Pecah Rekor, Kendaraan Mudik ke Trans-Jawa Melonjak 165,5%

Puncaknya, pada Jumat (29/4/2022) PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat rekor tertinggi melayani volume lalu lintas tertinggi pada periode arus mudik sepanjang libur Hari Raya Idul Fitri di Indonesia selama ini. Di hari tersebut, sebanyak 105.016 kendaraan meninggalkan Jabotabek menuju Trans-Jawa.

Yanita Petriella
Apr 30, 2022 - 3:35 PM
A-
A+
Pecah Rekor, Kendaraan Mudik ke Trans-Jawa Melonjak 165,5%

Kondisi GT Cikampek pada Sabtu (30/4) malam. /Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Lampu hijau yang diberikan pemerintah untuk mudik Lebaran tahun ini menjadi momen yang tak disia-siakan masyarakat. Setelah 2 tahun vakum diadakannya mudik, di tahun ini masyarakat mulai berbondong-bondong pulang kampung untuk bersilahturahmi. 

Sejak Jumat (22/4/2022), pemudik tercatat ada yang mengambil start untuk pulang kampung terlebih dahulu. Volume lalu lintas pemudik yang keluar dari Jabotabek pun yang melintasi ruas tol makin tinggi seiring mendekati hari Lebaran. 

Puncaknya, pada Jumat (29/4/2022) PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat rekor tertinggi melayani volume lalu lintas tertinggi pada periode arus mudik sepanjang libur Hari Raya Idul Fitri di Indonesia selama ini. Di hari tersebut, sebanyak 105.016 kendaraan meninggalkan Jabotabek menuju Timur yakni Cirebon, Semarang, Solo, Surabaya, dan sekitarnya. 

Angka ini melonjak tajam sebesar 165,5 persen dari lalu lintas normal periode November 2021 sebanyak 39.554 kendaraan. Jumlah pemudik yang sebesar 105.016 kendaraan ini tentu memecahkan rekor sebelumnya. 

Pada periode arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2019 lalu, Jasa Marga juga mencatat rekor tertinggi melayani volume lalu lintas saat arus mudik, yaitu sebanyak 103.077 kendaraan meninggalkan Jabotabek menuju timur via jalan Tol Trans-Jawa yang melintas melalui GT Cikampek Utama.

Adapun sejak Jumat (22/4) hingga Jumat (29/4), jumlah kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek menuju arah Trans-Jawa melalui GT Cikampek Utama Ruas Tol Jakarta - Cikampek mencapai 487.344 kendaraan yang meningkat 81,2 persen dari lalin normal. 

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan untuk melayani pengguna jalan dengan maksimal, Jasa Marga mengoperasikan total gardu operasi hingga dua kali lipat dari kondisi lalu lintas normal.

“Kami memaksimalkan kapasitas gerbang tol untuk melayani peningkatan volume lalu lintas di GT Cikampek Utama, yang mengoperasikan total 30 lajur transaksi serta penambahan 4 mobile reader secara tandem,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (30/4/2022).

Heru memprediksi lalu lintas darat khususnya jalan tol pada arus mudik Lebaran 2022 akan makin melandai pada Minggu (1/5/2022) atau H-1 Lebaran. Dia memprediksi 20 persen dari total pemudik tahun ini baru akan melakukan perjalanan pada hari ini dan esok hari.  

Hal ini disebabkan oleh arus mudik yang disebut telah memuncak kemarin, Jumat (29/4/2022).  Lalu lintas arus mudik hari ini masih akan ramai seperti kemarin, tetapi volume pergerakan tidak setinggi saat puncak kemarin.

"Angkanya akan lebih sedikit dari kemarin. Jadi orang memanfaatkan waktu cuti bersama lebih lama," ucapnya. 

Momen Lebaran ini diprediksi berdampak pada pendapatan jalan tol. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Jasa Marga Ade Wahyu menyebutkan kinerja perusahaan memang semakin membaik dengan proyeksi peningkatan pendapatan tol di kuartal I tahun ini tumbuh di atas 15 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Untuk laba bruto di kuartal I tahun 2022 diproyeksikan tumbuh lebih dari 9 persen secara tahunan dan laba berjalan juga diproyeksikan tumbuh sangat signifikan," katanya.

Sepanjang 2021 hampir seluruh ruas jalan tol Jasa Marga Group mengalami peningkatan volume lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya, kecuali untuk Jalan Tol Sedyatmo yang merupakan akses langsung ke Bandara Soekarno-Hatta.

"Kami melihat di kuartal I tahun 2022 ini, peningkatan lalu lintas di Jalan Tol Sedyatmo mencapai 25% dibandingkan dengan tahun lalu, ini sudah luar biasa," ucapnya.

Di sisi lalu lintas, jalan Tol Jasa Marga Group pada 2021 lalu memang relatif belum tumbuh jika dibandingkan dengan lalu lintas sebelum pandemi. Namun, jika dari sisi pendapatan tol, sudah melebihi dari periode sebelum pandemi. JSMR optimistis dengan adanya peningkatan lalu lintas ke depannya dan memiliki peluang yang sangat tinggi untuk meningkatkan pendapatan tol di tahun 2022.

"Kami berharap kinerja keuangan yang diproyeksikan tumbuh di kuartal I tahun 2022 ini terus terefleksi di kuartal 2 dan hingga akhir tahun ini. Kami juga berharap penanganan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1443 H ini berjalan lancar, pengaturan lalu lintas lebih baik lagi, sehingga masyarakat terus terdorong untuk melakukan perjalanan tidak hanya pada periode saat ini, namun juga pada periode-periode libur berikutnya," terangnya. 

Terselenggaranya layanan arus mudik dengan lalu lintas tertinggi sepanjang libur Hari Raya Idul Fitri ini tidak lepas dari kolaborasi bersama dengan Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta stakeholder terkait lainnya.

Berdasarkan survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, sebanyak 85,5 juta orang berencana untuk mudik tahun ini. Sebanyak 47 persen di antaranya akan menggunakan jalur darat seperti bus, mobil pribadi, dan sepeda motor.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyebut akan mengoptimalkan skema pengaturan manajemen rekayasa lalu lintas one way dan ganjil genap selama Angkutan Lebaran 2022 (1443 H). Implementasi skema tersebut sudah diterapkan sejak Kamis (28/04/2022), atau H-4 Lebaran.

Sampai dengan kemarin, Jumat (29/04/2022), Budi mengklaim kebijakan tersebut cukup mampu menghindari kemacetan di sepanjang KM 47 Tol Jakarta - Cikampek sampai dengan KM 414 GT Kalikangkung.

"Kami terus berkoordinasi dengan Kepolisian sebagai pelaksanan teknis di lapangan. Koordinasi ini kami lakukan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan lainnya selama pemberlakuan one way dan ganjil genap," tuturnya.

Dari momen mudik Lebaran tahun ini memprediksikan pertumbuhan kinerja keuangan pada kuartal I tahun 2022 lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama 2021. Pencapaian ini didorong oleh pemulihan traffic serta implementasi kebijakan pemerintah dalam merelaksasi perjalanan masyarakat. (Dany Saputra)

Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar