Free

Pembiayaan Mobil Baru MUF Naik di Tengah Penurunan Penjualan

PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatatkan pembiayaan sebanyak 14,5 ribu unit naik dibandingkan 12,2 ribu unit .

Pernita Hestin Untari

2 Jun 2024 - 12.33
A-
A+
Pembiayaan Mobil Baru MUF Naik di Tengah Penurunan Penjualan

Nasabah Mandiri Utama Finance/muf.co.id

Bisnis, JAKARTA— Kendati penjualan mobil baru domestik mengalami penurunan, PT Mandiri Utama Finance (MUF) bisa mencatat pertumbuhan pembiayaan mobil baru sepanjang periode Januari-April 2024. 

Adapun pembiayaan naik, baik berdasarkan unit maupun nilai pembiayaan, di mana kenaikannya masing-masing sebesar 19,3% dan 24,5%.  Direktur Utama MUF Stanley Setia Atmadja mengatakan, pembiayaan pembiayaan pada periode tersebut tercatat sebanyak 14,5 ribu unit naik dibandingkan 12,2 ribu unit pada periode yang sama pada 2023. 

“Sementara nilai pembiayaan YtD [year to date] April 2024 tercatat sebesar Rp3,2 triliun naik dibandingkan dengan Rp2,6 triliun pada periode yang sama pada 2023,” kata Stanley kepada Bisnis, Sabtu (1/6/2024). 

Stanley berujar pertumbuhan pembiayaan mobil baru pada periode Januari—April 2024 seiring dengan pertumbuhan pada jaringan distribusi yang dikembangkan dan juga pertumbuhan dari pembiayaan yang berasal dari nasabah Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia. 

Baca Juga: Beda Multifinance, Pinjol, dan Modal Ventura untuk UMKM

Sementara untuk pembiayaan mobil bekas, Stanley menyebut, kinerjanya kurang lebih sama, di mana secara unit pembiayaan MUF mencatatkan unit pembiayaan sebesar 13,1 ribu unit. Angka tersebut naik dibandingkan dengan 13,3 ribu unit pada periode yang sama pada 2023. 

Kemudian nilai pembiayaan hingga April 2024 mencapai Rp1,8 triliun. Secara komposisi, Stanley menyebut, nilai pembiayaan mobil bekas hingga April 2024 dibandingkan dengan nilai pembiayaan yang dicairkan oleh MUF adalah sebesar 25,9%.  

Sebagai informasi, jumlah nilai pembiayaan MUF hingga April 2024 adalah sebesar Rp7,2 Triliun. 

“Sementara untuk komposisi pembiayaan mobil baru periode YtD April 2024 dibandingkan dengan nilai pembiayaan MUF adalah sebesar 44,5%.  Bila dibandingkan dengan nilai pembiayaan mobil, komposisi pembiayaan mobil baru dibandingkan dengan mobil bekas adalah sebesar 63,2%:36,8%,” ungkap Stanley. 

Baca Juga: OJK Kembali 'Bersih-Bersih' Industri Multifinance

Untuk tahun 2024, Stanley menyebut, MUF menargetkan nilai pembiayaan mobil bekas sebesar Rp4,3 Triliun. Untuk mencapai target nilai pembiayaan, MUF melakukan beberapa inisiatif. 

Pertama, meningkatkan kerja sama dengan Bank Mandiri dan  dan BSI untuk meningkatkan nilai pembiayaan yang berasal dari nasabah BMRI dan BSI. Kedua, membangun dan memperluas (wide and deep) kerja sama dengan rekanan dealer dan showroom.

Ketiga, melakukan pengembangan jaringan distribusi untuk memaksimalkan potensi pembiayaan yang ada dengan memperhatikan sinergi jaringan distribusi dengan Bank Mandiri dan BSI. Keempat, mengadakan event dan program bersama dengan BMRI dan BSI untuk meningkatkan potesi pembiayaan, baik dari nasabah Bank Mandiri dan BSI maupun dari masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.