Free

Safeguard Dicabut, Industri Semen Bakal Ngebut

Filipina resmi mencabut pemberlakuan safeguard produk semen asal Indonesia mulai Oktober 2022. Langkah ini dinilai memberi angin segar bagi eksportir semen RI.

Rayful Mudassir

25 Nov 2022 - 17.27
A-
A+
Safeguard Dicabut, Industri Semen Bakal Ngebut

Bisnis, JAKARTA - Ekspor produk semen asal Indonesia berpotensi meningkat setelah Pemerintah Filipina menghentikan upaya pengamanan perdagangan atau safeguard terhadap produk asal Tanah Air. 


Safeguard umumnya dilakukan oleh sebuah negara untuk melindungi industri di negara tersebut. Lantas, semen yang dipasok dari Indonesia dikenai sejumlah biaya sebagai bea masuk agar tetap bersaing dengan produk lokal Filipina.  


Keputusan ini memberi peluang positif bagi upaya peningkatan ekspor semen Indonesia ke pasar Filipina. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan kebijakan ini mulai diterapkan oleh Negeri Lumbung Padi tersebut sejak 22 Oktober 2019. 


Tiga tahun kemudian atau 22 Oktober 2022, Filipina memutuskan untuk tidak memperpanjang safeguard atas produk semen Indonesia. Artinya, Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) produk semen senilai 8 - 10 peso Filipina per sak semen dengan berat 40 kilogram tidak diberlakukan lagi.


Kebijakan Filipina memang sempat memberi pukulan pada ekspor produk semen asal Indonesia. Pasalnya ekspor komoditas itu seketika anjlok pada 2019. Namun begitu, nilai ekspor membaik pada 2020 hingga 2021. 


BACA JUGA: Semen Indonesia Subtitusi Batu Bara, Emisi Karbon Turun 2,1%


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor semen berdasarkan HS dua digit (25), sebelum pengenaan safeguard, ekspor garam, belerang, tanah dan batu, plester, kapur dan semen mencapai US$25,55 juta pada 2018. Nilai ekspor ini turun menjadi hanya US$14,62 juta pada 2019. 


Namun begitu, ekspor produk tersebut kembali naik menjadi US$27,87 juta pada 2020 dan melejit pada 2021 senilai US$48,48 juta.


Langkah Filipina diyakini akan mengembalikan daya saing semen Indonesia di negara itu. “Kami berharap produsen semen Indonesia dapat terpacu untuk akselerasi ekspor ke pasar Filipina dan meningkatkan kinerja ekspor nonmigas,” ujar Mendag Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2022).


Keputusan penghentian pengenaan BMTP itu berdasarkan rekomendasi Komisi Tarif Filipina. Rekomendasi ini berdasarkan laporan akhir hasil penyelidikan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2022. Hasilnya, tidak ditemukan adanya kerugian serius pada industri di Filipina selama periode investigasi.


Selain itu, tidak terdapat ancaman kerugian serius dan penurunan kondisi ekonomi yang signifikan pada industri domestik Filipina dalam waktu dekat.


Rekomendasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Kementerian Perdagangan dan Industri Filipina melalui Department Administrative Order No. 22-14 series of 2022 yang dikeluarkan pada 24 Oktober 2022 dan dipublikasikan di situs resminya pada 9 November 2022.


Pekerja memindahkan semen ke atas kapal di Pelabuhan Makassar, Sulsel, Senin (16/5). /BISNIS.COM


Adapun, selama periode penyelidikan yaitu periode 2019–2021, industri semen di negara itu telah berhasil mempertahankan posisi pasar, meningkatkan kapasitas pabrik, menstabilkan biaya produksi dan meningkatkan profitabilitas.


Komisi Tarif Filipina memulai penyelidikan perpanjangan penerapan tindakan safeguard terhadap produk semen dengan Pos Tarif 2523.29.90 dan 2523.90.00 pada 24 Februari 2022.


Sebagai tindak lanjut, Kemendag melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri yang dikoordinasikan oleh Direktorat Pengamanan Perdagangan telah mengambil langkah-langkah proaktif guna mengamankan akses pasar ekspor produk semen Indonesia di Filipina.


Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi menegaskan bahwa Kemendag akan selalu siap mengamankan akses pasar Indonesia ke mancanegara.


“Kami akan selalu siap dan proaktif dalam mengamankan akses pasar Indonesia ke mancanegara sebagai upaya menggenjot kinerja ekspor nonmigas nasional,” ujar Didi.




Direktur Pengamanan Perdagangan, Natan Kambuno menyebut bahwa pemerintah senantiasa melakukan upaya pembelaan dalam berbagai kesempatan. Langkah tersebut ditempuh melalui penyampaian sanggahan secara tertulis maupun secara oral saat public hearing.


“Upaya pembelaan tersebut pada akhirnya membuahkan hasil yang baik bagi kepentingan keberlanjutan daya saing produk semen Indonesia di pasar Filipina,” pungkasnya.


BPS mencatat, nilai ekspor produk semen (HS 2523.29.90 dan 2523.90.00) Indonesia ke Filipina pada periode Januari–September 2022 tercatat sebesar US$7,52 juta dengan volume ekspor sebesar 153.950 ton.


Sementara pada 2021, ekspor Indonesia ke Filipina untuk produk tersebut tercatat sebesar US$13,43 juta dengan volume sebesar 292.800 ton. (Indra Gunawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.