Perang Harga Tesla - BYD di Tengah Lesunya Penjualan Dunia

Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat, Tesla melakukan pemangkasan harga mobil listriknya didorong oleh penurunan penjualan serta persaingan harga EV yang semakin kompetitif, terkhusus di China. Langkah ini juga diambil BYD, pemimpin pasar kendaraan listrik dunia.

Redaksi

22 Apr 2024 - 11.34
A-
A+
Perang Harga Tesla - BYD di Tengah Lesunya Penjualan Dunia

Bisnis, JAKARTA - Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat, Tesla melakukan pemangkasan harga mobil listriknya didorong oleh penurunan penjualan serta persaingan harga EV yang semakin kompetitif, terkhusus di China. Langkah ini juga diambil BYD, pemimpin pasar kendaraan listrik dunia.


Tesla memotong harga model Y, X, dan S di AS pada Jumat (19/4/2024). Selain model EV, Tesla juga mengoreksi harga perangkat lunak asisten pengemudi berupa “Full Self Driving” di AS pada Sabtu (20/4/2024).


Pemotongan ini mengurangi harga awal US$42.990 untuk model Y, US$72.990 untuk model S, dan US$ 77.990 untuk model X. Rerata harga model di atas dipangkas sekitar US$2.000 per unit. Sementara itu, harga software Full Self-Driving kini terpangkas cukup dalam dari US$12.000 menjadi US$8.000. 


Selain di AS, Tesla juga menyesuaikan harga Model 3 revamped di China menjadi 231.900 yuan dan Model 3 rear-wheel drive di Jerman menjadi 40.990 euro. Keterangan perusahaan menyebutkan pemangkasan harga juga terjadi di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.


Baca juga: 

Penjualan BYD Melambat, Tesla Unggul di Segmen BEV

Kisah Tesla Milik Elon Musk yang Nyaris Diakuisisi Google

Tesla Tarik 1,62 Juta Mobil Listrik di China karena Bermasalah


Secara terbuka, CEO Tesla Elon Musk menyebutkan bahwa pengiriman kendaraan secara global pada kuartal pertama 2024 menurun. Penurunan ini merupakan yang pertama setelah hampir empat tahun terakhir. 


“Harga Tesla harus sering berubah untuk menyesuaikan produksi dengan permintaan,” ujar Musk melalui postingannya di X, melansir Reuters, Minggu (21/4/2024).


Sementara itu, saham Tesla kini berada di jalur menurun ke level USD$150 pasca melakukan pemotongan harga. Selain itu, Tesla juga menarik kembali semua model Cybertrucks pada Jumat (19/4/2024) lalu.


Analis Ekuitas Wedbush Securities Dan Ives menyebutkan bahwa aksi ini memberikan gambaran buruk bagi Tesla sebagai perusahaan. “Ini merupakan masalah bagi Tesla yang juga menambah kekacauan kepada Elon Musk. Sebagai momen yang penting, penarikan kembali Cybertruck memberikan gambaran yang buruk.




Musk diketahui menunda rencana perjalanan ke India pada Sabtu (20/4/2024). Menurut laporan Reuters, pertemuan tersebut salah satunya menjadi momentum Tesla memasuki pasar Asia Selatan.


Tesla tercatat telah melakukan hal serupa pada tahun lalu. Melalui pemotongan harga, Tesla mengorbankan margin keuntungannya dan memicu perang harga EV. 


Salah satu pesaing utama Tesla, BYD mencatatkan penjualan kendaraan listrik di China hingga 1,03 juta unit sepanjang Januari - Maret 2024. Meski tumbuh, ini merupakan pertumbuhan paling lambat sejak kuartal II/2023. 


Produsen mobil asal China ini turut memangkas harga jualnya untuk menjaring pembeli lebih besar. Hasilnya, BYD mencatat peningkatan penjualan kendaraan listrik di negara itu sebesar 10,5% pada Maret dibandingkan dengan Maret 2024.


Asosiasi Mobil Penumpang China merekam adanya peningkatan penjualan kendaraan listrik milik perusahaan itu sebesar 14,7% pada kuartal I tahun ini, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. 


Kendaraan energi baru (NEV) termasuk model serba listrik dan hibrida plug-in menyumbang 41,5% dari keseluruhan penjualan mobil penumpang melonjak 5,7% menjadi 1,71 juta kendaraan pada Maret. (Muhammad Nishfi Azriel)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.