

Bisnis, JAKARTA – Sering perkembangan teknologi, kecanggihan mesin sepeda motor juga terus maju.

Dewasa ini, kebanyakan sepeda motor dirancang dengan rasio kompresi tinggi.

Bukan tanpa tujuan, rasio kompresi demikian diatur agar mesin dapat menghasilkan performa dam efisiensi lebih baik.

Kompresi merupakan pemadatan udara yang dihasilkan pada silinder mesin melalui pergerakan piston.

Sebuah mesin dikatakan memiliki kompresi tinggi apabila terdapat gap yang kecil antara volume silinder dengan piston.

Jenis bahan bakar di SPBU/Bisnis

Semakin tinggi kompresi, maka makin banyak pula udara yang dikompresi. Setelah itu, barulah udara dibakar oleh busi dan bahan bakar.

Dengan kompresi mesin tinggi inilah, performa dan efisiensi didapat oleh pemilik sepeda motor.

Namun, manfaat itu juga tak lepas dari peran RON (Research Octane Number) dari bensin yang dipilih.

Jadi, semakin tinggi kompresi mesin sebuah motor, maka tinggi pula kebutuhan RON-nya. 

Untuk lebih jelas, simak kebutuhan rasio kompresi terhadap nilai oktan pada bensin berikut ini menurut Astra Honda Motor: 

RON 90: 9-10:1
RON 92: 10-11:1
RON 95: 11-12:1

Dari tabel di atas, terlihat dengan jelas bahan bakar seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan kompresi mesin motor Anda. Namun, masih banyak pemilik motor awam akan hal ini. 

Untuk mengetahui angka tersebut mudah saja, Anda bisa melihatnya di buku panduan pemilik atau buku manual kendaraan kalian.

Namun, perlu diketahui bahwa mesin-mesin baru biasanya kompresinya sudah lebih dari 10:1 atau membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi.

Padahal, ketidaksesuaian pemilihan oktan bensin akan memberi dampak negatif terhadap mesin.

Jika digunakan terus-menerus, akan terdapat penumpukan karbon di dalam ruang bakar.

Contoh paling umum, mesin akan ngelitik atau knocking akibat detonasi bensin terbakar sebelum waktunya.

Ujung-ujungnya dapat merusak komponen mesin seperti piston dan klep. 

Mengisi bahan bakar di SPBU/Bisnis

Demikian pula apabila menggunakan bensin dengan RON lebih tinggi dari kebutuhan mesin.

Akan ada bensin yang tidak terbakar yang mana bisa saja sisa BBM itu masuk ke komponen mesin dan bercampur dengan oli mesin.

Selain itu, penggunaan RON terlalu tinggi juga membuat suhu mesin tidak ideal atau terlalu panas. (Rezha Hadyan)

Editor: Rustam Agus

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.