PBOC Tahan Pangkas Suku Bunga di Tekanan Ekonomi

Bank sentral China atau PBOC menahan pemangkasan suku bunga kebijakan seiring dengan volatilitas yang terjadi pada yuan. Hal ini menambah tekanan terhadap perekonomian yang tengah mengalami deflasi.

Nindya Aldila

18 Feb 2024 - 20.35
A-
A+
PBOC Tahan Pangkas Suku Bunga di Tekanan Ekonomi

Bisnis, JAKARTA - Bank sentral China atau PBOC menahan pemangkasan suku bunga kebijakan seiring dengan volatilitas yang terjadi pada yuan. Hal ini menambah tekanan terhadap perekonomian yang tengah mengalami deflasi. 

PBOC mempertahankan suku bunga pinjaman 1 tahun sebesar 2,5% pada Minggu (18/2/2024), sebuah langkah yang telah diprediksi sebelumnya oleh ekonom Bloomberg. Keputusan ini diambil setelah China menyaksikan yuan merosot ke level terendah dalam 3 bulan di tengah kebangkitan dolar. 

Pada hari yang sama, PBOC juga menyuntikkan dana segar senilai 500 miliar yuan (US$70,39 miliar) ke sistem perbankan melalui operasi fasilitas pinjaman jangka menengah (MLF), dikutip China Daily. 

Cara ini diharapkan dapat membantu bank komersil dan likuiditas bank kebijakan untuk mempertahankan likuiditas dengan memberikan pinjaman dari bank sentral menggunakan sekuritas sebagai jaminan. 

Bank sentral juga memperkenalkan 105 miliar yuan seven-day reverse repo atau pembelian sekuritas dari bank komersial melalui lelang dengan perjanjian untuk menjualnya kembali di masa yang akan datang.  dengan bunga sebesar 1,8%. 

"China sedang menuju kebijakan moneter yang sedikit lebih longgar," kata ekonomi senior di Natixis SA Gary Ng. Menurutnya, masih ada ruang untuk pemangkasan suku bunga sebesar 10 basis poin. 

Kendari demikian, perbankan di China diprediksi masih akan menurunkan suku bunga pinjaman dalam sepekan mendatang. Langkah tersebut akan membantu menurunkan biaya pembiayaan dan mendukung pemulihan ekonomi yang stabil. 

"Keputusan PBOC untuk menahan diri dari memotong suku bunga utamanya – meskipun deflasi semakin dalam, penurunan properti dan lesunya permintaan – menimbulkan kekhawatiran bahwa bank tersebut akan tertinggal dari kurva – mengulangi kesalahan yang dilakukan tahun lalu.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.