Perdagangan Kripto Lokal Anjlok dari Januari ke Agustus 2023

Investasi kripto di Indonesia pernah mencapai puncaknya pada 2021, saat Covid-19 masih menjadi momok ekonomi dan industri secara keseluruhan.Pada 2021, nilai transaksi kripto mencapai Rp859,4 triliun, melesat 1.224 persen dibandingkan transaksi kripto pada 2020 senilai Rp64,9 triliun.

Rinaldi Azka

21 Sep 2023 - 15.11
A-
A+
Perdagangan Kripto Lokal Anjlok dari Januari ke Agustus 2023

Ilustrasi aset kripto./BISNIS

Bisnis, JAKARTA - Nilai transaksi aset kripto periode Januari–Agustus 2023 di Indonesia hanya mencapai Rp86,45 triliun atau anjlok 65,32 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp249,3 triliun.

Penurunan tersebut tak terhindarkan meskipun perkembangan nilai transaksi perdagangan fisik aset kripto pada Agustus 2023 tercatat naik 13,5 persen secara bulanan (month to month/mtm) dengan nilai Rp10,64 triliun.

Tren penurunan sudah terlihat sejak tahun lalu. Pada 2022, nilai transaksi aset kripto di Indonesia anjlok menjadi Rp306,4 triliun.

Investasi kripto di Indonesia pernah mencapai puncaknya pada 2021, saat Covid-19 masih menjadi momok ekonomi dan industri secara keseluruhan.Pada 2021, nilai transaksi kripto mencapai Rp859,4 triliun, melesat 1.224 persen dibandingkan transaksi kripto pada 2020 senilai Rp64,9 triliun.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan jumlah pelanggan aset kripto di dalam negeri yang terus bertumbuh.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan jumlah pelanggan aset kripto terdaftar sampai dengan Agustus 2023 mencapai 17,78 juta orang.

“Ada penambahan sebesar 119.410 pelanggan pada bulan ini (September). Ini menunjukkan minat masyarakat untuk berinvestasi di perdagangan Aset Kripto terus tumbuh,” kata Jerry dalam keterangan resminya, Rabu (20/9/2023).

Dia menambahkan, rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar aset kripto di Tanah Air sebanyak 466.382 pelanggan per bulan.

Jerry berharap ada wawasan, ide-ide baru, serta kolaborasi yang antara pemerintah dan pelaku usaha sehingga ke depan rantai blok (blokchain) dan perdagangan aset kripto dapat berkembang.

Baca Juga : Perbedaan Perusahaan Sekuritas dan Manajer Investasi 

3 Pedagang Kripto Pilih Tak Gabung Bursa

Di sisi lain, Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) mengungkapkan bahwa terdapat tiga calon pedagang fisik aset kripto (CPFAK) yang memutuskan untuk tidak bergabung dengan Bursa Kripto Indonesia.  

Ketua Umum Aspakrindo Robby Bun mengatakan bahwa satu dari tiga CPFAK memilih untuk tidak menjadi peserta Bursa Kripto karena merupakan pedagang yang menerima dana investasi dari bursa kripto FTX milik Sam Bankman-Fried. 

FTX sendiri telah dinyatakan bangkrut pada November 2022 dan tercatat memiliki utang kepada 50 kreditur tanpa jaminan terbesarnya senilai total US$3,1 miliar atau setara Rp48,48 triliun (asumsi kurs Rp15.641 per dolar AS). 

Baca Juga : Mencari Jalan Keluar Kendala Pengembangan Kawasan Hunian TOD 

"Sementara untuk yang lainnya itu karena setelah melihat mekanisme dan proses di Bursa Kripto akhirnya tidak ingin melanjutkan perdagangan aset kripto, jadi mereka tidak lanjut," jelasnya dalam acara Media Clinic Reku dikutip Rabu (20/9/2023). 

Sementara itu, Ketua Aspakrindo tersebut menyebut bahwa terdapat satu CPFAK yang baru menerima tanda daftar sebagai calon pedagang pada pekan lalu. Tanda daftar tersebut dikeluarkan oleh Badan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). 

Adapun, Bappebti selanjutnya memberikan waktu selama satu bulan bagi CPFAK untuk segera mendaftarkan diri ke Bursa Kripto Indonesia. 

Baca Juga : Sinyal Pengetatan The Fed Mungkin Masih Menyala Sampai 2024  

Menurut Robby, jika CPFAK baru ini tidak mendaftar dalam waktu yang telah ditentukan, maka izin perdagangannya berpotensi untuk dicabut. 

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi meluncurkan Bursa Kripto pada Jumat (28/7/2023). Pendirian Bursa Kripto sesuai dengan arahan yang tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 01/BAPPEBTI/SP-BBAK/07/2023 tertanggal 17 Juli 2023 tentang Persetujuan sebagai Bursa Berjangka Aset Kripto kepada PT Bursa Komoditi Nusantara atau Commodity Future Exchange (CFX). 

Dari total 30 CPFAK yang sebelumnya terdaftar di Bappebti, hanya ada 27 calon pedagang yang telah bergabung menjadi anggota Bursa Kripto.(Rahmad Fauzan, Szalma Fatimarahma)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.