Pertamina Siapkan Tenaga Kerja Green Skills bagi Transisi Energi

Tak bisa dimungkiri, kebutuhan SDM untuk pekerjaan bidang sustainability memang terus meningkat setiap tahunnya, bahkan mencapai 22,7 persen. Pada 2023 saja, terdapat kenaikan jumlah tenaga kerja bidang sustainability sebesar 12 persen.

Ibeth Nurbaiti

14 Nov 2023 - 10.36
A-
A+
Pertamina Siapkan Tenaga Kerja Green Skills bagi Transisi Energi

Direktur Utama Pertamina sekaligus Ketua Advisory Board Universitas Pertamina (UPER) Nicke Widyawati berfoto bersama para mahasiswa di Universitas Pertamina. Bisnis-Pertamina

Bisnis, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) melalui Universitas Pertamina tengah berupaya menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki green skills untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan bidang sustainability yang terus meningkat setiap tahunnya.

Direktur Utama Pertamina sekaligus Ketua Advisory Board Universitas Pertamina (UPER) Nicke Widyawati mengungkapkan bahwa transisi energi dan program dekarbonisasi untuk keberlanjutan bumi menghadapi tiga tantangan utama yaitu pendanaan, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM).

“Teknologi bisa bekerja sama dengan pihak lain. Bila ada sumber daya dan pasar, maka pendanaan bisa diperoleh. Namun SDM tidak tergantikan, harus SDM Indonesia yang kita kembangkan. Di sinilah Universitas Pertamina harus berperan,” ujar Nicke dalam keterangannya, dikutip Selasa (14/11/2023).

Baca juga: PLTS Terapung Cirata dan Tonggak Baru Akselerasi Energi Bersih

Tak bisa dimungkiri, kebutuhan SDM untuk pekerjaan bidang sustainability memang terus meningkat setiap tahunnya, bahkan mencapai 22,7 persen. Pada 2023 saja, terdapat kenaikan jumlah tenaga kerja bidang sustainability sebesar 12 persen.

Sayangnya, menurut laporan LinkedIn Global Skills 2023, hanya 13% angkatan kerja dunia yang memiliki green skills yang dicari, padahal kebutuhan global terhadap tenaga kerja green skills ini mencapai 40%.

Tutuka Ariadji, anggota Advisory Board Universitas Pertamina yang juga Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menyambut baik rencana pembangunan kampus vokasi Universitas Pertamina di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. 

Baca juga: Titik Terang Ketidakpastian JETP ‘Suntik Mati’ PLTU Batu Bara

“Pendirian multi-kampus di IKN akan mendayagunakan kekuatan jejaring Pertamina grup. Universitas Pertamina harus mengoptimalkan proses hilir migas menjadi keunggulan komparatif universitas,” ujar Tutuka dalam rapat perdana Advisory Board Universitas Pertamina, Rabu (25/10/2023).


Senada dengan itu, Guru Besar Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB) Djoko Santoso mengungkap bahwa pendidikan bidang energi akan tetap relevan ke depan, meski dunia menuju ke arah energi berkelanjutan. 

“Perkembangan ekonomi akan berdampak pada penggunaan energi yang lebih besar. Akibatnya emisi per kapita juga meningkat. Universitas Pertamina berperan untuk mendidik SDM yang mampu mendukung transisi energi dan dekarbonisasi sehingga kita bersama menuju net zero emission [NZE],” ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama, Nicke Widyawati beserta para Advisory Board juga berbincang dengan mahasiswa. Yuliana Meranti Bofra, mahasiswa peraih beasiswa Sobat Bumi masyarakat adat dari Papua, mengatakan kesempatan dirinya melanjutkan pendidikan di Universitas Pertamina menjadi jalan baginya untuk untuk membangun wilayahnya, Kabupaten Tambrauw, Papua, yang dikenal sebagai kabupaten konservasi.

Terlebih, selain menjamin kualitas pendidikan inklusif dan merata, Universitas Pertamina juga terus mengupayakan pendidikan berkualitas dengan mengembangkan kurikulum yang berbasis pada learning outcome dan sejumlah program yang dapat meningkatkan kapasitas lulusan untuk menjawab isu keberlanjutan.

Baca juga: Modal Besar RI Monetisasi Gas Alam Cair (LNG)

“Melalui penerapan kurikulum pembangunan berkelanjutan, mahasiswa turut dilibatkan dalam kolaborasi riset bersama industri dan pengabdian masyarakat. Mereka juga disiapkan untuk jadi lulusan yang kompetitif melalui program Lulusan Merah Putih, yaitu program penyiapan mahasiswa memanfaatkan kesempatan berkarir di Pertamina grup melalui pelatihan dan mentoring oleh pelaku industri,” kata Rektor Universitas Pertamina, Wawan Gunawan A. Kadir.

Adapun, Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menjelaskan bahwa kompetensi sustainability skills berperan dalam mendukung pencapaian visi NZE Pemerintah Indonesia 2050. 


“Sejalan dengan fokus di bidang sustainability ini, Pertamina melalui Universitas Pertamina mendorong penguasaan praktik keberlanjutan dari para mahasiswa, sehingga dapat berkontribusi dalam mencapai NZE,” ujarnya.

Saat ini kampus besutan perusahaan migas pelat merah itu tengah membuka peluang untuk berkuliah di Universitas Pertamina, baik melalui jalur masuk Jalur Tes Tertulis, Jalur Tes Nilai Rapor, maupun seleksi berdasarkan nilai seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.