Penyebab BEI Suspensi Saham Chandra Asri (TPIA), Seperti CUAN

Bursa Efek Indonesia (BEI) turut melakukan suspensi terhadap saham TPIA, emiten grup konglomerat Prajogo Pangestu. Menyusul emiten grup ini lainnya, CUAN, yang sudah terkena suspensi lebih dahulu.

Ibad Durrohman

22 Des 2023 - 15.20
A-
A+
Penyebab BEI Suspensi Saham Chandra Asri (TPIA), Seperti CUAN

Kompleks Petrokimia Chandra Asri di Cilegon, Banten./Istimewa

Bisnis, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan suspensi terhadap saham emiten Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) mulai hari ini, Jumat (22/12/2023).

BEI mengumumkan alasan suspensi ini sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, BEI  memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan sahamnya.

"Penghentian perdagangan saham saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I perdagangan tanggal 22 Desember 2023 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut," papar pengumuman BEI.

Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.


Saham TPIA menguat 3,52% atau 200 poin ke level Rp5.875 pada perdagangan Kamis (21/12/2023). Saham TPIA naik 19,17% dalam sepekan, adapun dalam 6 bulan terakhir telah melonjak 183,82%.

Sebelumnya, Bursa juga melakukan suspensi terhadap PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN)pada hari Selasa (19/12/2023). Karena terjadi lonjakan harga diluar kewajaran.

BEI mengumumkan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor.

Baca Juga : Magnet Pasar Modal Tarik Dana Asing 

"Penghentian perdagangan saham saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I perdagangan tanggal 19 Desember 2023 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut," papar pengumuman BEI.

CUAN resmi melantai di BEI pada 8 Maret 2023 dengan harga 220 per saham. Dengan kepemilikan Prajogo sebesar 9,56 miliar saham maka unrealized profit lebih dari Rp126,23 triliun.

Ini bukan pertama kali saham CUAN mengalami suspensi. Sebelumnya pergerakan saham CUAN direm oleh pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) dua kali dalam sepekan, yakni pada 7 November 2023 dan 10 November 2023. BEI beralasan menghentikan saham milik Prajogo Pangestu itu untuk memberi waktu bagi para investor memilah kembali strateginya.

Baca Juga : Konglomerat Toto Sugiri Mengundurkan Diri dari Komisaris EDGE 

Sebab, saham CUAN telah mengalami penguatan 150% dalam sebulan atau 600% dalam 6 bulan terakhir. Penguatan saham CUAN sejatinya bukan tanpa alasan, karena perseroan telah mengumumkan bakal mengakuisisi 34% saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) melalui anak usahanya PT Kreasi Jasa Persada (KJP).

Hal itu lantas menggugah selera para investor untuk berebut saham tambang tersebut. BEI pun melakukan suspensi terhadap saham CUAN yang sudah naik tinggi pada 7 November 2023. Penghentian sementara perdagangan tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

BEI kemudian membuka kembali suspensi saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) mulai Rabu (15/11/2023) setelah melakukan penilaian internal.

"Maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 15 November 2023," tegas BEI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.