Perbedaan Franchise dan Reseller, Dua Opsi Bisnis Menarik

Meskipun franchise dan reseller melibatkan penjualan produk atau layanan, terdapat perbedaan mendasar dalam pendekatan dan tanggung jawab yang harus diambil oleh para pelaku bisnis.

Emanuel Berkah Caesario

17 Jun 2023 - 18.32
A-
A+
Perbedaan Franchise dan Reseller, Dua Opsi Bisnis Menarik

Ilustrasi franchise dan reseller. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA — Dalam dunia bisnis, terdapat berbagai model yang dapat diadopsi untuk memulai usaha sendiri. Dua model yang populer adalah franchise dan reseller.

Meskipun keduanya melibatkan penjualan produk atau layanan, terdapat perbedaan mendasar dalam pendekatan dan tanggung jawab yang harus diambil oleh para pelaku bisnis. Berikut adalah beberapa perbedaan antara franchise dan reseller:

 

1. Konsep Bisnis dan Branding:

   - Franchise: Dalam sistem franchise, seorang individu atau perusahaan mengambil lisensi untuk menjual produk atau layanan dari perusahaan yang sudah mapan dan dikenal luas.

Franchisee (pemegang lisensi) akan menggunakan merek dagang, sistem operasional, dan proses bisnis yang telah ditentukan oleh pemilik waralaba. Ini termasuk penggunaan logo, tata letak toko, dan panduan pemasaran yang sudah teruji.

   - Reseller: Reseller adalah individu atau perusahaan yang membeli produk dari pihak ketiga untuk kemudian menjualnya dengan harga yang ditentukan sendiri.

Reseller tidak terikat dengan merek tertentu dan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menentukan strategi pemasaran dan branding.

 

2. Keterlibatan Pemilik Bisnis:

   - Franchise: Sebagai pemilik waralaba, Anda akan terlibat dalam menjalankan bisnis dan mengikuti pedoman yang telah ditetapkan oleh pemilik merek dagang. Anda akan menerima dukungan dalam hal pelatihan, manajemen inventaris, pemasaran, dan dukungan operasional dari pemilik waralaba.

Anda harus membayar biaya awal dan royalti berdasarkan penjualan sebagai imbalan atas penggunaan merek dagang dan sistem yang sudah teruji.

   - Reseller: Sebagai reseller, Anda memiliki lebih banyak kebebasan dalam mengelola bisnis Anda sendiri. Anda bertanggung jawab untuk mendapatkan produk dari pihak ketiga, menetapkan harga jual, dan mengelola persediaan.

Anda tidak perlu membayar biaya awal atau royalti kepada pihak ketiga, tetapi Anda juga tidak akan menerima dukungan dan bimbingan seperti yang diberikan kepada pemilik waralaba.

 

3. Skala Bisnis:

   - Franchise: Franchise seringkali merupakan model bisnis yang lebih besar dalam skala. Pemilik waralaba biasanya memiliki banyak gerai atau outlet yang tersebar di berbagai lokasi. Ini memungkinkan pertumbuhan dan ekspansi yang lebih cepat melalui kemitraan dengan pemilik waralaba lainnya.

   - Reseller: Reseller cenderung memiliki skala bisnis yang lebih kecil. Mereka biasanya beroperasi dalam lingkup yang lebih lokal dan memiliki jumlah produk yang lebih terbatas untuk dijual. Reseller dapat memilih untuk menjual produk dari beberapa pemasok atau produsen yang berbeda.

***

Pilihan antara menjadi franchisee atau reseller tergantung pada preferensi, tujuan bisnis, dan tingkat keterlibatan yang diinginkan oleh seorang pengusaha.

Sistem franchise menawarkan keuntungan berupa merek yang sudah dikenal dan sistem yang teruji, tetapi membutuhkan investasi awal yang lebih besar. Di sisi lain, reseller memberikan fleksibilitas yang lebih besar namun memerlukan usaha ekstra dalam membangun merek sendiri dan mengatur operasional.

Pada akhirnya, kunci keberhasilan dalam bisnis adalah pemahaman yang baik tentang model bisnis yang dipilih, peluang pasar yang ada, serta kemampuan untuk mengelola dan mempromosikan produk atau layanan dengan baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.