Peluang Industri Baja dari Aturan Lartas Impor Kemendag

Industri baja selama ini kesulitan menghadapi banjir impor baja ilegal yang berpotensi akan semakin marak terjadi tahun ini akibat perkembangan baja global.

Afiffah Rahmah Nurdifa

5 Mar 2024 - 14.37
A-
A+
Peluang Industri Baja dari Aturan Lartas Impor Kemendag

Pagar pengaman atau guard rail, salah satu produk penghiliran baja dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS). /Dok. Perseroan

Bisnis, JAKARTA – Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) menangkap sinyal positif pengendalian impor baja lewat kebijakan larangan terbatas (lartas) dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 36/2023.

Chairman IISIA Purwono Widodo mengatakan produsen besi dan baja nasional dinilai akan mendapatkan dampak positif dari pemberlakuan pengaturan impor tersebut yang akan berlaku 10 Maret 2024.

"Permendag No. 36/2023 mengatur ketentuan terkait lartas impor produk besi/baja dan turunannya dipandang sebagai langkah positif dari perspektif IISIA untuk melindungi produsen baja nasional," kata Purwono, dikutip Senin (4/3/2024).

Baca juga: Menangkap Kilap Pelumas di Tengah Tren Kendaraan Setrum

Industri baja akan diuntungkan karena selama ini kesulitan menghadapi banjir impor baja ilegal yang berpotensi akan semakin marak terjadi tahun ini akibat perkembangan baja global.

Dalam hal ini, industri besi dan baja telah mendapatkan petunjuk tenis (juknis) untuk mempermudah sistem tata kelola impor komoditas yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 1/2024.

Aturan Permenperin memberikan kemudahan bagi importir umum untuk melanjutkan bisnis dengan mekanisme neraca komoditas guna mengatur keseimbangan permintaan dan penawaran dalam negeri.



Namun, Purwono menuturkan, IISIA mewanti-wanti agar pelaksanaan Permendag 36/2023 benar-benar dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan industri baja nasional.

"Dan juga dilakukan pengawasan yang ketat terhadap impor sebagaimana telah dilakukan oleh Mendag atas impor produk baja non-SNI," tuturnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Logistik Kepelabuhan dan Kepabeanan Badan Pengurus Pusat (BPP) GINSI, Erwin Taufan mengatakan masih banyak impor bahan baku industri yang belum memiki aturan teknis.

Baca juga: Aturan Lartas Impor Kemendag Diklaim Untungkan Industri Baja

Hal ini berisiko pada tata kelola impor sejumlah komoditas yang tak beraturan sehingga merugikan. Dia mendorong Permendag No. 36/2023 juga diikuti dengan aturan teknis di sejumlah barang seperti ban alat berat hingga tekstil.

"Juknis baru keluar Permenperin 1/2024 itu pun belum maksimal, perlu sosialisasi terus. Kita tunggu untuk ban itu belum, katanya Maret 2024 akan keluar," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.