Pencegahan Covid, Jokowi Minta Jajarannya Fokus Awasi Kenaikan

Presiden Jokowi meminta agar semuanya jajarannya fokus pada penurunan kasus harian dan kasus aktif Covid-19. Dia menyebutkan kasus aktif di Indonesia sudah berada di bawah 9.000, sedangkan penambahan kasus harian berada di antara 300 - 400.

Akbar Evandio

17 Nov 2021 - 21.24
A-
A+
Pencegahan Covid, Jokowi Minta Jajarannya Fokus Awasi Kenaikan

Ilustrasi - Presiden Jokowi saat mengikuti KTT ABAC secara virtual dari Istana Negara, Jakarta./BPMI-Lukas

Bisnis, JAKARTA - Semua pihak diminta lebih fokus memantau perkembangan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Provinsi, kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 meskipun sedikit harus mendapat perhatian.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perkembangan Covid di dalam negeri. Jokowi membandingkan hal itu dengan tren kenaikan kasus harian di Amerika Serikat, Inggris, Rusia, serta Jerman.

"Saya minta agar kita semuanya fokus kepada penurunan kasus harian dan kasus aktif. Kita tahu kasus aktif kita sudah berada di bawah 9.000 dan juga penambahan kasus di angka angka antara 300 - 400 kasus hariannya," kata Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna, dikutip melalui Youtube Sekretariat Kabinet, Rabu (17/11/2021).

Jokowi pun meminta semua pihak fokus menurunkan kasus Covid-19. Bahkan, dirinya membandingkan kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah negara.

“Lebih fokus lagi agar dilihat provinsi-provinsi, kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan meskipun sedikit agar diberikan perhatian. Karena kita tahu sekarang di Amerika Serikat kasus harian juga naik lagi ke angka 70.000, Inggris juga 39.000, Rusia 38.000, Jerman 30.000," ujarnya.

Jokowi menginstruksikan agar setiap daerah yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 diingatkan dan pemerintah dapat memberikan bantuan kepada daerah-daerah tersebut.

"Nanti provinsi-provinsi yang naik meskipun hanya sedikit betul-betul diberi peringatan dan diberi bantuan agar kasusnya bisa turun kembali. Kabupaten dan kota juga sama, dilihat secara detail karena kita datanya komplet semuanya, juga diberikan bantuan untuk menekan agar kasusnya menjadi lebih turun," kata Jokowi.

Presiden Jokowi meminta agar semua pihak waspada, sebab ada potensi berlanjutnya pandemi Covid-19 pada 2022.

"Waspadai tantangan kita pada 2022 yakni potensi berlanjutnya pandemi dan perlambatan ekonomi dunia karena pandemi global yang belum selesai-selesai," kata Jokowi.

Dampak Pandemi Pada Ekonomi Global

Jokowi menyebutkan dampak pandemi terhadap ekonomi global tahun depan masih beragam.

“[Semua] yang berkaitan dengan risiko global, agar semua diwaspadai," katanya.

Jokowi mencontohkan sentimen perlambatan ekonomi China. Selama ini Negeri Tirai Bambu tersebut menjadi mitra dagang utama Indonesia. Perlambatan ekonomi China dinilai Jokowi memiliki dampak lebih lanjut terhadap perekonomian Indonesia.

"Betul-betul dilihat karena ekspor kita ke sana besar," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyoroti langkah kebijakan The Federal Reserve (The Fed) yang mulai memberikan sinyal untuk meninggalkan kebijakan ultra longgar menuju pengetatan (tapering off).

"Risiko tapering off, dari Amerika, betul-betul dilihat dampak yang harus kita siapkan dan apa yang harus kita lakukan," katanya.

Jokowi juga mengingatkan risiko inflasi global. Menurutnya, jajaran pemerintah harus melakukan berbagai langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak inflasi global.

"Semua dihitung, dikalkulasi di mana yang harus kita antisipasi," tegasnya.

Jokowi berpesan agas kas keuangan negara pada tahun depan harus bisa menjadi instrumen utama untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya tahan.

"Mengakselerasi daya saing kita, utamanya daya saing di ekspor dan daya saing di investasi," jelasnya. (Fitri Sartina Dewi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Saeno

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.