Pembangunan Kabel Bawah Laut 22.000 Kilometer Akan Selesai 2025

Penyelesaian proyek yang akan memberi kecepatan akses internet yang akan mencakup kapasitas 240 Tbps melalui hub utama di seluruh Asia, Australia, Selandia Baru, dan AS dijadwalkan selesai pada 2025.

Zufrizal

8 Nov 2021 - 11.49
A-
A+
Pembangunan Kabel Bawah Laut 22.000 Kilometer Akan Selesai 2025

Ilustrasi kabel bawah laut/PCMag

Bisnis, JAKARTA Hawaiki Submarine Cable akan membangun jaringan kabel bawah laut Hawaiki Nui pada 2022 sepanjang sepanjang 22.000 kilometer yang akan menghubungkan lalu lintas internet antara Indonesia, Singapura, Australia, Selandia Baru, Hawaii (AS), dan Amerika Serikat.

Penyelesaian proyek yang akan memberi kecepatan akses internet yang akan mencakup kapasitas 240 Tbps melalui hub utama di seluruh Asia, Australia, Selandia Baru, dan AS dijadwalkan selesai pada 2025.

Pendaratan kabel tersebut juga akan dilakukan di Jakarta dan Batam. Hawaiki Nui juga akan menjadi kabel pertama yang mendarat di Pulau Selatan Selandia Baru, menghubungkan Kota Christchurch, Dunedin, dan Invercargill dengan Australia. 

Di Australia, Hawaiki Nui akan melayani kebutuhan kapasitas internasional dan domestik, menghubungkan Sydney, Melbourne, Brisbane, dan Darwin, sambil memberi mereka akses langsung ke Singapura dan Los Angeles. Dua cabang kabel tambahan juga akan menghubungkan Oahu Hawaii dan Big Island.

Menurut Pendiri dan Ketua Eksekutif Hawaiki Remi Galasso, Hawaiki Nui melengkapi kabel Hawaiki yang ada yang menghubungkan Australia, Selandia Baru, Samoa Amerika, Hawaii, dan pantai barat Amerika Serikat.

Hawaiki Nui juga memperluas jaringan kawasan bawah laut dan menawarkan konektivitas dan redundansi ke kawasan Asia Pasifik.

“Infrastruktur kabel bawah laut all-in-one dengan beberapa rute internasional dan domestik yang tertanam dalam sistem yang sama, Hawaiki Nui telah dirancang untuk menghadirkan konektivitas langsung melalui jalur bawah laut baru dan memberikan keragaman yang optimal,” kata Galasso seperti dikutip dari channellife.com.au, Senin (8/11/2021).

Hawaiki Nui - Submarine Networks

Peta jaringan kabel Hawaiki Nui.-www.submarinenetworks.com

Dia menambahkan, “Indonesia telah menjadi pasar strategis di Asia Tenggara dan kami berharap dapat bekerja sama dengan Moratelindo, yang telah menunjukkan kemampuannya untuk menerapkan dan mengoperasikan jaringan serat bawah laut dan terestrial di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.”

Kabel tersebut akan dibangun dalam kemitraan dengan penyedia telekomunikasi Indonesia PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo). Perusahaan akan bertindak sebagai pihak pendaratan di Indonesia dan juga akan mendapatkan izin dan otorisasi yang diperlukan untuk kabel tersebut. Selain itu, Moratelindo juga akan terlibat dalam desain dan pengembangan sistem.

Direktur Utama Moratelindo Galumbang Menak mengaku senang bisa terlibat dalam pengembangan kabel Hawaiki Nui.

“Sistem kabel bawah laut baru ini akan memberikan alternatif rute latensi rendah untuk konektivitas internasional ke dan dari Indonesia, dan mengurangi ketergantungan negara pada koneksi yang ada melalui Singapura.”

Hawaiki baru-baru ini mengumumkan penjualan perusahaan kepada BW Digital, afiliasi dari perusahaan maritim yang berbasis di Singapura, BW Group, dengan jumlah yang tidak diungkapkan. Transaksi ini diharapkan akan selesai tahun depan.

Sebelumnya, PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) meraih kontrak anyar dari Hawaiki Submarine Cable Limited Partnership.

Berdasarkan keterbukaan informasi, mereka telah menandatangani kerjasama pada 2 November 2021. Mereka bersepakat untuk melaksanakan proyek Hawaiki Nui Submarine Cable System.

Proyek anyar tersebut akan membangun kabel bawah laut yang menghubungkan Australia, Indonesia, Singapura dan Amerika Serikat. Adapun kedua perseroan sepakat untuk melakukan kerja sama dalam rangka engineering, provision, construction, dan installation.

Manajemen Moratelindo mengatakan perseroan akan berperan dalam segala pengurusan dan perolehan izin di Indonesia terkait pembangunan proyek. Selain itu, anak usaha Grup Sinarmas tersebut akan ikut mendesain proyek dalam rangka optimalisasi rute kabel laut dan titik pendaratan.

Pasalnya infrastruktur kabel bawah tanah akan terhubung dengan jaringan bawah laut. Meski demikian, kedua belah pihak belum mengumumkan nilai proyek yang telah disepakati.

Manajemen Moratelindo berharap agar dengan proyek anyar tersebut dapat meningkatkan ekspansi bisnis perseroan serta berdampak positif pada kinerja serta kondisi keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Zufrizal

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.