Pencadangan Bank Besar di Tengah Ancaman Resesi Global

Risiko ekonomi global membuat bank besar mempersiapkan diri. Seperti apa pencadangan pada perseroan?

Jaffry Prabu Prakoso

3 Des 2022 - 10.02
A-
A+
Pencadangan Bank Besar di Tengah Ancaman Resesi Global

Ilustrasi resesi global. Resesi global menjadi ancaman bagi semua sektor ekonomi, tanpa terkecuali perbankan. /freepik

JAKARTA – Resesi global menjadi ancaman bagi semua sektor ekonomi, tanpa terkecuali perbankan. Sejumlah bank besar seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) hingga PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) pun menguatkan pencadangan menghadapi risiko tersebut.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan bahwa perseroan senantiasa berkomitmen untuk menyalurkan kredit secara hati-hati. BCA juga tetap mengkaji peluang di berbagai sektor, sekaligus mempertimbangkan prinsip kehati-hatian.

"Perbankan juga masih akan tetap melakukan pencadangan sebagai upaya antisipasi kualitas kredit ke depannya," katanya kepada Bisnis pada Jumat (2/12/2022).

Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang BCA di Jakarta, Selasa (21/12/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

BCA mencatat rasio cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) pada kuartal III/2022 meningkat menjadi 3,18 persen dari 3,20 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Bank Mandiri juga melakukan hal yang sama. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan bahwa saat ini perusahaan telah didukung oleh pencadangan kredit CKPN yang sangat memadai. BMRI mencatatkan jumlah CKPN hingga kuartal III/2022 sebanyak Rp41,21 triliun.

Baca juga: Ekonomi 2023 Menantang, Stabilitas Bank Tetap Kokoh

Sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) akan tetap berupaya menjaga kualitas kredit menghadapi tantangan ekonomi global tahun depan. 

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan bahwa BNI menjalankan inisiatif strategi yang tepat sasaran dalam menjaga kualitas kredit serta berfokus untuk melakukan ekspansi kredit yang sehat di tengah pemulihan ekonomi nasional.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta agar semua sektor berhati-hati menghadapi gejolak ekonomi global tahun depan. Dia mengatakan bahwa situasi ekonomi dunia pada 2023 akan ruwet.

Baca juga: Mencari Solusi Integrasi Sistem Pembayaran Digital Skala Asean

Bahkan, menurutnya, tidak ada pemimpin negara-negara kaya yang bisa memprediksi situasi tahun depan.

Saat dia tanya ke negara-negara produsen minyak, Jokowi menuturkan bahwa mereka bingung harus membuat kebijakan seperti apa untuk menghadapi ancaman ekonomi 2023.

"Saya bertemu seluruh kepala negara dengan GDP [gross domestic product] terbesar di dunia, sama semuanya pusing. Oleh sebab itu kita harus hati-hati dan waspada," kata Jokowi dalam pidatonya di acara Pertemuan Tahunan BI 2022.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar juga meminta agar sektor keuangan, termasuk perbankan berhati-hati menjaga kinerjanya mengahadapi tantangan ekonomi global itu.

Foto dari sebuah gedung pencakar langit di lantai 30 yang diambil oleh salah satu karyawan di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2022)/Bisnis-istimewa

"Disampaikan oleh Presiden bahwa kita harus hati-hati atas pelemahan ekonomi dunia, termasuk sektor keuangan. Kita harapkan semuanya tetap tumbuh dengan proses antisipasi dan kewaspadaan," ujarnya saat ditemui setelah acara Pertemuan Tahunan BI 2022, Rabu (30/11/2022).

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan bahwa saat resesi global, inflasi akan meninggi. Bagi sektor perbankan, ini dikhawatirkan akan membawa masalah pada kualitas kredit.

"Bagaimanapun bank mesti hati-hati di tengah terpaan resesi, NPL akan tinggi, bank juga harus siapkan CKPN yang besar," ujarnya kepada Bisnis pada beberapa waktu lalu (25/10/2022). (Fahmi Ahmad Burhan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.