Persaingan Ketat, Beban Promosi Bank Digital Membengkak

Berdasarkan laporan keuangannya, hampir semua bank digital mencatatkan peningkatan beban promosi mereka pada kuartal III/2023.

Fahmi Ahmad Burhan

14 Nov 2023 - 18.41
A-
A+
Persaingan Ketat, Beban Promosi Bank Digital Membengkak

Ilustrasi bank digital. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA – Persaingan bank digital kian ketat setelah masuknya bank-bank digital baru tahun ini. Seiring dengan ketatnya persaingan bank digital itu, beban promosi pun membengkak.

Berdasarkan laporan keuangannya, hampir semua bank digital mencatatkan peningkatan beban promosi mereka pada kuartal III/2023. Beban promosi di PT Allo Bank Tbk. (BBHI), misalnya, membengkak 24,08% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp111,84 miliar pada September 2023.

Sementara itu, PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan peningkatan tipis beban promosi dari Rp126,06 miliar pada September 2022 menjadi Rp128,52 miliar pada September 2023. PT Bank SeaBank Indonesia (SeaBank) juga mencatatkan peningkatan beban promosi 224,44% YoY menjadi Rp137,89 miliar.

Baca Juga:

Menyikapi Daya Tarik dan Tantangan Bunga Tinggi Bank Digital

Daftar Bank Digital Suku Bunga Tertinggi di 2023, Sampai 10%!

Adu Strategi Bank Jago (ARTO) vs Neo Commerce (BBYB) Pacu Kredit

Bahkan beban promosi PT Bank Hibank Indonesia naik 437,44% YoY jadi Rp2,39 miliar. Beban promosi PT Super Bank Indonesia juga membengkak 20 kali lipat menjadi Rp2,79 miliar.

Hanya PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) dan PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) yang mencatatkan penyusutan beban promosi. Bank Amar misalnya mencatatkan penurunan beban promosi dari Rp115,38 miliar pada September 2022 menjadi Rp57,97 miliar pada September 2023.

Lalu, beban promosi Bank Raya turun dari Rp47,18 miliar pada September 2022 menjadi Rp18,91 miliar pada September 2023.


Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Amin Nurdin, mengatakan bahwa peningkatan beban promisi bank digital ini terjadi sebagai upaya pengenalan guna meraup nasabah. Hal tersebut akan terjadi di awal pendirian bank.

"Ini temporary. Ini branding di awal," ujarnya kepada Bisnis pada Senin (13/11/2023).

Sementara itu, ia mengatakan bahwa ke depannya bank digital mesti mengandalkan sejumlah strategi dalam meraup nasabah, misalnya keandalan layanan dan ekosistem luas.

Adapun, peningkatan beban promosi bank digital terjadi seiring dengan munculnya bank-bank digital baru tahun ini. Terbaru, Astra Group melalui Astra Financial melaporkan akan meluncurkan bank digital baru dalam waktu dekat.

Bank digital baru dari Astra itu merupakan pengembangan dari bank hasil akuisisi, yakni PT Bank Jasa Jakarta (BJJ). Kemudian, nama bank digital baru itu adalah Bank Saqu.

Sebelumnya, Ahli pemasaran sekaligus Wakil Rektor I Universitas Prasetiya Mulya, Agus W. Soehadi, mengatakan bahwa persaingan bank digital memang ketat sehingga dibutuhkan ongkos yang banyak bagi bank, termasuk untuk promosi 'bakar uang'.

Akan tetapi, di tengah persaingan ketat itu, Agus mengatakan pada akhirnya layanan bank digital akan mirip satu sama lain. Dengan kondisi demikian, bank digital mesti memikirkan strategi untuk membuat nasabah bertahan.

“Cara lama seperti membakar uang untuk memberikan promosi atau benefit tertentu kepada nasabah sudah tidak terlalu efektif, dan tidak terlalu baik bagi keberlanjutan bisnis," ujar Agus dalam keterangan tertulis pada Agustus lalu (16/8/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.