Pemasaran Digital Makin Ramai

Sejumlah perusahaan asuransi melirik kanal pemasaran digital untuk mendorong penjualan. Simak uraiannya.

Denis Riantiza Meilanova
Jan 15, 2022 - 1:30 PM
A-
A+
Pemasaran Digital Makin Ramai

Sejumlah perusahaan asuransi melirik kanal pemasaran digital untuk mendorong penjualan. (Bisnis)

Bisnis, JAKARTA— Tren pemasaran digital oleh sejumlah perusahaan asuransi di Tanah Air makin ramai sejak pengujung tahun 2021. 

PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk. (Zurich) dan ZA Tech Global Limited (ZA Tech) berkolaborasi dengan PT Web Proteksi Solusindo (WPS) sebagai mitra broker strategis. 
 
Melalui kerja sama tersebut, perusahaan mempermudah akses masyarakat terhadap produk asuransi di dunia digital. Hal ini mengingat tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih di bawah 2 persen bila dibandingkan dengan populasinya yang mencapai 271 juta jiwa. 

Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk., Hassan Karim mengatakan pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku konsumen, di mana lebih banyak orang kini mengandalkan teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan mereka, yang kemungkinan akan terus berlanjut meski pandemi sudah selesai.
 
Menurutnya, keahlian teknologi yang dimiliki ZA Tech akan mendukung Zurich dalam menyediakan kenyamanan dan perlindungan terbaik bagi nasabah, melalui teknologi termutakhir yang mampu menghadirkan asuransi yang lebih mudah diakses, digital, dan terjangkau.
 
Dengan pandemi yang masih berlanjut, proteksi menjadi lebih penting dari sebelumnya dan Zurich berkomitmen untuk meningkatkan akses nasabah terhadap produk asuransi.
 
"Nasabah kini dapat membeli produk asuransi di manapun melalui aplikasi Grab, berkat dukungan teknologi dari ZA Tech yang memiliki misi untuk menyukseskan ekosistem mitra dan penyedia asuransi melalui teknologi dan pengetahuan yang unggul," katanya.
 
Langkah yang sama juga ditempuh PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. atau Tugu Insurance yang menggandeng salah satu insurtech, PT Fokus Solusi Proteksi (Cermati Protect), untuk memperkuat pemasaran produk asuransi secara digital.
 
Presiden Direktur Tugu Insurance, Indra Baruna menjelaskan, kerja sama dengan Cermati Protect terutama untuk mendukung penetrasi pemasaran lini kendaraan bermotor di pasar digital. Hal ini sesuai dengan strategi perseroan dalam usaha pengembangan bisnis ritel melalui produk khusus serta optimalisasi platform digital untuk memberikan pengalaman konsumen yang lebih baik. 

Dia berharap melalui kerja sama tersebut, perusahaan bisa menambah jumlah polis kendaraan bermotor pada 2022. Adapun, pada September 2021, jumlah polis aktif hingga sekira 78.000 atau tumbuh enam kali lipat dalam dua tahun terakhir. 

“Dengan dukungan jaringan yang luas atas implementasi teknologi digital yang dimiliki Cermati Protect, Tugu Insurance berharap kerja sama ini akan saling memberikan nilai lebih bagi masing – masing pihak maupun para nasabah di Indonesia," ujar Indra. 

Vice President of Insurance Cermati Protect, Juanri mengatakan, kolaborasi dengan Tugu Insurance memperkuat komitmen Cermati Protect yang terus berinovasi meningkatkan layanan digital guna menciptakan pengalaman asuransi terbaik untuk masyarakat Indonesia.
 
Melalui marketplace keuangan Cermati.com, pihaknya menghadirkan solusi kemudahan akses membeli asuransi secara digital tanpa ribet, proses mudah, cepat, dan aman. Semuanya bisa diakses dari ponsel atau smartphone, mulai dari menemukan produk asuransi terbaik, pengajuan, pembayaran, menerima e-polis hingga klaim asuransi.
 
“Seiring dengan meningkatnya literasi digital dan kesadaran akan manfaat asuransi, kami harap akan semakin banyak masyarakat memiliki asuransi," kata Juanri.
 
Adapun, produk asuransi kendaraan Tugu Insurance yang dapat dibeli melalui Cermati.com tersedia dua jenis asuransi, yaitu TUGU Comprehensive, memberikan perlindungan menyeluruh (all-risk) yang menjamin kerusakan menyeluruh (total loss) atau kerusakan sebagian (partial loss), dan TUGU TLO (total loss only) yang merupakan perlindungan kendaraan yang menjamin setiap kerugian kendaraan bermotor, jika biaya perbaikan di atas 75 persen dari nilai pertanggungan.

Perusahaan lain yang melirik kanal pemasaran digital yakni PT Avrist Assurance (Avrist) yang secara resmi menggandeng marketplace asuransi Lifepal.co.id untuk memasarkan produk terbarunya, yaitu Avrist Health Starter. 

Peluncuran produk tersebut merupakan wujud dari komitmen nyata usaha kedua belah pihak dalam menggenjot literasi asuransi dan menyediakan proteksi asuransi bagi masyarakat yang belum pernah merasakan produk proteksi.

 “Kami melihat bahwa peluang yang tercipta dari produk ini sangat tidak terbatas dan dapat diposisikan sebagai salah satu langkah cerdas bagi Avrist Assurance dalam merangkul potensi digitalisasi asuransi berskala nasional," ujar Direktur Avrist Assurance, Yasuo Sato dalam keterangannya. 

Yasuo menambahkan bahwa kerja sama dengan Lifepal.co.id merupakan bukti nyata dalam pemanfaatan platform teknologi digital dalam memperluas akses layanan dan memaksimalkan jangkauan ke seluruh lapisan masyarakat. 

Menurutnya, digitalisasi memiliki peran penting di industri perasuransian Indonesia. Hal ini karena digitalisasi memberikan banyak peningkatan kualitas dan efektivitas layanan. 

"Digitalisasi asuransi tidak hanya membuat proses administrasi menjadi lebih efisien dan efektif, tetapi juga memberdayakan tenaga pemasar tradisional, seperti agen," katanya.

Peluncuran produk Avrist Health Starter diharapkan dapat turut berkontribusi secara positif terhadap program literasi dan membesarkan penetrasi market asuransi yang saat ini masih di angka 2,92 persen per 2020. Berdasarkan data Bank Dunia, penetrasi asuransi di Indonesia masih berada di tingkat rendah, lebih rendah daripada Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Kondisi wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan, turut mempengaruhi percepatan penetrasi asuransi kepada seluruh lapisan masyarakat sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi industri asuransi. 

Editor: Duwi Setiya Ariyanti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini