Penyebab SR020 Diborong 63.000 Investor

Puluhan ribu investor memborong Sukuk Ritel (SR)020 dengan rata-rata pemesanan antara Rp300 juta--Rp325 juta.

Rizqi Rajendra

3 Apr 2024 - 15.26
A-
A+
Penyebab SR020 Diborong 63.000 Investor

Ilustrasi sukuk ritel./Bisnis-DUL

Bisnis, JAKARTA - Ditjen Pengelolaan, Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) mencatat terdapat 63.009 investor yang memborong Sukuk Ritel seri SR020 sepanjang masa penawaran pada 1-27 Maret 2024. 

Alhasil, total penjualan SR020 tembus Rp21,35 triliun dari kedua seri. Rinciannya, SR020-T3 tenor 3 tahun terjual Rp17,78 triliun, sedangkan SR020-T5 tenor 5 tahun terjual Rp3,57 triliun. Tenor pendek 3 tahun jauh lebih diminati investor.

"Rata-rata pemesanan per investor pada SR020 yaitu sebesar Rp325,87 juta untuk SR020-T3 dan Rp305,50 juta untuk SR020-T5," tulis DJPPR Kemenkeu dalam keterangannya, dikutip Rabu (3/4/2024).

Ditinjau berdasarkan generasi, penjualan SR020-T3 maupun SR020-T5 didominasi oleh investor milenial sebanyak 32.861 investor dengan masing-masing sebanyak 26.298 (48,19%) untuk SR020-T3, sedangkan SR020T5 sebanyak 6.563 investor (56,09%).

Sementara itu, berdasarkan range nominal pemesanan, baik SR020-T3 maupun SR020-T5, jumlah investor terbanyak berada pada range Rp5 juta hingga Rp100 juta, untuk SR020-T3 42,10%, sedangkan SR020-T5 sebanyak 41,31%. Adapun, volume pemesanan terbesar pada range di atas Rp1 miliar, SR020-T3 (48,39%) dan SR020-T5 (58,96%).

Berdasarkan wilayah pemesanan, pemesanan SR020-T3 didominasi wilayah Indonesia Bagian Barat, selain DKI Jakarta, dengan jumlah investor 32.351 orang (59,28%) dan volume pemesanan Rp8,43 triliun (47,41%). 

Baca Juga : Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,2% pada 2024 

Sementara untuk SR020-T5 didominasi wilayah Indonesia Bagian Barat, selain DKI Jakarta, dari sisi jumlah investor sebanyak 7.025 investor (60,03%), namun dari sisi volume pemesanan didominasi wilayah DKI Jakarta sebesar Rp1,69 triliun (47,25%). 

"Jumlah investor baru SR020T3 dan SR020T5 terhadap SBN ritel sebanyak 16.039 investor dengan total volume pemesanan Rp3,58 triliun. Sementara jika dibandingkan terhadap SBSN ritel, jumlah investor baru sebanyak 22.707 investor dengan total volume pemesanan Rp5,31 triliun," jelas DJPPR Kemenkeu.

Pencapaian penjualan SR020 ini lebih tinggi dibandingkan seri SR yang diterbitkan pada periode sebelumnya yakni SR018 pada Maret 2023 sebesar Rp21,49 triliun. Namun, SR020 masih dibawah capaian penjualan SR019 yang terbit pada 1-20 September 2023 yang sebesar Rp25,33 triliun.

Baca Juga : Anjloknya IHSG Tersulut Gelisah Investor pada Papan Pemantauan Khusus Full Call Auction

Sebagaimana diketahui, pemerintah meluncurkan SR020 dalam dua seri, yakni SR020-T3 tenor tiga tahun dengan kupon 6,3% dan SR020-T5 tenor lima tahun memiliki kupon 6,4% per tahun. 

Tanggal jatuh tempo SR020-T3 yaitu pada 10 Maret 2027, sedangkan SR020-T5 jatuh tempo pada 10 Maret 2029. Minimal pemesanan dari kedua seri sebesar Rp1 juta, sementara maksimum pemesanan SR020-T3 sebesar Rp5 miliar, sedangkan SR020-T5 senilai Rp10 miliar.

Sementara itu, tanggal setelmen SR020 akan jatuh pada 3 April 2024, sementara itu tanggal pembayaran kupon pertama dilaksanakan pada 10 Mei 2024 dan pada tanggal 10 setiap bulannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.