Pengusaha Kuliner Jatim Berharap Berkah Nataru Terus Berlanjut

Selain itu, pelonggaran aktivitas masyarakat yang diikuti dengan imbauan pemerintah agar masyarakat tidak berlibur ke luar negeri juga berhasil mengerek tingkat hunian hotel di Provinsi Jawa Timur.

Peni Widarti

10 Jan 2022 - 20.00
A-
A+
Pengusaha Kuliner Jatim Berharap Berkah Nataru Terus Berlanjut

Pengunjung mengakses aplikasi pedulilindungi. - Antara/Fauzan

Bisnis, SURABAYA — Momen libur akhir tahun 2021 tanpa adanya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang ketat telah membawa berkah tersendiri bagi sejumlah bidang usaha di Jawa Timur, terutama yang berkaitan dengan industri food and beverage (F&B) atau kuliner.

Selain itu, pelonggaran aktivitas masyarakat yang diikuti dengan imbauan pemerintah agar masyarakat tidak berlibur ke luar negeri juga berhasil mengerek tingkat hunian hotel di provinsi itu.

Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur memperkirakan kinerja industri kuliner pada kuartal I/2022 bisa bertumbuh setidaknya 10%—15%.

Ketua Apkrindo Jatim Tjahjono Haryono mengatakan keyakinan pertumbuhan kinerja tersebut sejalan dengan membaiknya kondisi perekonomian di Jatim dan tren kasus Covid-19 yang melandai meskipun kini ada varian Omicron.

“Kami berharap Omicron ini tidak akan membawa dampak yang signifikan, walaupun di AS terjadi 1 juta kasus per hari. Di Indonesia masih paling banyak terjadi di Jakarta, dan tingkat fatality rate-nya juga kecil sekali. Kalau ini berjalan dengan baik, harapanya di kuartal I/2022 dulu saja akan tumbuh 10%—15%,” jelasnya, Senin (10/1/2022).

Untuk akhir tahun lalu tepatnya selama momen libur Natal dan Tahun Baru, imbuhnya, industri kuliner juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yakni naik 10%—15% dengan omzet penjualan rerata sudah mampu mencapai 90%.


Ilustrasi aktivitas masyarakat di kawasan restoran. - Antara/Rivan Awal Lingga


“Kami sangat mengapresiasi pemerintah yang akhirnya waktu itu membatalkan PPKM Level 3, karena yang kita tahu bahwa bisnis F&B ini sempat babak belur selama PPKM 3 bulan, yakni Juli—September 2021,” katanya.

Dengan capaian tersebut, lanjut Tjahjono, pengusaha kuliner juga makin optimistis karena ada beberapa momen yang diyakini akan mendongkrak penjualan, di antaranya seperti momen Imlek dan Valentine pada Februari mendatang.

“Di momen-momen ini biasanya masyarakat memilih untuk menikmati makan bersama keluarga di kafe/restoran. Ini yang biasanya kami optimalkan untuk mendorong tingkat konsumi masyarakat,” tuturnya.

Tidak jauh berbeda, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim, Dwi Cahyono mengatakan momen libur akhir tahun tanpa adanya PPKM yang ketat ternyata mampu mengerek tingkat hunian hotel dengan rerata okupansi mencapai 65%—70%, terutama di daerah destinasi wisata seperti Malang, Pasuruan, Batu, dan Banyuwangi.

“Selain tidak ada PPKM, adanya imbauan pemerintah agar masyarakat tidak berlibur ke luar negeri juga telah membawa berkah. Bukan hanya hotel, restoran juga ikut kecipratan rezeki akhir tahun,” katanya.

Dibandingkan dengan momen Natal dan Tahun Baru 2020, imbuhnya, tren orang yang melakukan aktivitas makan malam di restoran pada momen Nataru kemarin terjadi peningkatan 50%—60%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.