Permintaan Naik, Harga Minyak Capai Level Tertinggi 2 Pekan

Harga minyak diproyeksi bakal tetap tinggi sejalan dengan pulihnya ekonomi global.

Febrina Ratna Iskana

10 Nov 2021 - 09.38
A-
A+
Permintaan Naik, Harga Minyak Capai Level Tertinggi 2 Pekan

Platform migas lepas pantai. - Istimewa/SKK Migas

Bisnis, JAKARTA - Harga minyak terus melambung hingga mencapai level tertinggi dalam dua minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Permintaan yang terus meningkat di tengah pasokan yang semakin ketat memang terus mendorong reli harga komoditas tersebut. 

Seperti dilansir dari Antara, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari naik U$ 1,35 atau 1,6 persen, menjadi US$ 84,78 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember meningkat US$ 2,22 atau 2,7 persen menjadi US$ 84,15 per barel. Angka tersebut menjadi level tertinggi untuk kedua harga acuan minyak tersebut sejak 26 Oktober 2021.

Sebelumnya, harga Brent telah naik lebih dari 60 persen tahun ini dan mencapai level tertinggi tiga tahun di 86,70 dolar AS pada 25 Oktober 2021. Kenaikan harga minyak tersebut didukung oleh pulihnya permintaan dan pembatasan pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+.

Meski begitu, harga minyak berpotensi menurun setelah Badan Informasi Energi Amerika Serikaa (EIA) dalam laporan Prospek Energi Jangka Pendek (Short Term Energy Outlook/STEO) pada Selasa (9/11/2021) memproyeksikan harga bensin eceran akan turun selama beberapa bulan ke depan. Dalam STEO, EIA memproyeksikan harga rata-rata untuk bensin kelas reguler eceran akan turun dari US$ 3,32 per galon pada November menjadi US$ 3,16 pada Desember dan US$ 3,00 pada kuartal pertama 2022.

Presiden AS Joe Biden mengatakan akan menggunakan perkiraan harga dalam laporan STEO untuk menentukan apakah akan melepaskan minyak dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) negara itu. Analis mengatakan jika STEO telah menunjukkan kenaikan besar dalam proyeksi harga bensin, pemerintahan Biden kemungkinan akan melepaskan banyak minyak dari SPR dengan cepat untuk  menekan harga.

Namun, jika menurun maka Biden diproyeksi bakal tetap menjaga cadangan minyak negara tersebut. "STEO dari EIA memberi Presiden Biden banyak perlindungan untuk tidak melakukan apa-apa, dan mengklaim dia sedang menunggu perkiraan bearish untuk dimainkan," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York, seperti dikutip dari Antara pada Rabu (10/11/2021).

Louise Dickson, analis pasar minyak senior di Rystad Energy, menyebut setiap rilis dari SPR AS, meskipun kemungkinan akan memiliki efek bearish sementara yang cepat pada harga, bukanlah solusi yang bertahan lama untuk ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan.

Di sisi lain, OPEC+ sepakat hanya menambahkan 400.000 barel per hari minyak mentah ke pasokan global hingga Juni 2022. Keputusan tersebut bakal menyebabkan pasokan minyak semakin ketat, padahal Presiden Biden ingin OPEC+ menambahkan lebih banyak minyak dari rencana tersebut.

Kepala Eksekutif Saudi Aramco, Amin Nasser, memproyeksi kapasitas produksi cadangan minyak global dapat berkurang tahun depan. Itu karena penumpang udara kembali mengangkasa.

Para wisatawan berangkat ke Amerika Serikat lagi, sementara pengesahan RUU infrastruktur Biden senilai satu triliun dolar AS dan ekspor China yang lebih baik dari perkiraan membantu melukiskan gambaran pemulihan ekonomi global. 

Di India, permintaan bahan bakar naik pada Oktober ke puncak tujuh bulan, dengan penjualan bensin melonjak ke level tertinggi sepanjang masa. JPMorgan Chase mengatakan permintaan global untuk minyak pada November sudah hampir kembali ke tingkat pra-pandemi 100 juta barel per hari.

Meskipun pasar global ketat, analis memperkirakan persediaan minyak mentah AS naik untuk minggu ketiga berturut-turut, mungkin membantu membatasi kenaikan harga lebih lanjut. Para analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan publikasi EIA akan menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik satu juta barel untuk pekan yang berakhir 5 November 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.