Pemilu Buat Penjualan Alat Berat United Tractors Turun 3,72%

United Tractors Tbk (UNTR) yang merupakan anak usaha Astra (ASII) memproyeksikan penjualan alat berat dapat mencapai 5.800 unit sampai akhir 2023.

Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra

26 Okt 2023 - 12.49
A-
A+
Pemilu Buat Penjualan Alat Berat United Tractors Turun 3,72%

Alat berat milik PT United Tractors Tbk. (UNTR). /Dok. Perseroan

Bisnis, JAKARTA — Penjualan alat berat entitas PT Astra International Tbk. (ASII), yakni PT United Tractors Tbk. (UNTR) mengalami penurunan 3,72 persen sampai kuartal III/2023.

Corporate Secretary United Tractors Sara K. Loebis mengatakan penjualan alat berat sepanjang Januari—September 2023 mencapai 4.365 unit. Realisasi tersebut turun 3,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY) sebanyak 4.534 unit.

“Sebagian besar penurunan terjadi di sektor konstruksi karena menjelang Pemilu 2024 biasanya proyek infrastruktur melambat,” ujar Sara kepada Bisnis, Rabu, (25/10/2023).

Baca juga: Semringah Emiten Properti Sambut Insentif PPN DTP

Dia memproyeksikan penjualan alat berat dapat mencapai 5.800 unit sampai akhir 2023. Namun, proyeksi tersebut masih dalam tahap peninjauan ulang dari jajaran manajemen.

Adapun, manajemen United Tractors sebelumnya memasang target penjualan alat berat hingga 6.000 unit sampai akhir tahun. Ini lantaran industri komoditas masih terbilang positif saat awal 2023.


Alat berat dari UNTR beroperasi disaah satu tambang milik perusahaan. /Dok. UNTR

Data terbaru Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) pada Senin (25/10/2022) menunjukkan bahwa produksi alat berat mencapai 6.248 sampai kuartal III/2023, turun 3,16 persen secara YoY dari 6.452 unit.

Produksi alat berat pun masih didominasi oleh hydraulic excavator sebanyak 5.279 unit. Kemudian disusul oleh bulldozer 593 unit, dump truck 345 unit, dan motor grader sebanyak 31 unit.

Baca juga: Bank MNC (BABP) Akan Rights Issue 13,5 Miliar Saham

Ketua Umum Hinabi Jamaluddin menyebut turunnya produksi alat berat disebabkan oleh sektor tambang yang sedang lesu akibat harga komoditas yang menurun. Adapun Hinabi masih memasang target produksi alat berat sebanyak 10.000 unit sampai akhir 2023.

“Penurunan ada di sektor mining. Salah satu penyebabnya commodity price,” ujar Jamaluddin kepada Bisnis, Senin (25/10/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.