Pengeboran Sumur Minyak dan Gas Bumi di Utara Sumatra Kian Masif

Wilayah Sumatra bagian utara akan menjadi daerah yang akan berkontribusi besar untuk kegiatan pengeboran sumur eksploitasi.

Muhammad Ridwan
Nov 23, 2021 - 10:02 AM
A-
A+
Pengeboran Sumur Minyak dan Gas Bumi di Utara Sumatra Kian Masif

Warga beristirahat di dekat monumen pompa angguk minyak tertua di daerah Minas yang masuk dalam Blok Rokan di Riau, Rabu (1/8). Kementerian ESDM memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan Blok Rokan setelah kontrak Chevron habis pada 2021, dan mengakhiri kemitraan perusahaan itu dengan Pemerintah Indonesia yang sudah berlangsung selama lebih dari 90 tahun. ANTARA FOTO/FB Anggoro

Bisnis, JAKARTA — Kegiatan pengeboran sumur minyak dan gas bumi akan terus dilakukan secara masif pada tahun depan, untuk mendapatkan cadangan migas yang lebih besar. Peningkatan produksi turut digenjot melalui kegiatan pengeboran sumur eksploitasi.

Wilayah Sumatra bagian utara akan menjadi daerah yang akan berkontribusi besar untuk kegiatan pengeboran sumur eksploitasi.

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko mengatakan target pengeboran sumur eksploitasi di wilayah Sumatra bagian utara akan mencapai sebanyak 439 sumur atau 57% dari target nasional pengeboran tahun depan.

"Untuk mempersiapkan segala perencanaan yang berjalan sesuai dengan target maka diperlukan dukungan sinergi kerja sama yang strategis antara pemerintah pusat, pelaku bisnis sektor migas, beserta pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya," ujarnya dalam acara Northern Sumatra Forum 2021, Selasa (23/11/2021).

Dia menegaskan bahwa kunci penting untuk mencapai target tersebut adalah dengan penguatan kesepahaman terkait dengan berbagai askpek, baik regulasi maupun kebijakan-kebijakan operasional yang kewenangannya berada di pemerintah pusat atau pun di pemerintah daerah.

Oleh karena itu, imbuhnya, perlu adanya persamaan persepsi untuk bisa memuluskan rencana-rencana peningkatan produksi agar nantinya bisa mencapai target produksi minyak 1 juta barel per hari dan produksi gas bumi sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030.

"Semoga forum ini dapat menghasilkan langkah strategis dalam menyamakan persepsi bersama terkait dengan operasi lalu migas di lingkup regional daerah dengan adanya sinergi dan pemahaman yang sama kita harapkan dapat menunjang dan mendukung target nasional," jelasnya.

Hingga akhir 2021, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi memproyeksikan jumlah sumur pemboran pengembangan yang bisa diselesaikan mencapai 538 sumur.

Jumlah tersebut tercatat sebagai jumlah pengeboran sumur pengembangan terbesar dalam 5 tahun terakhir.

Sampai dengan September 2021, pengeboran pengembangan yang sudah diselesaikan mencapai 318 sumur. Jumlah itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan capaian 2020 yang sebanyak 240 sumur.

“Di tengah situasi pandemi Covid-19, prognosa realisasi pemboran berdasarkan perkembangan saat ini adalah sebanyak 538 sumur sampai akhir tahun,” kata Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno, belum lama ini.

Dia menjelaskan bahwa dalam 5 tahun terakhir aktivitas pemboran menurun, sehingga menyebabkan perusahaan penyedia jasa pemboran juga mengalami penurunan aktivitas dan berkurangnya kesiapan operasi.

Kendati demikian, berbagai langkah dilakukan untuk dapat mengamankan rig yang tersedia dan mengoptimalkannya. Salah satunya adalah melalui kontrak bersama penggunaan rig oleh beberapa kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas.

Langkah tersebut tidak hanya memberikan kepastian jadwal rig, tetapi juga mampu memberikan dampak efisiensi biaya, sehingga memberikan penerimaan negara menjadi lebih optimal.

Julius menambahkan bahwa tantangan tidak hanya dari aspek ketersedian rig, tetapi juga kesiapan lahan dan penyelesaian perizinan termasuk AMDAL juga menjadi hambatan tersendiri.

Untuk mengejar target prognosa capaian pemboran sumur pengembangan pada 2021 sebesar 538 sumur, SKK Migas telah meningkatkan koordinasi dengan KKKS serta instansi terkait.

Editor: Ibeth Nurbaiti*

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar