Free

Pertamina NRE Ingin Gandeng Brazil, Kembangkan Bioetanol

PT Pertamina New & Renewable Energy langsung bergerak cepat setelah ikut terlibat dalam Satuan Tugas Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan

Media Digital

7 Mei 2024 - 15.10
A-
A+
Pertamina NRE Ingin Gandeng Brazil, Kembangkan Bioetanol

Bisnis, JAKARTA – PT Pertamina New & Renewable Energy (NRE) langsung bergerak cepat setelah ikut terlibat dalam Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. 


Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan bahwa perseroan bakal membuka komunikasi dengan Brazil menjalin kerja sama untuk pengembangan bioetanol.


Brazil merupakan negara yang memproduksi bioetanol terbesar di dunia. Oleh karena itu, John Anis menilai Indonesia perlu belajar dari Negeri Samba untuk pengembangan bioetanol.


“Kita lihat dari bioetanol, produsen terbesar di Brazil Jadi kita harus belajar. Mereka itu dari tahun 1970an. Jadi kita belajar lah. Kita lagi mencoba menjalin kerja sama,” kata John Anis setelah agenda Bisnis Indonesia BUMN Forum di Raffles Hotel, Selasa (30/4/2024).


John menuturkan bahwa kerja sama dengan Brazil perlu dilakukan untuk pengembangan bioetanol yang memiliki beberapa tantangan. Salah satunya adalah ketersediaan bahan baku (feedstock). 


Kerja sama dengan Brazil harus dilakukan agar Indonesia bisa belajar dan menyediakan etanol dengan cepat untuk mendukung transisi energi.


John menyebut bahwa Pertamina NRE membuka peluang untuk bergabung dengan konsorsium guna mengembangkan lahan 2 juta hektare di Merauke untuk bioetanol.


Sampai saat ini, tambah John, konsorsium masih dalam tahap pembahasan dan belum ada kesepakatan dengan pihak lainnya. “Harus [gabung ke konsorsium]. Belum lah, masih dibicarakan,” ucapnya. 


Adapun, Indonesia dan Brasil memiliki kesempatan mengembangkan kerja sama bilateral di dalam sektor bioenergi. 


Direktur Departemen Biofuel Kementerian Pertambangan dan Energi Brazil, Marlon Arraes Jardim mengatakan bahwa kesempatan tersebut dapat menjadi peluang yang baik di wilayah selatan dengan south-south cooperation di dunia yang dapat memproduksi ethanol.


“Saya percaya bahwa kita dapat memberikan kepada masyarakat. Dekarbonisasi termurah untuk sektor transportasi,” jelas Arraes kepada Bisnis ketika ditemui dalam acara “Sustainable Mobility: Ethanol Talks 2023” di St. Regis Jakarta, Senin (9/10/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Media Digital

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.