'Perang' Siasat Leasing Sambut Balapan Mobil Listrik China-Korea

Sejumlah siasat disiapkan perusahaan leasing untuk mendongkrak popularitas pembelian kendaraan listrik. Pelaku usaha menggaris bawahi harga jual kembali menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan prospek industri kendaraan listrik dan pembiayaannya.

Asteria Desi Kartikasari

23 Feb 2023 - 16.49
A-
A+
'Perang' Siasat Leasing Sambut Balapan Mobil Listrik China-Korea

Mobil listrik Niisan Leaf masih berstatus impor utuh atau CBU. /Bisnis-Muhammad Khadafi

Bisnis, JAKARTA— Langkah strategis pendongkrak popularitas pembiayaan mobil listrik perlu dikatrol. Sebab, meski kampanye untuk produk ramah lingkungan itu terus digencarkan, minat pembelian kendaraan listrik terbilang masih minim. 

Hingga saat ini, pembelian kendaraan listrik masih didominasi oleh segmen menengah ke atas mengingat harga produk yang terbilang mahal.Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang Januari – Oktober 2022, tercatat volume penjualan wholesale mobil listrik jenis battery electric vehicle (BEV) di pasar domestik sudah mencapai 5.955 unit. 

Penjualan mobil wholesale secara sederhana adalah pengiriman mobil dari pabrik ke dealer. Selanjutnya, dealer akan menjual ke masyarakat setelah terlebih dahulu disimpan di gudang atau dipajang.

Dari sisi penjualan wholesale, Wuling Air EV Long Range menjadi merek mobil listrik yang paling laris. Mobil besutan pabrik asal China itu terjual 3.307 unit. Adapun, Hyundai Ioniq5 Signature Extended dari Korea menjadi merek penjualan wholesale tertinggi kedua dengan 1.189 unit. Diikuti dengan Wuling Air EV Standard Range sebanyak 1.030 unit. 

Atas persaingan ketat mobil listrik China dan Korea ini, sejumlah perusahaan pembiayaan ikut bergabung untuk memperkuat penyerapan pasar. Leasing dengan modal jumbo hingga emiten di Bursa Efek Indonesia tidak mau ketinggalan melakukan pembiayaan mobil dan motor listrik. 

Emiten pembiayaan, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF)  dalam hal ini bermanuver melalui sejumlah program, salah satu jurus untuk pembelian mobil listrik berupa uang muka atau down payment/ DP.

Adira juga termasuk perusahaan leasing yang meramaikan pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 yang dihelat pada 16-26 Februari 2023 di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat. 

Direktur Kepala Layanan Penjualan & Distribusi Adira Finance Niko Kurniawan mengatakan untuk menggencarkan penjualan di IIMS 2023, Adira Finance telah menyiapkan sejumlah program salah satunya untuk pembelian mobil listrik berupa uang muka 5 persen.

Baca Juga: Respons Agresif Multifinance Atas Rapor Biru Penjualan Mobil

Niko optimistis dengan adanya program uang muka sebesar 5 persen untuk pembelian mobil listrik dapat memikat hati calon konsumen. Kendati, Adira belum dapat menyampaikan detail jumlah penjualan mobil dan motor listrik di IIMS 2023, mengingat permintaan akan terus bertambah 

 “Tapi kami optimis [penjualan mobil dan motor listrik] akan lebih banyak dari IIMS tahun lalu karena banyaknya program yang kami berikan ke konsumen, seperti DP 5 persen, bunga 1,68 persen, hingga subsidi khusus motor listrik,” kata Niko kepada Bisnis, Kamis (23/2/2023).

Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis/Endang Muchtar

Meskipun jika dibandingkan dengan permintaan kendaraan konvensional dan mobil listrik, secara nasional permintaan mobil dan motor konvensional masih lebih besar. Pasalnya, produk tersebut juga masih terhitung baru diluncurkan. Selain itu, harga yang mahal dan isu ketersediaan stok kendaraan listrik juga masih muncul.

“Isu stock yang terbatas dan harga kendaraan listrik yang masih tinggi daripada yang konvensional. Selain itu, masyarakat masih ragu-ragu karena teknologi listrik ini juga tergolong baru dan infrastruktur charging masih menjadi kendala karena belum banyak tersedia,” katanya.

Niko menuturkan bahwa Adira Finance bersama dengan PT Bank Danamon Tbk. (BDMN) dan Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) menjadi sponsor utama di ajang pameran otomotif IIMS 2023. “Dan ini menjadi event IIMS kedua yang kami sponsori,” pungkasnya.

Baca Juga: Pemberat Popularitas Pembiayaan Kendaraan Listrik

Pelaku leasing menggaris bawahi harga jual kembali atau resale value menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan prospek industri kendaraan listrik dan pembiayaannya. Sebelumnya, Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance Stanley Setia Atmadja menuturkan baterai menjadi komponen penentu nilai jual kembali itu.

Dia meyakini pembiayaan kendaraan listrik akan turut meningkat ketika ekosistem industri berkembang. Salah satu indikator adalah dari nilai harga jual kembali kendaraan listrik. Adapun, resale value tersebut berkaitan erat dengan baterai sebagai komponen utama karena nilainya yang dominan dalam harga kendaraan listrik namun umurnya terbatas.

Jika kendaraan listrik telah menemukan mekanisme yang optimal terkait  pengaturan dan pengelolaan baterai, maka pembiayaan akan berkembang pesat. “Perkembangan teknologi baterai, misalkan swap battery, akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kendaraan listrik dan industri pembiayaannya,” ujar Stanley kepada Bisnis.


MUF terus memantau perkembangan kendaraan listrik, baik mobil maupun motor, dan terus mengembangkan pembiayaannya. Adapun pada 2022, perusahaan itu telah menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik sekitar Rp50 miliar. Catatan itu setara dengan 0,3 persen dari total penyaluran pembiayaan 2022 senilai Rp17,9  triliun. 

“Kami akan terus mengembangkan produk pembiayaan kendaraan listrik seiring dengan perkembangan teknologi dan regulasi yang terkait,” katanya.

PT BCA Finance, anak usaha Bank Central Asia (BCA) juga menyiapkan strategi khusus untuk menyerap pembiayaan kendaraan listrik. Mengingat, bisnis ini juga belum memiliki riwayat panjang termasuk purna jual. 

Presiden Direktur BCA Finance Roni Haslim menuturkan telah menebar pembiayaan mobil listrik sebanyak 100 unit dengan nilai mencapai Rp30 miliar sepanjang 2022. “Kami sudah membiayai mobil listrik, tapi masih sedikit, pembiayaan [mobil listrik] oleh BCA Finance sekitar 100 unit sekitar Rp30 miliar selama 2022,”kata Roni kepada Bisnis. 

Menurut Roni, penyediaan unit mobil listrik lebih menjadi masalah dibandingkan isu jumlah peminat. Saat ini, kata dia, segmen paling besar pembiayaan mobil listriknya masih Hyundai dan Wuling. (Rika Anggraeni, Pernita H. Untari)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.