PBB Sebut Korea Utara Pecahkan Rekor Pembobolan Aset Kripto

Korea Utara menggunakan teknik dunia maya yang semakin canggih untuk mendapatkan akses ke jaringan digital yang terlibat dalam sistem keuangan kripto.

Jaffry Prabu Prakoso

7 Feb 2023 - 18.41
A-
A+
PBB Sebut Korea Utara Pecahkan Rekor Pembobolan Aset Kripto

Investor memantau pergerakan harga kripto melalui ponselnya di Jakarta. /Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.

Bisnis, JAKARTA – Laporan rahasia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa Korea Utara mencuri lebih banyak aset kripto pada 2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan menargetkan perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan asing.

Dikutip dari bisnis.com yang melansir Reuters, pengawas sanksi independen mengatakan bahwa Korea Utara menggunakan teknik dunia maya yang semakin canggih.

“[Ini dilakukan] untuk mendapatkan akses ke jaringan digital yang terlibat dalam sistem keuangan dunia maya dan untuk mencuri informasi yang bernilai potensial, termasuk untuk program senjatanya,” katanya yang melaporkan kepada komite Dewan Keamanan PBB, Selasa (7/2/2023).


Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un membawa putrinya Kim Ju-ae pada uji coba rudal balistik antarbenua ICBM./Istimewa


Laporan monitoring PBB sebelumnya, mereka menuduh Korea Utara menggunakan serangan dunia maya untuk membantu mendanai program nuklir dan misilnya.

"Nilai aset cryptocurrency yang lebih tinggi dicuri oleh Korea Utara pada tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya," tulis para pemantau dalam laporan mereka, yang diserahkan kepada komite sanksi Korea Utara yang beranggotakan 15 orang.

Korea Utara sebelumnya membantah tuduhan peretasan atau serangan siber lainnya.

Baca juga: Investasi Kripto Anjlok 64,3% meski Investornya Tumbuh 17 Juta

Para pengawas mengatakan bahwa Korea Selatan memperkirakan bahwa peretas yang terkait dengan Korea Utara mencuri aset virtual senilai US$630 juta pada tahun 2022. Sementara sebuah perusahaan keamanan siber menilai bahwa kejahatan siber Korea Utara menghasilkan mata uang digital senilai lebih dari US$1 miliar.

“Variasi nilai mata uang kripto dalam dolar AS dalam beberapa bulan terakhir kemungkinan telah memengaruhi perkiraan ini, tetapi keduanya menunjukkan bahwa tahun 2022 adalah tahun pemecahan rekor untuk pencurian aset virtual [Korea Utara]," kata laporan PBB tersebut.

Sebuah perusahaan analitik blockchain yang berbasis di AS pada minggu lalu mencapai kesimpulan yang sama.

Laporan PBB mencatat bahwa teknik yang digunakan oleh pelaku ancaman dunia maya menjadi lebih canggih, sehingga membuat pelacakan dana yang dicuri menjadi lebih sulit.

Baca juga: Aset Kripto Tercuan Mempertahankan Momentum Kuat

Laporan PBB tersebut akan dirilis ke publik akhir bulan ini atau awal bulan depan, kata para diplomat.

Pemerasan

Pengawas PBB mengatakan bahwa sebagian besar serangan dunia maya dilakukan oleh kelompok yang dikendalikan oleh biro intelijen utama Korea Utara. Disebutkan, kelompok-kelompok itu termasuk tim peretasan yang dilacak oleh industri keamanan siber dengan nama Kimsuky, Lazarus Group, dan Andariel.

"Para pelaku ini secara ilegal terus menargetkan korban untuk menghasilkan pendapatan dan meminta informasi berharga kepada Korea Utara termasuk program senjatanya,” kata laporan PBB itu.

Pemantau sanksi mengatakan kelompok tersebut menyebarkan malware melalui berbagai metode termasuk phishing. Salah satu kampanye tersebut menargetkan karyawan dalam organisasi di berbagai negara.


"Kontak awal dengan individu dilakukan melalui LinkedIn, dan begitu tingkat kepercayaan dengan target ditetapkan, muatan berbahaya dikirimkan melalui komunikasi berkelanjutan melalui WhatsApp," kata laporan PBB tersebut.

Menurut sebuah perusahaan keamanan siber, kelompok terkait Korea Utara yang dikenal sebagai HOlyGhOst telah memeras uang tebusan dari perusahaan kecil dan menengah di beberapa negara dengan mendistribusikan ransomware dalam kampanye yang tersebar luas dan bermotivasi finansial.

Pada 2019, pemantau sanksi PBB melaporkan bahwa Korea Utara telah menghasilkan sekitar US$2 miliar selama beberapa tahun untuk program senjata pemusnah massal menggunakan serangan siber yang meluas dan semakin canggih. (Farid Firdaus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.