Free

Perkuat Industri Pertahanan, Defend ID Gandeng Thales Bentuk Joint Venture

Pemerintah Indonesia berambisi menjadikan industri pertahanan Defend ID masuk daftar 50 perusahaan pertahanan teratas dunia pada 2024.

Fatkhul Maskur

3 Jun 2024 - 22.18
A-
A+
Perkuat Industri Pertahanan, Defend ID Gandeng Thales Bentuk Joint Venture

Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Len Industri (Persero) / Holding Defend ID; dan Nicolas Bouverot, Vice President Thales Asia, menunjukkan naskah Perjanjian Joint Venture (JV) di Jakarta, Kamis (30/5/2024). - Foto Thales

Bisnis, JAKARTA - Setelah 2 tahun diluncurkannya Defend ID, PT Len Industri (Persero) dan Thales memulai tonggak penting membentuk perusahaan patungan untuk mengembangkan alat utama sistem pertahanan di Indonesia.

Perjanjian Joint Venture (JV) kedua perusahaan tersebut ditandatangani Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Len Industri (Persero) / Holding Defend ID; dan Nicolas Bouverot, Vice President Thales Asia di Jakarta, Kamis (30/5/2024).

Turut menyaksikan momentum tersebut, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan President and CEO Thales International Pascale Sourisse, dan Duta Besar Perancis untuk Indonesia Fabien Penone.

Penandatanganan perjanjian JV adalah langkah lanjutan Thales dalam memperkuat jejak industri lokalnya. Berkantor di Jakarta, Thales telah hadir selama lebih dari 40 tahun di Indonesia dengan rekam jejak kuat di sektor pertahanan.

Saat ini, 60% sistem manajemen tempur angkatan laut (CMS) di Indonesia dipasang oleh Thales, menjadikan solusinya hadir di setiap kapal perang besar Indonesia.

Melalui perusahaan patungan, Len Industri dan Thales akan memulai center of excellence untuk memenuhi kebutuhan pemantauan udara TNI AU, termasuk pengembangan radar dan command and control (C2) systems.

"Thales akan membagikan keahliannya di bidang teknologi radar, melalui rencana transfer teknologi," kata Bobby Rasyidin.

Ia mengatakan perusahaan patungan (JV) ini akan memperkuat kedekatan pelanggan sekaligus untuk beradaptasi dengan cepat terhadap kebutuhan end-user.

JV akan menyediakan layanan perbaikan, engineering, dan pemeliharaan (MRO) di dalam negeri guna memastikan ketersediaan operasional secara maksimum di dekat pasukan Indonesia. JV akan membangun basis MRO di lokasi PT Len di Subang.

Pascale Sourisse menambahkan kemitraan antara PT Len dan Thales telah berkembang semakin kuat, yang mana pembentukan perusahaan patungan merupakan tonggak penting dalam memperkuat peran Thales pada ekosistem pertahanan Indonesia.

"Kami sedang membangun pondasi kami di Indonesia dan mendorong perubahan melalui pelatihan dan transfer teknologi," katanya.

Ia berharap joint venture akan membawa yang terbaik dari kedua negara, keahlian teknologi yang dimiliki Thales, hingga kecakapan dan pengetahuan PT Len mengenai kebutuhan dan tantangan pertahanan lokal dari pengguna akhir di Indonesia.

"Saya yakin langkah ini akan membantu Indonesia memperkuat kemampuan dalam negeri pada sektor pertahanan dan merupakan awal dari banyaknya peluang kolaborasi yang bermanfaat kedepannya,” Pascale Sourisse.

Joint venture (JV) disusun sejak awal menjadi platform yang agile dan mampu berkembang di masa depan, termasuk tidak terbatas pada C5ISR, satelit militer, electronic warfare, national data links, dan national combat management systems.

 Duta Besar RI Paris Mohamad Oemar menerima kunjungan Senior Vice President Thales untuk kawasan Amerika Latin, Asia, dan Eurasia, Guy Bonassi, bersama dengan Vice President Thales untuk Kawasan Asia yang berkedudukan di Singapura, Nicolas Bouverot di KBRI Paris (19/01/2024). - Foto Kemenlu

PERINGKAT DUNIA

Bobby Rasyidin mengatakan bahwa kerja sama Len Industri dengan Thales ini sejalan dengan strategi jangka panjang pemerintah Indonesia, yaitu Made in Indonesia, guna meningkatkan kedaulatan dalam negeri.

Hal tersebut juga mendukung tujuan Defend ID untuk meningkatkan penggunaan komponen yang diproduksi oleh industri dalam negeri, sehingga memungkinkan Indonesia untuk mengekspor kemampuannya ke seluruh dunia.

"Kami senang dapat memperluas kemitraan kami dengan Thales dan menjelajaki kolaborasi pada topik-topik baru yang akan membawa teknologi canggih dan nilai lebih besar bagi industri pertahanan Indonesia.

Kedepannya, PT Len dan Thales akan mengembangkan produk dan solusi pertahanan yang memenuhi kebutuhan dan harapan end-user di Indonesia. Melalui JV tersebut, PT Len Industri juga akan dapat membawa produknya untuk bersaing di pasar global.

Pemerintah Indonesia berambisi menjadikan industri pertahanan Indonesia, Defend ID, masuk daftar 50 perusahaan pertahanan teratas dunia pada 2024. Pada 2022, industri pertahanan Indonesia muncul di urutan 86 teratas dunia, dan meningkat ke peringkat 76 pada 2023.

"Kerja sama Thales dengan Indonesia diharapkan dapat menempatkan Indonesia di jajaran teratas negara dengan kemampuan industri pertahanan yang kuat," kata Duta Besar RI Paris, Mohamad Oemar.

Mohamad Oemar telah menerima kunjungan Senior Vice President Thales untuk kawasan Amerika Latin, Asia dan Eurasia, Guy Bonassi; bersama Vice President Thales untuk Kawasan Asia, Nicolas Bouverot, di KBRI Paris, Jumat (19/1/2024).

Dubes Oemar, apresiasi komitmen Thales dalam mendukung modernisasi dan digitalisasi sektor pertahanan Indonesia, yang didukung secara komprehensif oleh Pemerintah Prancis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.