Persiapan Matang Implementasi Euro 4 Kendaraan Diesel

Mundur setahun akibat pandemi Covid-19, penerapan standar emisi Euro 4 pada kendaraan diesel akan diterapkan mulai 2022. Butuh kesiapan tak hanya dari sisi teknologi kendaraan.

Fatkhul Maskur

12 Nov 2021 - 19.48
A-
A+
Persiapan Matang Implementasi Euro 4 Kendaraan Diesel

Common rail merupakan inovasi terbaru untuk mesin dengan bahan bakar solar. - Isuzu

Bisnis, JAKARTA – Mundur setahun akibat pandemi Covid-19, penerapan standar emisi Euro 4 pada kendaraan diesel akan diterapkan mulai 2022. Butuh kesiapan tak hanya dari sisi teknologi kendaraan.

Ketentuan implementasi standar emisi Euro 4 pada mesin kendaraan diesel itu tertuang didalam surat yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020 tertanggal 20 Mei 2020.  

Semua produsen otomotif yang merakit kendaraan niaga bermesin diesel akan memproduksi kendaraan berstandar emisi Euro4 mulai 7 April 2022. Anjuran untuk beralih ke Euro 4 itu tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017.  

Di arena GIIAS 2021, kalangan produsen otomotif memanfaatkan momentum pameran otomotif terbesar itu untuk menyatakan kesiapannya menghadapi implementasi standar emisi Euro4. 

Isuzu menyatakan telah mempersiapakan diri sejak sepuluh tahun lalu, adapun Hino menunjukkan teknologi mesin common rail terbaru J08E dengan standar emisi Euro 4.

"Isuzu sebagai produsen yang memproduksi kendaraan niaga bermesin diesel sudah mempersiapkan diri sejak 2011, saat mana memperkenalkan Isuzu GIGA kendaraan medium truk yang sudah mengimplementasi mesin common rail," ujar Tonton Eko, Product Development Division Head PT Astra Isuzu Motor Indonesia (IAMI), pada acara Takshow Isuzu Euro4 Ready di arena GIIAS 2021, Jumat (12/11/2021).

Common rail merupakan inovasi terbaru untuk mesin dengan bahan bakar solar. Sistem ini menerapkan skema pengontrol elektronik untuk menentukan berapa banyak jumlah solar yang diinjeksikan ke dalam ruang bakar sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna.

Pada 2018, Isuzu memperkenalkan produk Isuzu Elf NMR 81 yang sudah menggunakan mesin commonrail. Selanjutnya pada 2019 Isuzu Indonesia melakukan ekspor perdana Isuzu Traga ke Filipina yang sudah menggunakan mesin dengan standard E4. 

Sementara itu, Hino memanfaatkan momentum GIIAS 2021 untuk memajang teknologi mesin common rail terbaru J08E dengan standar emisi Euro 4, dan beberapa suku cadang dari mesin common rail

“Mesin terbaru J08E adalah bukti dari Hino memiliki pengalaman mendesain common rail sejak 1995, sekaligus merupakan brand komersial pertama dunia yang mengimplementasikan sistem common rail," ujar  Masato Uchida, Presiden Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI). 

Hino Indonesia mulai menjual produk common rail sejak 2011. "Kami memastikan, bahwa semua kustomer kita di Indonesia, akan aman dan puas, menggunakan common rail produk kami, di era Euro4 yang akan datang.”

Penerimaan konsumen memang menjadi salah satu tantangan bagi penggunaan teknologi baru, termasuk kendaraan bermesin common rail, di samping daya dukung bahan bakar yang lebih berkualitas. 

Isuzu memastikan merek ini tetap mempertahankan DNA Isuzu yang irit bahan bakar sehingga operational cost yang ditimbulkan karena bahan bakar mahal dapat ditekan. 

Apalagi Isuzu sudah melakukan performance test yang menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar unit Euro4 Isuzu lebih irit dibandingkan unit Euro2 Isuzu, namun dalam penggunaan aktual oleh kustomer itu hasilnya bisa berbeda karena dipengaruhi oleh cara berkendara, berat muatan, jenis jalan dan medan, dan sebagainya. 

Dengan pengalaman Isuzu 10 tahun dengan mesin common rail membuktikan kalau produk Isuzu diterima dengan baik oleh masyarakat dan mekanik Isuzu juga sudah lebih siap. Begitu juga dengan penyediaan suku cadang.  

Saat ini, Isuzu memiliki 145 unit Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), 2.403 partshop, dan juga 73 Bengkel Mitra Isuzu (BMI) yang tentunya akan siap memberikan pelayanan purna jual yang maksimal ketika Euro4 telah diimplementasikan nanti. 

“Kami mengerti kekhawatiran para pengusaha truk, driver, maupun mekanik, namun sebagai partner sejati, kami Isuzu siap mendampingi Anda untuk setiap langkah dalam perjalanan bisnis customer menuju sukses,” kata Tonton. 

Kesiapan BBM

Tantangan ketersedian bahan bakar berkualitas selama ini memang menjadi isu yang mengemuka. Akan tetapi, kali ini Pertamina memastikan siapannya.

Remigius Choerniadi Tomo, Manager Product and Service Development PT Pertamina Patra Niaga, mengatakan untuk menyambut kebijakan EURO IV dari Pertamina sendiri sebagai penyedia bahan bakar minyak tidak ada masalah karena sudah dipersiapkan secara matang. 

"Kami yakin Desember 2021 ini ketersediaan BBM-nya sudah ada dan mulai dipasarkan April 2022 ke seluruh SPBU Pertamina di kota-kota besar di Indonesia," ungkap Remigius di GIIAS 2021. 

Remigius menjelaskan, dari sekitar 5.000 an SPBU Pertamina, sekitar 2.000 an SPBU sudah siap menjual BBM jenis Pertamina Dex, dan seiring dengan berkembangnya waktu, populasinya akan terus menyebar ke seluruh SPBU Pertamina yang ada di Indonesia.

Setelah jadwal implemtasi diundur 1 tahun, wajar apabila semua pihak terkait telah semakin matang dalam persiapan. Menjadi tidak wajar, apabila jadwal implementasinya mundur lagi. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.