Pemicu Impor Nonmigas RI Lesu pada Maret 2024

Impor nonmigas pada bulan mengalami penurunan sebesar 5,34% secara bulanan. Secara tahunan, turun 16,72%.

Afiffah Rahmah Nurdifa

23 Apr 2024 - 16.01
A-
A+
Pemicu Impor Nonmigas RI Lesu pada Maret 2024

Kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA – Nilai impor nonmigas Indonesia mengalami penurunan, baik secara bulanan maupun tahunan pada Maret 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan laju impor nonmigas ditopang tiga komoditas utama. 

Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan bahwa ketiga komoditas utama tersebut adalah mesin/peralatan mekanis, mesin/perlengkapan elektrik, serta serealia. 

"Pada Maret 2024, nilai impor ketiga komoditas tersebut memberikan share sekitar 37,18% terhadap total impor nonmigas," kata Amalia dalam rilis BPS, Senin (22/4/2024). 

Baca juga: Daftar Tiga Negara Asal Impor Nonmigas Terbesar RI pada Maret 2024

Amalia menjelaskan bahwa nilai impor nonmigas pada bulan lalu sebesar US$14,63 miliar atau mengalami penurunan sebesar 5,34% secara bulanan. Sementara itu, secara tahunan, nilai impor nonmigas turun 16,72%. 

Penurunan impor nonmigas dipengaruhi oleh melemahnya laju impor mesin dan peralatan mekanis dan bagiannya (HS 84), plastik dan barang dari plastik (HS 39), serta kendaraan dan bagiannya (HS 87). 

Amalia menjelaskan, impor mesin/peralatan mekanis mengalami penurunan secara bulanan sebesar 17,18% menjadi US$2,28 miliar atau turun dibandingkan bulan sebelumnya US$2,75 miliar. Secara tahunan, nilainya turun 13,90% dibandingkan Maret 2023 yang nilainya sebesar US$2,65 miliar.  

 

 

"Secara bulanan nilai impor mesin peralatan mekanis turun sebesar US$473 juta dan volumenya turun 113.800 ton. Sementara mesin perlengkapan elektrik dan serealia mengalami peningkatan," tuturnya. 

Adapun, impor mesin/perlengkapan elektrik naik 1,32% secara bulanan senilai US$2,28 miliar, lebih rendah dari bulan sebelumnya US$2,25 miliar, sedangkan secara tahunan turun 11,08% yang saat itu senilai US$2,56 miliar. 

"Nilai impor mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya naik US$29,4 juta, namun secara volume mengalami penurunan," jelasnya. 

Baca juga: Impor Nonmigas RI Maret 2024 Anjlok 5,34%, BPS Ungkap Sebabnya

Di sisi lain, impor serealia naik secara bulanan 25,97% dengan nilai US$0,88 miliar, lebih tinggi dari bulan sebelumnya US$0,70 miliar. Secara tahunan, nilai impor serealia naik 144,02% dari tahun lalu US$0,36 miliar. 

"Secara tahunan hanya serealia yang mengalami peningkatan, untuk serealia mengalami peningkatan, baik dari sisi nilai yaitu sebesar US$182,2 juta dan volumenya meningkat sebesar 491.001 ton," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.