Penyebab Izin Produksi Daihatsu Gran Max Dicabut

Pemerintah Jepang akhirnya mencabut izin produksi tiga model Daihatsu, termasuk Gran Max, menyusul laporan investigasi skandal uji keselamatan yang menimpa pabrikan spesialis mobil kecil itu.

Fatkhul Maskur

17 Jan 2024 - 13.02
A-
A+
Penyebab Izin Produksi Daihatsu Gran Max Dicabut

Daihatsu Gran Max. - Foto Daihatsu

Bisnis, JAKARTA--Pemerintah Jepang akhirnya mencabut izin produksi tiga model Daihatsu, termasuk Gran Max, menyusul laporan investigasi skandal uji keselamatan yang menimpa pabrikan spesialis mobil kecil itu.

Daihatsu Motor Co., Ltd. (Daihatsu) menerima laporan investigasi mengenai penyimpangan prosedur terkini dalam proses sertifikasi dari Komite Pihak Ketiga Independen dan melaporkannya ke Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (MLIT) pada 20 Desember 2023.

Pada hari berikutnya, MLIT langsung melakukana penyelidikan lapangan. Hasilnya, pihak otoritas Jepang tersebut memproses pencabutan Persetujuan Jenis Kendaraan untuk tiga model yang dijual di Jepang karena dianggap memiliki penyimpangan prosedur secara serius.

Ketiga model tersebut adalah Daihatsu Gran Max, Toyota Town Ace, dan Mazda Bongo. Kesemuanya itu merupakan model pikap yang diproduksi oleh Daihatsu.

Selain itu, MLIT mengkonfirmasi adanya contoh baru penyimpangan prosedur.

Atas temuan tersebut, Daihatsu diperintahkan mereformasi secara mendasar terhadap struktur perusahaan yang melakukan penyimpangan prosedur, yang mengarah pada pelanggaran peraturan untuk memastikan penyimpangan ini tidak akan terjadi lagi.

MLIT juga mengarahkan Daihatsu untuk segera menyampaikan pemberitahuan jika diperlukan untuk melakukan penarikan kembali dua model, Daihatsu Cast dan Toyota Pixis Joy, yang mungkin terjadi ketidakpatuhan terhadap standar.

"Kami akan menyusun langkah-langkah untuk mencegah terulangnya kembali, menyerahkan laporan mengenai langkah-langkah tersebut ke MLIT dalam waktu 1 bulan, dan melaporkan setiap triwulan ke MLIT mengenai status penerapan langkah-langkah tersebut," kata Daihatsu dalam pernyataan resmi, Selasa (16/1/2024).

BACA JUGA: Skandal Daihatsu Senggol Indonesia

BACA JUGA:  Dusta Daihatsu (Tak Hanya) pada Toyota

BACA JUGA: Pasar Mobil Hybrid Lari Kencang Daihatsu Ancang-ancang

PABRIK INDONESIA

Berdasarkan dokumen yang dirilis Daihatsu, Rabu (20/12/2023), dua pabrikan di Indonesia kena senggol. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Astra Daihatsu Motors (ADM) masuk daftar produsen mobil-mobil yang terlibat skandal itu.

TMMIN ditulis memproduksi model terlibat, yakni Toyota Avanza, Toyota Veloz dan Toyota Yaris Cross. Adapun ADM memproduksi Toyota Agya/Wigo, Toyota Avanza, Toyota Rush, Toyota Raize, dan Daihatsu Xenia.

Dokumen tersebut tidak menyebutkan Daihatsu Gran Max, Toyota Town Ace, dan Mazda Bongo sebagai model yang diproduksi ADM/TMMIN, kecuali sebagai model yang dijual di pasar domestik Jepang.

Nyatanya, ketiga model tersebut juga diproduksi oleh pabrik Astra Daihatsu Motors, yang sebagian di antaranya diekspor, dan diekspor ke sejumlah negara, termasuk Jepang.

Ekspor Daihatsu Gran Max PU sepanjang Januari-November 2023 tercatat sebanyak 637 unit, lalu Mazda Bongo sebanyak 2.042 unit, serta Toyota Town Ace sebanyak 19.241 unit.

Pasar ekspor Daihatsu Gran Max PU adalah Jepang dan Malaysia. Adapun Mazda Bongo dikapalkan hanya ke Jepang.

Sementara itu Toyota Town Ace dipasarkan ke 26 negara. Pasar Jepang mendominasi tujuan pengiriman Town Ace (63%). Pasar terbesar berikutnya adalah Saudi Arabia (13%), dan Filiphina (4%).

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta agar produksi dan ekspor dari pabrik PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tetap berlanjut di tengah adanya skandal manipulasi uji keselamatan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan produksi pabrik Daihatsu di Indonesia memiliki kualitas yang terjaga, sehingga tidak ada masalah.

Menurutnya, kualitas dan produksi dari pabrik ADM tidak terpengaruh oleh kasus yang terjadi di Jepang. Dia pun mengatakan kualitas produksi lokal tetap terjamin.

“Kemarin ada beberapa pesan dari direksinya datang dan kami minta jangan ada diberhentikan ekspor,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (28/12/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.