Free

Penerapan Sistem Transportasi Cerdas Makin Dibutuhkan

Sistem transportasi cerdas dapat mengatasi tantangan berat mulai dari kemacetan lalu lintas, kecelakaan, terhambatnya arus logistik, hingga polusi gas karbon.

Lorenzo Anugrah Mahardhika

28 Mei 2024 - 21.22
A-
A+
Penerapan Sistem Transportasi Cerdas Makin Dibutuhkan

Bisnis, JAKARTA – Penerapan sistem transportasi cerdas atau intelligent transport system (ITS) semakin diperlukan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan tren urbanisasi

Sistem tersebut dinilai dapat mengatasi beragam permasalahan konektivitas. Oleh karena itu, kolaborasi antarnegara, transfer teknologi, hingga perbaikan regulasi diperlukan untuk mengimplementasikan sistem dengan optimal. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa sebanyak dua per tiga masyarakat dunia akan tinggal di kawasan perkotaan pada 2050.

Baca juga: Ini Cara Melihat Jadwal dan Live Tracking Bus Transjakarta di Google Maps

Hal tersebut akan menghadirkan tantangan berat di sektor transportasi, mulai dari kemacetan lalu lintas, kecelakaan, terhambatnya arus logistik, hingga polusi gas karbon. Sistem transportasi cerdas (ITS) dapat mengatasi masalah-masalah tersebut dengan menggunakan berbagai teknologi, termasuk di Indonesia.

"Sistem transportasi cerdas dapat membantu kita mengatasi tantangan urbanisasi yang pesat, perubahan iklim, dan lainnya. Sistem ini menawarkan efisiensi, keselamatan dan keberlanjutan dalam pergerakan orang dan barang," kata Menhub dalam acara ITS Asia-Pacific Forum 2024 di Jakarta, Selasa (28/5/2024).

Budi Karya menyebut, perlu ada kemitraan dan komitmen untuk mempercepat penerapan sistem transportasi cerdas. 

Selain itu, pendalaman mekanisme dan strategi pembiayaan kreatif dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan juga perlu dilakukan agar pendanaan pembangunan infrastruktur transportasi cerdas dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Dia melanjutkan, penerapan sistem transportasi cerdas juga memerlukan perbaikan dari sisi kerangka regulasi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengeluarkan peraturan-peraturan yang mendukung penerapan sistem transportasi cerdas.

"Bapak Presiden [Joko Widodo] selalu memberikan dukungan bagi kami selaku pembantunya untuk membuat peraturan yang lebih baik, lebih mudah dan lebih cepat," katanya.

Selanjutnya, sistem transportasi cerdas juga harus didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Peningkatan kapasitas dan kapabilitas perlu dilakukan untuk memastikan SDM di sektor transportasi memiliki keterampilan dan keahlian yang diperlukan untuk mendorong mobilitas perkotaan cerdas.

Baca juga: Menhub Dorong Penerapan Sistem Transportasi Cerdas di RI

Kemudian, Budi Karya juga mendorong adanya transfer ilmu dan teknologi antar pemangku kepentingan terkait. Proses tersebut dapat mengakselerasi penerapan sistem transportasi cerdas yang lebih optimal ke depannya.

"Kami mendorong partisipasi dan kolaborasi aktif antara pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat sipil untuk mengembangkan solusi dan kerangka kolaborasi untuk transportasi cerdas dan konektivitas tanpa batas," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.