Perbedaan Perusahaan Sekuritas dan Manajer Investasi

Meskipun keduanya terlibat dalam pengelolaan aset keuangan, perusahaan sekuritas dan manajer investasi memiliki peran dan fungsi yang berbeda.

Emanuel Berkah Caesario

20 Sep 2023 - 20.43
A-
A+
Perbedaan Perusahaan Sekuritas dan Manajer Investasi

Ilustrasi broker saham. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA — Dalam dunia keuangan, perusahaan sekuritas dan manajer investasi merupakan dua entitas yang berperan penting dalam membantu individu dan institusi mengelola investasi mereka.

Meskipun keduanya terlibat dalam pengelolaan aset keuangan, perusahaan sekuritas dan manajer investasi memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Berikut adalah perbedaan mendasar antara kedua entitas ini:

 

Perusahaan Sekuritas:

1. Fungsi Utama: Perusahaan sekuritas, juga dikenal sebagai broker sekuritas atau pialang, berfungsi sebagai perantara antara investor dan pasar keuangan. Mereka membantu investor membeli dan menjual instrumen keuangan seperti saham, obligasi, dan komoditas.

2. Layanan: Perusahaan sekuritas menyediakan layanan perdagangan dan eksekusi order. Mereka membantu klien dalam mengeksekusi transaksi investasi sesuai dengan instruksi yang diberikan. Mereka juga memberikan rekomendasi investasi dan riset pasar kepada klien mereka.

3. Pendapatan: Perusahaan sekuritas menghasilkan pendapatan dari komisi dan biaya transaksi yang dibebankan kepada klien mereka. Mereka mendapatkan keuntungan ketika klien melakukan perdagangan.

4. Regulasi: Perusahaan sekuritas diatur oleh otoritas keuangan negara, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia. Mereka harus mematuhi peraturan yang ketat dalam menjalankan operasional mereka.

 

Manajer Investasi:

1. Fungsi Utama: Manajer investasi, juga dikenal sebagai perusahaan pengelola dana, memiliki tanggung jawab untuk mengelola portofolio investasi klien mereka. Mereka mengelola dana investasi, seperti reksadana, dan berusaha untuk mencapai tujuan investasi yang telah ditetapkan.

2. Layanan: Manajer investasi menawarkan produk investasi seperti reksadana kepada investor. Mereka merancang portofolio investasi, mengelola aset klien, dan membuat keputusan investasi yang bijak.

3. Pendapatan: Manajer investasi menghasilkan pendapatan dari biaya manajemen aset (fee) yang mereka kenakan kepada klien. Fee ini adalah persentase dari total aset yang dikelola dan biasanya dibebankan secara tahunan.

4. Regulasi: Manajer investasi juga tunduk pada regulasi yang ketat dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Mereka harus mematuhi peraturan terkait pengelolaan dana investor.

 

Dalam ringkasan, perusahaan sekuritas berperan sebagai perantara dalam proses perdagangan instrumen keuangan, sedangkan manajer investasi bertanggung jawab mengelola portofolio investasi klien mereka untuk mencapai tujuan investasi yang ditetapkan.

Keduanya penting dalam ekosistem keuangan dan membantu individu serta institusi mengelola kekayaan mereka sesuai dengan preferensi dan kebutuhan masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.