Periode Krusial Industri Hulu Migas Menjaring Investasi Jumbo

Berdasarkan hitung-hitungan SKK Migas, sektor hulu migas setidaknya membutuhkan investasi jumbo mencapai US$186,7 miliar untuk bisa mencapai target produksi minyak 1 juta bopd dan gas bumi 12 Bscfd pada 2030.

Ibeth Nurbaiti

7 Sep 2023 - 17.25
A-
A+
Periode Krusial Industri Hulu Migas Menjaring Investasi Jumbo

Salah satu kawasan hulu minyak dan gas bumi Tanah Air. Pemerintah terus berupaya menggencarkan berbagai upaya dan strategi untuk menjaring lebih besar lagi investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi Tanah Air. Bisnis-Dok. SKK Migas

Bisnis, JAKARTA — Masih banyaknya halang rintang yang melingkupi industri hulu minyak dan gas bumi di Tanah Air tidak menyurutkan keinginan pemerintah untuk terus berupaya meningkatkan produksi energi fosil itu, sejalan dengan kebutuhan energi nasional yang akan terus meningkat ke depannya.

Terlebih, untuk merealisasikan target besar produksi siap jual (lifting) minyak bumi 1 juta barel per hari (bph) dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (Bscfd) pada 2030 nanti hanya menyisakan kurang dari 7 tahun lagi.

Di sisi lain, hingga kini belum ada penemuan lapangan migas kelas kakap untuk menambah cadangan yang ada. Pada saat yang sama, realisasi investasi untuk eksplorasi di sektor migas jika merujuk pada data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tidak pernah tembus US$1 miliar sejak 2018. Angka itu berbanding terbalik dengan investasi untuk produksi yang selalu mendominasi sejak 5 tahun lalu.  

Baca juga: Putar Otak Atasi Ketersediaan Rig yang Mengancam Produksi Migas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.