Penanganan Peti Tak Bisa Setengah Hati

Keterbatasan lapangan pekerjaan serta desakan ekonomi menjadi salah satu pemicu terus bermunculannya kegiatan Peti, selain momentum lonjakan harga komoditas.

Ibeth Nurbaiti
Aug 5, 2022 - 5:00 PM
A-
A+
Penanganan Peti Tak Bisa Setengah Hati

Bisnis, JAKARTA — Praktik pertambangan tanpa izin atau Peti yang kian marak bermunculan di Tanah Air sudah sangat meresahkan. Tidak hanya merugikan negara dan lingkungan sekitar, kegiatan penambangan ilegal ini juga berdampak buruk bagi perusahaan tambang legal.

Seperti yang dialami Mining Industri Indonesia (MIND ID), aktivitas pertambangan ilegal tersebut terjadi di hampir seluruh wilayah operasi grup holding tambang yang menaungi PT Aneka Tambang Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), dan PT Timah Tbk.

Berdasarkan monitoring dari citra satelit, luas kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas tambang darat ilegal diperkirakan mencapai kurang lebih 60.000 hektare. Komoditas utama yang menjadi sasaran tambang ilegal tersebut adalah timah, emas, batu bara, dan nikel.

Baca juga: Berantas Tuntas Tambang Ilegal Butuh Totalitas

Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini