Peluang Zurich jadi ‘Holding’ Asuransi Mini ala OJK

Zurich mempertimbangkan menjadi holding Kelompok Usaha Perasuransian (KUPA). Opsi KUPA dari OJK bagi perusahaan asuransi maupun reasuransi modal mini.

Pernita Hestin Untari

20 Nov 2023 - 15.15
A-
A+
Peluang Zurich jadi ‘Holding’ Asuransi Mini ala OJK

Berbagai logo asuransi terpampang. Bisnis

Bisnis, BEKASI — Zurich Insurance mengungkapkan peluangnya untuk menjadi holding perusahaan asuransi modal mini jika regulasi telah mengizinkan. Keyakinan ini seiring langkah perusahaan masuk Kelompok Perusahaan Perasuransian berdasarkan Ekuitas (KPPE) 2. 

“Kami yakin Zurich akan menjadi leader. Dengan begitu, Zurich berada di tier yang paling atas,” kata Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak saat ditemui disela acara Adira Festival di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (19/11/2023). 

Hilman juga mengungkapkan kemungkinkan Zurich bisa menjadi holding Kelompok Usaha Perasuransian (KUPA). Holding ini merupakan opsi dari OJK bagi perusahaan asuransi maupun reasuransi yang belum memenuhi permodalan minumum. Kendati demikian, dirinya masih menunggu aturan pasti terkait permodalan dari regulator. 

Baca juga: Jumlah Pengaduan Asuransi Naik hingga 2022

“Itu [Induk KUPA] akan menjadi pertimbangan bagi kami. Meskipun saat ini kami memantau dulu, tapi apa pun peraturan yang dikeluarkan kami akan mendukung,” ungkapnya. 

Hal senada diungkapkan oleh Presiden Direktur Zurich Asuransi Indonesia Edhi Tjahja yang menyebut bahwa permodalan perusahaan sudah jauh di atas ketentuan OJK. Meskipun masih dalam diskusi, regulator disebut akan menaikan permodalan minimum bagi perusahaan asuransi secara bertahap yang semula Rp100 miliar menjadi Rp500 miliar pada 2026 dan Rp1 triliun pada 2028. 


Karyawati beraktivitas di kantor PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk. di Jakarta. Bisnis/Arief Hermawan P

Sementara itu untuk asuransi syariah, modal ekuitasnya naik dari Rp50 miliar menjadi Rp250 miliar pada 2026, dan Rp500 miliar pada 2028.

“Kami di Zurich enggak ada permasalahan. Kami cukup. Ekuitas kami jauh melampaui yang ditetapkan OJK,” katanya. 

Kendati demikian, dia menilai bahwa penerapan aturan tersebut memang butuh waktu. Menurutnya perusahaan asuransi harus diberikan kesempatan untuk memperkuat permodalannya. Dengan demikian, rencana OJK untuk memperkuat industri asuransi bisa terwujud. 

“Asuransi kan sektor yang penting untuk pertumbuhan ekonomi, dan kesehatan terkait permodalan juga krusial,” ungkapnya. 

Baca juga: Mengukur Kekuatan Asuransi Properti Era Suku Bunga Tinggi

Adapun, OJK diketahui tengah menggodok aturan terkait dengan permodalan. Nantinya akan dua kelompok berdasarkan modal yang dimiliki yakni KPPE 1 dan KPPE. 

Misalnya perusahaan asuransi yang memiliko modal Rp500 miliar akan menjadi KPPE 1, sementara yang memiliki modal terbesar yakni Rp1 triliun masuk ke KPPE 2. 

OJK juga memberikan jalan keluar bagi perusahaan-perusahaan yang tidak memenuhi minimum modal akan masuk dalam kelompok usaha perusahaan asuransi (KUPA). Dalam KUPA, terdapat asuransi induk atau istilahnya sebagai holding dan perusahaan-perusahaan yang modalnya tidak mencukup akan menjadi anggota. 

Perusahaan asuransi yang modal intinya belum terpenuhi dapat memilih perusahaan induk sesuai dengan keinginan masing-masing.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.