Free

Persentase Pertumbuhan Laba HRUM Tertinggi, ADRO Secara Nilai

Di antara para konglomerat batu bara, emiten milik Kiki Barki PT Harum Energy Tbk. (HRUM) memimpin pertumbuhan laba bersih kuartal III/2022.

Jaffry Prabu Prakoso

18 Nov 2022 - 10.51
A-
A+
Persentase Pertumbuhan Laba HRUM Tertinggi, ADRO Secara Nilai

JAKARTA – Emiten batu bara milik sejumlah taipan Indonesia telah melaporkan kinerja keuangannya pada kuartal III/2022.

Persentase pertumbuhan laba emiten konglomerat Kiki Barki, yakni PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menyalip emiten milik orang terkaya ketiga Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) hingga perusahaan taipan Boy Thohir, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO).

Berdasarkan laporan keuangan Januari—September 2022, HRUM membukukan laba bersih senilai US$237,43 juta per kuartal III/2022.


Kegiatan operasional di tambang batu bara yang dikelola oleh PT Harum Energy Tbk./harumenergy


Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, laba bersih HRUM melejit 532,54 persen. Laba bersih HRUM periode Januari—September 2021 tercatat US$37,53 juta.

Laba tersebut diraih HRUM dari peningkatan pendapatan mencapai 241,91 persen menjadi senilai US$702,79 juta dari tahun sebelumnya hanya US$205,54 juta.

Kemudian, emiten batu bara milik Grup Bakrie PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih mencapai 473,7 persen dari US$63,7 juta menjadi US$365,4 juta.

Laba bersih BUMI diraih dari pertumbuhan pendapatan hingga 109,3 persen secara tahunan menjadi US$1,39 miliar dari US$666,18 juta.

Baca juga: Daftar ‘Donor’ untuk Transisi Energi dan ‘Suntik Mati’ PLTU RI

Selanjutnya, emiten orang terkaya ketiga Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih naik 150,25 persen dibandingkan dengan akhir kuartal III/2021.

Akan tetapi jika dilihat secara nilai laba bersihnya, BYAN lebih tinggi dari HRUM yang mencapai US$1,62 miliar atau setara dengan Rp25,3 triliun.

Laba bersih tersebut diraih dari peningkatan pendapatan hingga 91,5 persen dari US$3,34 miliar atau setara dengan Rp52,14 triliun sampai kuartal III/2022, dibandingkan dengan tahun sebelumnya hanya US$1,74 miliar.

Baca juga: Emiten Batu Bara Terdesak Segera Diversifikasi

Selanjutnya, emiten batu bara Grup Sinarmas PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) juga turut mencetak pertumbuhan laba hingga 140,62 persen mencapai US$472,87 juta, dari tahun sebelumnya hanya US$196,52 juta.

Laba GEMS dihasilkan dari peningkatan pendapatan nyaris 100 persen atau tepatnya 96,19 persen pada kuartal III/2022 mencapai US$2,06 miliar dari tahun sebelumnya US$1,50 miliar.

Sedangkan emiten milik Garibaldi Thohir, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) tercatat mencetak pertumbuhan laba ratusan persen.

ADRO tercatat membukukan laba bersih naik 366 persen mencapai US$2,16 miliar atau setara dengan Rp33,8 triliun dari tahun sebelumnya sebesar US$465,2 juta.


Proyek PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), anak usaha PT Adaro Energy Tbk. (ADRO).


Pertumbuhan laba ADRO terkerek oleh pendapatan usaha yang naik 130 persen dari US$2,56 miliar menjadi US$5,9 miliar atau setara dengan Rp92,2 triliun sampai dengan akhir September 2022.

Jika dibandingkan semua emiten batu bara tersebut, persentase pertumbuhan laba HRUM merupakan yang tertinggi. Akan tetapi jika dilihat dari nilainya, ADRO paling unggul. (Mutiara Nabila)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.