Penyebab Konsumsi Pemerintah 2023 Naik 2,95%

Konsumsi pemeritnah sepanjang 2023 mencatatkan pertumbuhan positif. Apa penyebabnya?

Redaksi

6 Feb 2024 - 17.53
A-
A+
Penyebab Konsumsi Pemerintah 2023 Naik 2,95%

Presiden Joko Widodo saat memberikan pandangan ekonomi./BISNIS

Bisnis, JAKARTA – Konsumsi pemerintah pada sepanjang 2023 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 2,95%. Apakah ada efek penyaluran bantuan sosial (bansos)?

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan pertumbuhan konsumsi pemerintah pada 2023 ditopang terutama oleh belanja barang dan jasa.

“Pertumbuhan konsumsi pemerintah secara tahunan terutama ditopang oleh belanja barang dan jasa, khususnya peningkatan realisasi belanja jasa, belanja BLU [Badan Layanan Umum], dan belanja barang non-operasional,” katanya dalam konferensi pers, Senin (5/2/2024).

Pada kuartal IV/2023, konsumsi pemerintah juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,81%, juga ditopang oleh belanja barang dan jasa.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi pada 2023 tetap kuat dengan tingkat 5,05%, meski melambat dari tahun 2022 yang sebesar 5,31%.

Amalia menyampaikan, kontributor utama pertumbuhan ekonomi secara nasional pada 2023 yaitu sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, dan konstruksi.

Kelima sektor tersebut mencatatkan pertumbuhan positif, masing-masing sebesar 4,64%, 4,85%, 1,30%, 6,12%, dan 4,91%.

Adapun, sepanjang 2023, industri pengolahan masih menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yaitu mencapai 0,95% dari total angka pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu.

Berdasarkan pengeluaran, konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) masih menjadi penyumbang utama PDB pada 2023.

Konsumsi rumah tangga dan PMTB pada periode tersebut tumbuh masing-masing sebesar 4,82% dan 4,40%.

Baca Juga : Ekonomi Tumbuh 5,05%, Modal Hadapi Tahun Politik 

Konsumsi Rumah Tangga

BPS mencatat realisasi konsumsi rumah tangga yang menjadi pendorong utama ekonomi Indonesia tumbuh melambat pada 2023 menjadi 4,82%, dari 2022 yang sebesar 4,94%. 

Amalia mengungkapkan bahwa pelambatan yang terjadi akibat menurunnya konsumsi masyarakat kelas menengah.

“Perlambatan konsumsi rumah tangga utamanya kalau kami perhatikan dari data yang kami catat terutama berasal dari perlambatan pengeluaran kelompok menengah atas,” ungkapnya.  

Amalia menjelaskan hal ini tercermin dari indikator seperti realisasi pajak penjualan bawang mewah (PPnBM) yang melambat, juga jumlah penumpang angkutan udara yang melambat dan penjualan mobil penumpang yang juga tidak sebanyak 2022.  

Dari sisi investasi finansial seperti simpanan berjangka mengalami penguatan. Dengan kata lain, terjadi pergeseran kelompok menengah untuk lebih memilih investasi ketimbang melakukan belanja. 

“Jadi artinya ada sedikit pergeseran dari spending kepada investasi,” lanjutnya. 

Baca Juga : Konsumsi Rumah Tangga 2023 Loyo, Orang Kaya Ogah Belanja? 

Secara kumulatif pada 2023 dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,55% dari total pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05%. 

Meski tercatat melambat, konsumsi rumah tangga tetap tumbuh namun tidak setinggi sebelum pandemi Covid-19 atau pada 2019 yang mencapai 5,04%. 

Pada 2023, kelompok konsumsi yang tumbuh tinggi, antara lain restoran dan hotel sejalan dengan maraknya kegiatan wisata selama libur sekolah serta Nataru. 

Bukan hanya itu, pertumbuhan juga terlihat pada sektor transportasi dan komunikasi karena mobilitas masyarkat meningkat terutama untuk berwisata, serta pembelian sepeda motor mengalami peningkatan. 

Sebelumnya pun, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal menyoroti pentingnya menjaga konsumsi masyarakat kelas menengah, selain kelas bawah dengan penyaluran bansos. 

"Bagaimana spending kalangan menengah kaitannya dengan peningkatan upah riil kalangan menengah, penciptaan lapangan kerja formal, kemudian hal yang terkait purchasing power kalangan menengah didorong," ujarnya.(Maria Elena, Annasa Rizki Kamalina)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.