Penyebab Saldo Nasabah Bank BCA Hilang Rp68,5 Juta

Perbankan kembali diramaikan oleh kejadian seorang nasabah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang kehilangan dana senilai Rp68,5 juta melalui mobile bankingnya.

Arlina Laras

27 Nov 2023 - 14.45
A-
A+
Penyebab Saldo Nasabah Bank BCA Hilang Rp68,5 Juta

Tangkapan layar pop up peringatan virus di aplikasi mobile banking. Dok Twitter

Bisnis, JAKARTA— Perbankan kembali diramaikan oleh kejadian seorang nasabah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang kehilangan dana senilai Rp68,5 juta melalui mobile bankingnya. 

Dengan adanya kejadian tersebut, pihak BCA serta OJK memastikan bahwa kejadian tersebut bukan kesalahan dari perbankan.

 Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan saat ini kasus sudah dalam proses penanganan oleh pihak yang berwenang sehubungan dengan keluhan dari salah satu nasabah BCA terkait transaksi QRIS dengan menggunakan BCA Mobile.  

“BCA menghormati serta akan mendukung proses hukum yang sedang berlangsung sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya pada Bisnis, pekan lalu.

Dia mengatakan usai mendapatkan laporan itu, BCA langsung melakukan sejumlah langkah, berupa proses penyelidikan hingga menjalankan proses investigasi internal

Bahkan, pihaknya menyebut sejauh ini tidak ada kesalahan internal, di mana pihaknya telah melakukan operasional bisnis sesuai aturan dan regulasi.  “Jadi kami akan lihat, bagaimana sebenarnya kasus itu bisa terjadi,” ujar Hera beberapa waktu lalu. 

Baca Juga: Upaya BCA Jaga Kepercayaan Nasabah

Senada dengan BCA, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae memastikan bahwa kejadian tersebut bukanlah kebocoran data yang bersumber langsung dari BCA, meski beberapa konten di dalam media sosial mirip dengan data nasabah bank swasta dengan aset terbesar di Indonesia tersebut.  

“Disimpulkan bahwa tidak terdapat kebocoran data nasabah BCA yang sumbernya dari BCA,” ujarnya pada Bisnis, Jumat (17/11/2023).

Adapun, yang dimaksud kemiripan dengan data nasabah, dapat berarti data yang beredar memiliki karakteristik atau informasi yang serupa dengan data nasabah BCA, namun sumber kebocaran dari pihak lain. Sebagaimana diketahui, kasus raibnya dana nasabah puluhan juta rupiah terungkap dari cerita seorang nasabah bernama Evita di kanal Youtube Mr Bert.  

Evita menceritakan kejadian yang menimpanya, kehilangan saldo sebesar Rp68,5 juta. Dia pertama kali mengetahui saldonya lenyap pada 26 September 2023.  Kala itu dia berniat melakukan transfer lewat mobile banking BCA, namun ternyata saldo kurang. Ketika dia mengecek mobile banking, tertera sisa saldo Rp10 juta. 

Baca Juga: Porsi Kredit Sindikasi Mandiri dan BCA ke Jasa Marga

 Dalam ceritanya itu, dia menyebutkan langsung menghubungi Halo BCA untuk melakukan pemblokiran rekening dengan alasan terkena hack.  Dia menyebut hasil laporannya dengan BCA menunjukkan apabila ada transaksi QRIS yang sudah dilakukan sejak 23 September hingga 26 September 2023 melalui QR Code yang sama dengan nominal Rp1 juta yang dilakukan secara berulang.   

Adapun, pada 23 September lalu, Evita menegaskan bahwa transaksi itu tidak mungkin dia lakukan karena saat itu bertepatan dengan posisinya yang berada di Gunung Ungaran, di mana sinyal di sana tidak stabil, sehingga tidak memungkinkan melakukan transaksi. 

Evita juga merinci bahwa handphone yang digunakannya itu hanyalah untuk transaksi khusus dan tidak ada seorang pun yang mengetahui aksesnya, termasuk OTP. Di sisi lain, BCA sendiri tetap mengimbau agar nasabah menjaga keamanan datanya dalam menjalankan transaksi perbankan.  

Sejumlah data yang mesti dijaga kerahasiaannya seperti personal identification number (PIN), one time password (OTP), password, Response KeyBCA, kode akses dan card verification code (CVC) atau card verification value (CVV).  

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.