Pertamina Patra Niaga Tangkap Peluang Transisi Energi

Sebagai perusahaan yang ditugaskan untuk menyalurkan sumber energi terutama bahan bakar minyak (BBM) hingga ke pelosok negeri, Pertamina Patra Niaga juga terus berinovasi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Ibeth Nurbaiti

19 Jul 2023 - 14.42
A-
A+
Pertamina Patra Niaga Tangkap Peluang Transisi Energi

Pertamina Patra Niaga telah mengembangkan infrastruktur hilir sebagai salah satu jawaban dan dukungan percepatan transisi energi sesuai dalam Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 lewat kehadiran Green Energy Station (GES). Bisnis-Dok. Pertamina Patra Niaga

Bisnis, JAKARTA — Masih besarnya penggunaan energi fosil di Indonesia menjadi salah satu tantangan terberat dalam upaya melakukan transisi ke energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Namun, transisi energi merupakan suatu keniscayaan dan tak terelakkan meskipun untuk membangun infrastruktur energi yang berkeadilan dan terjangkau memang tidaklah mudah. Terlebih, ada persoalan pembiayaan dalam hal investasi energi baru dan terbarukan (EBT) yang juga harus dihadapi.

Dalam upaya mempercepat penggunaan energi yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan, PT Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) pun turut andil melakukan berbagai program transisi energi.

Baca juga: Mati Suri Bisnis BBM Pertashop Digempur Pertamini

Sebagai perusahaan yang ditugaskan untuk menyalurkan sumber energi terutama bahan bakar minyak (BBM) hingga ke pelosok negeri, Pertamina Patra Niaga juga terus berinovasi menuju energi yang lebih ramah lingkungan. 

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan menyebutkan bahwa meskipun sebagai perusahaan energi yang saat ini bisnisnya masih fokus kepada energi fosil, Pertamina Patra Niaga melihat tren transisi energi ini sebagai peluang.

Baca juga: Revisi Aturan Perpajakan Hulu Migas Dikebut Demi Gait Investasi

Sejalan dengan itu, Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen untuk turut serta mempercepat perluasan penyediaan energi yang lebih baik. “Kebutuhan energi Indonesia saat ini sangat tinggi, dan dengan pertumbuhan yang ada, energi akan selalu dicari oleh masyarakat. Di masa transisi energi, Pertamina Patra Niaga fokus kepada penyediaan energi yang lebih baik, dari segi kualitas maupun ramah lingkungan, serta dari sisi pengembangan sumber energi terbarukan,” kata Riva dikutip Rabu (19/7/2023).


Saat ini, imbuhnya, Pertamina Patra Niaga telah mengembangkan infrastruktur hilir sebagai salah satu jawaban dan dukungan percepatan transisi energi sesuai dalam Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 lewat kehadiran Green Energy Station (GES).

Sebanyak 389 Green Energy Station yang sudah hadir di seluruh Indonesia menawarkan beberapa keunggulan yang mendukung era transisi energi. Keunggulan itu antara lain adalah adanya sumber listrik alternatif menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), digitalisasi di seluruh lini, penyediaan bahan bakar ramah lingkungan, dan terakhir adanya Charging Station serta Battery Swapping Station untuk kendaraan listrik.

Baca juga: Kilas Balik Larangan Ekspor Nikel Indonesia & Tekanan Uni Eropa

“Ini adalah komitmen yang kami mulai lewat memanfaatkan jaringan SPBU Pertamina menjadi lebih ramah lingkungan dan siap menyediakan alternatif energi yang lebih baik. Seluruh bahan bakar yang tersedia, yakni Pertamax Series dan Dex Series pasti tersedia di GES, lalu Charging Station dan Battery Swapping Station adalah bentuk penyediaan infrastruktur hilir bagi kendaraan listrik yang lokasinya mudah dan familiar bagi masyarakat,” tuturnya.

Saat ini, setidaknya Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan 6 unit Charging Station di Jakarta, serta 21 Battery Swapping Station di Jakarta dan Bali. Adapun, pada tahun ini Pertamina Patra Niaga terus mencari mitra strategis dalam memperluas kehadiran Charging Station dan Battery Swapping Station di GES milik Pertamina.

Baca juga: Menanti Jalan Tengah Divestasi INCO dan Posisi MIND ID di Vale

Selain itu, Riva mengatakan, upaya transisi energi juga Pertamina Patra Niaga lakukan lewat program-program pengembangan produk bahan bakar dengan bauran energi terbarukan. Seperti yang sudah berjalan saat ini adalah Biofuel dengan FAME atau dikenal sebagai B35 yang sudah disalurkan lewat 116 terminal BBM atau hampir 98 persen wilayah diseluruh Indonesia.

“Artinya Pertamina Patra Niaga selalu siap untuk bersaing, sekaligus mengikuti tren transisi energi. Selain pemanfaatan bahan baku terbarukan, B35 juga mendukung kemandirian energi lewat pengurangan Solar yang diimpor,” ujarnya.


Tidak hanya yang sudah berjalan, Pertamina Patra Niaga juga turut menyiapkan rencana pengimplementasian bauran energi lain lewat pengembangan produk bahan bakar gasoline atau bensin dengan campuran ethanol di Indonesia, serta pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar aviasi yang lebih ramah lingkungan.

“Pertamina Patra Niaga tidak akan berhenti berinovasi di era transisi energi. Dengan kesiapan infrastruktur kami di seluruh Indonesia, transisi energi kami lihat sebagai peluang untuk mengembangkan bisnis, tentu dengan tetap menjalankan berbagai penugasan penyediaan energi bagi masyarakat,” kata Riva.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.