Pemerintah Tuntaskan 42 Proyek Bendungan Selama 8 Tahun

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 hingga 2024, pemerintah dapat menyelesaikan sebanyak 61 proyek bendungan.

Ibad Durrohman

29 Feb 2024 - 14.17
A-
A+
Pemerintah Tuntaskan 42 Proyek Bendungan Selama 8 Tahun

Pembangunan bendungan Jagrung. /istimewa

Bisnis, JAKARTA – Sejak 2015 hingga 2023, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 42 proyek bendungan sebagai upaya untuk membangun ketahanan pangan dan ketahanan air nasional.

Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 hingga 2024, pemerintah dapat menyelesaikan sebanyak 61 proyek bendungan.

“Sampai saat ini kami sudah tuntaskan 42 dari target 61 bendungan. Saat ini kita sedang upayakan sekuat tenaga untuk menyelesaikan sisa 19 bendungan hingga akhir tahun 2024 atau selambat-lambatnya di awal 2025,” ujarnya dikutip Kamis (29/2/2024). 

Adapun sepanjang 2023, ada enam bendungan yang telah selesai dibangun yakni Bendungan Cipanas (Jabar), Sepaku Semoi (Kalimantan Timur), Tiu Suntuk (NTB), Karian (Banten), Ameroro (Sulawesi Tenggara), dan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara.

Baca Juga: Patah Arang Penyelesaian 61 Bendungan Harus Mundur di 2025

Sementara itu Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR Adenan Rasyid mengatakan, untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman pangan Pemerintah melakukan dua strategi utama yakni meningkatkan konversi padi ke beras dan meningkatkan indeks pertanaman.

Dengan penyelesaian 42 bendungan tersebut dapat mengairi sawah seluas 283.203 hektare atau empat kali luas wilayah Jakarta.

Adapun produktivitas lahan untuk padi meningkat menjadi 4 juta hingga 5 juta ton per tahun dan menyediakan tambahan air baku sebesar 35,6 meter per detik yang dapat memenuhi kebutuhan bagi 10 juta jiwa penduduk.

“Dengan penyelesaian 61 bendungan sampai dengan tahun 2024, akan meningkatkan indeks pertanaman dari 125% menjadi 209%. Layanan air irigasi akan meningkat dari 229 bendungan eksisting sebesar 10,6% (761.000 hektare) pada tahun 2015 menjadi 18,11% (1,2 juta hektare sawah irigasi) pada tahun 2024,” katanya.

Kementerian PUPR terus melanjutkan penyelesaian 61 bendungan pada 2015-2024 di berbagai wilayah Indonesia dalam rangka membangun ketahanan pangan dan ketahanan air nasional. Bendungan multifungsi yang dibangun bertujuan sebagai sumber air irigasi, air baku, energi listrik terbarukan, pengendalian banjir, konservasi air, dan pengembangan pariwisata.

Selain untuk ketahanan air dan pangan, Adenan mengatakan bahwa tambahan 61 bendungan yang selesai juga berpotensi untuk membangkitkan tenaga listrik (pembangkit listrik tenaga air/PLTA) pada 43 bendungan dengan total kapasitas 255,2 MW, antara lain Bendungan Way Sekampung 5,40 MW, Jatigede 110 MW, dan Leuwikeris 20 MW.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.