Perbandingan Harga Tanah di IKN Nusantara & Jakarta versi Jokowi

Jokowi membandingkan keuntungan apabila membeli harga tanah di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan di DKI Jakarta.

Akbar Evandio

2 Nov 2023 - 19.56
A-
A+
Perbandingan Harga Tanah di IKN Nusantara & Jakarta versi Jokowi

Presiden Joko Widodo meninjau progres pembangunan Istana Presiden di Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. /Setpres

Bisnis, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membandingkan keuntungan apabila membeli harga tanah di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan DKI Jakarta yang dinilai sangat menguntungkan.

Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan bahwa apabila seseorang membeli tanah di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) atau Kawasan Niaga Terpadu Sudirman, angka tanah per meter persegi (M2) sudah mencapai harga Rp200 juta.

Dia menilai bahwa harga tanah di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara saat ini masih tergolong murah, yakni sekitar Rp1 juta saja per meter persegi (m2).

Baca juga: Gelaran Karpet Merah Jokowi Tarik Investor Lokal RI Bangun IKN

"Ini saya mengajak bapak/ibu [calon investor] semuanya mumpung harga tanahnya masih murah. Karena [kalau] beli tanah di SCBD per meter Rp200 juta, di Menteng Rp150 juta, Balikpapan sudah Rp10 juta—Rp15 juta. Di sini [IKN] masih di bawah Rp1 juta," ujarnya di kawasan IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (2/11/2023).

Oleh sebab itu, dia menilai agar calon investor tak menunda untuk membeli tanah di ibu kota negara yang baru itu mengingat harga tanah dinilainya terus bergerak naik.




Dia menilai sangat mungkin untuk harga tanah di IKN juga akan mengalamai fluktuasi. Bahkan, hanya dalam hitungan minggu saja. Di sisi lain, Presiden ke-7 RI itu meminta agar tidak ada lagi kekhawatiran terkait nasib pembangunan IKN setelah pergantian pemimpin Indonesia pada 2024.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa hingga saat ini masih banyak pihak yang khawatir bahwa selepas Pemilihan Umum 2024 terjadi, maka pembangunan IKN tak akan berlanjut. Padahal, dia meyakini bahwa potensi itu minim sekali terjadi.

Baca juga: Proyek Jalan Tol Terpanjang Bali Ditender Ulang Usai Mangkrak

"Jadi kalau masih ada khawatir, khawatir apa? Undang-undangnya sudah ada. Undang-undangnya didukung 93 persen fraksi partai-partai di DPR. Apalagi? Takut apalagi? Takut pemilu?" pungkas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.