Free

Pengembang Menatap Bisnis Properti 2023 dengan Optimisme

Pengembang properti ternama di Indonesia kompak melihat tahun 2023 menjadi tahun yang memiliki prospek cerah untuk bisnis properti.

Jaffry Prabu Prakoso

26 Nov 2022 - 13.22
A-
A+
Pengembang Menatap Bisnis Properti 2023 dengan Optimisme

Perumahan di Jonggol, Jawa Barat. Para pengembang sepakat prospek properti pada 2023 cerah selama pasar domestik masih terjaga. /Bisnis

JAKARTA – Para pengembang properti papan atas optimistis prospek bisnis properti pada 2023 mendatang akan cemerlang di tengah adanya tantangan pertumbuhan ekonomi makro maupun global.

Pemerintah beberapa kali mewanti-wanti terkait resesi global yang dapat menimpa negara manapun. Namun, Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif di angka 5,72 persen pada triwulan III/2022.

Wakil Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Bidang Komunikasi, Promosi, dan Pameran Ahmad Zulfikar Fauzi menafsirkan kondisi pertumbuhan ekonomi tersebut sebagai sinyal bahwa pasar domestik masih akan menguat meski diterjang isu resesi.


Optimisme tersebut datang dari pengalaman Indonesia dalam menghadapi resesi atau krisis ekonomi pada 1998, 2008, dan saat pandemi dua tahun lalu. Menurutnya, Indonesia telah berhasil melewati masa-masa tersebut dengan baik.

"Pasar kita domestik semua, domestik kita kuat, dan ingat enggak waktu kita resesi, siapa yang membela negara ini menjadi tetap eksis? Bangsa kita sendiri," kata Ahmad Zulfikar alias Ikang dalam Talkshow di Indonesia Property Expo 2022 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Namun, dia tak memungkiri bahwa kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Di saat yang sama masyarakat juga perlu bersiaga dengan segala kemungkinan.

Baca juga: Pengembang Diam-diam Jual Rumah Subsidi di Atas Ketentuan Harga

Ikang juga optimistis bahwa pertumbuhan di pasar properti akan terus berjalan dengan kehadiran generasi muda. Ketika kebutuhan properti di masa depan berada di tangan milenial, maka para pengembang saat ini pun berupaya memenuhi kebutuhan tersebut.

"Mereka berdaya. Mereka bisa menghidupkan jaringan bisnis sehingga tetap berjalan. Jadi, uang berputar terus," ujarnya.

Lebih lanjut, menurut Ikang, saat ini yang perlu dilakukan, yaitu menjaga pasar tetap ada. Untuk itu, pengembang pun terus memberikan penawaran mulai dari inovasi skema pembiayaan, subsidi, hingga promo kepada calon pelanggan

"Pasar adalah kami-sama [bahasa jepang] artinya pasar adalah tuhan. Jadi bosnya adalah pasar dan pasar itu adalah kaum milenial," tandasnya.

Baca juga: Pertaruhan CTRA Turut Ramaikan Ceruk Pasar Hunian di Tangerang

Sementara itu, salah satu pengembang, yakni Direktur Millenium City Jason Tan menekankan bahwa pentingnya mengambil peluang untuk berinvestasi saat ini, termasuk di bidang properti.

"Lagi di zaman susah semua developer pasti menawarkan promo yang menurut saya tidak akan terjadi di zaman yang lagi tidak susah. Nah, ini yang kita edukasi orang liat opportunity ini. Spending-nya harus dikurangin, masukin ke peluang investasi termasuk properti," ujarnya.

LRT City ingin memberikan solusi berdasarkan atas lima dasar connecting life, yaitu sosial, karir, passion, kesehatan, dan lingkungan. /LRT
Dalam acara yang sama, berbagai pengembang kelas kakap hadir mulai dari Ciputra Development, Summarecon Agung, Jababeka, hingga Adhi Commuter Properti. 

Seluruh pengembang sepakat prospek properti pada 2023 cerah selama pasar domestik masih terjaga. (Afiffah Rahmah Nurdifa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.