Free

Perajin Tahu Tempe Dapat Kepastian Kedelai dan Produk Diserap

Bulog siap memasok kedelai untuk para perajin tahu tempe anggota Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo).

Jaffry Prabu Prakoso

15 Jun 2023 - 14.50
A-
A+
Perajin Tahu Tempe Dapat Kepastian Kedelai dan Produk Diserap

Para perajin tahu sedang mengolah kedelai. Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis, JAKARTA – Perum Bulog siap memasok kedelai untuk anggota Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo). Tidak hanya itu, Bulog juga nantinya berperan sebagai offtaker yang menyerap hasil panen petani kedelai yang dikoordinasikan melalui kelembagaan Gakoptindo.

Hal tersebut disampaikan Arief saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), pada Rabu (14/06/2023).  

Arief Prasetyo Adi mengatakan harus dibangun ekosistem terintegrasi sehingga pasokan kedelai tetap terpenuhi dan gejolak harga baik di tingkat produsen tahu tempe maupun konsumen dapat terkendali. Salah satu kuncinya pada kestabilan pasokan kedelai bahan baku untuk para pengrajin tahu tempe.


Pekerja menyortir kedelai yang baru tiba di gudang penyimpanan di Kawasan Kebayoran Lama, Jakarta. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti


Menurutnya, skema closed loop ini merupakan bagian dari tata kelola ekosistem kedelai nasional yang sedang dibangun saat ini untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, salah satunya dengan menempatkan BUMN Pangan sebagai sentral dari tata niaga kedelai nasional.

"Kita menginginkan terbangunnya satu ekosistem dimana para pengrajin tahu tempe tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan baku," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Kamis (15/6/2023).

Melalui skema tersebut, BUMN bersama koperasi akan mempersiapkan stok minimal untuk dua hingga tiga bulan ke depan, sesuai dengan hasil prakiraan neraca komoditas pangan guna memperkuat cadangan kedelai.

Baca juga: Kerja Sama Industri Halal Indonesia - Arab Saudi Dinanti Jokowi

Adapun berdasarkan prognosa pangan, kebutuhan nasional kedelai saat ini mencapai 2,8 juta ton, sedangkan produksi kedelai dalam negeri masih berada di kisaran 300.000 ton, sehingga masih dibutuhkan 2,5 juta ton. 

Arief mengatakan, meskipun neraca kedelai nasional masih defisit, hal ini harus dilihat sebagai peluang bagi para produsen kedelai untuk meningkatkan produksi domestik mengingat besarnya kebutuhan tersebut.

Selain itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, NFA juga telah menetapkan harga acuan pembelian (HAP) kedelai melalui Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No. 11/2022. 

Adanya regulasi ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan harga di tiga lini rantai pangan, dan meningkatkan gairah menanam bagi petani yang diikuti dengan upaya penguatan cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk kedelai dengan menempatkan BUMN sebagai standby buyer.

Baca juga:  Lawan Makelar, Saatnya Kocok Ulang Tata Kelola Impor

"Untuk itu nota kesepahaman antara Gakoptindo dengan Perum Bulog yang ditandatangani hari ini agar segera ditindaklanjuti dalam perjanjian kerja sama sehingga dapat segera diimplementasikan di lapangan," imbuhnya.

Adapun nota kesepahaman tersebut berisi komitmen kedua belah pihak mengenai penyediaan dan distribusi pangan bagi anggota Gakoptindo, yang ditandatangani oleh Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita dan Ketua Umum Gakoptindo Aip Syarifuddin. (Indra Gunawan ) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.