Pertamina-Chevron Berkolaborasi Garap Pengelolaan Karbon

Sebagai wujud komitmen dalam penerapan teknologi CCS/CCUS, PT Pertamina (Persero) berkolaborasi dengan PT Chevron Pacific Indonesia untuk bekerja sama dalam bidang dekarbonisasi.

Ibeth Nurbaiti

14 Nov 2023 - 11.30
A-
A+
Pertamina-Chevron Berkolaborasi Garap Pengelolaan Karbon

Penandatanganan tiga Confidentiality Agreement CCS/CCUS antara anak usaha sektor hulu Pertamina yakni PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga, dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur dengan Chevron Energy International Pte. Ltd., terkait dengan kerja sama di bidang dekarbonisasi. Bisnis-Pertamina

Bisnis, JAKARTA—Masih sangat tingginya kebutuhan energi yang bersumber dari minyak dan gas bumi (migas) meskipun ada target nol emisi karbon (net zero emission/NZE) yang juga harus dikejar pada 2060, menjadikan pengelolaan karbon sebagai hal krusial yang harus dipenuhi.

Penggunaan teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon atau carbon capture storage/carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS) di industri hulu migas bahkan dapat dipastikan akan menjadi suatu keharusan ke depannya.

Pada saat yang bersamaan, pemerintah juga memiliki target besar yang harus dicapai dalam beberapa tahun ke depan, yakni produksi siap jual (lifting) minyak bumi 1 juta barel per hari (bph) dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (Bscfd) pada 2030 nanti.

Baca juga: Balap Pertamina dan PLN Menjadikan RI Poros Bursa Karbon Dunia

Sebagai wujud komitmen dalam penerapan teknologi CCS/CCUS, PT Pertamina (Persero) berkolaborasi dengan PT Chevron Pacific Indonesia untuk bekerja sama dalam bidang dekarbonisasi.

Kerja sama tersebut diwujudkan dengan melakukan Joint Study Agreement antar kedua perusahaan untuk mengkaji kelayakan CCS/CCUS di Kalimantan Timur, Indonesia. Pertamina dan Chevron bersepakat untuk saling berbagi informasi mengenai wilayah-wilayah dan potensi pengembangan CCS/CCUS. 

Secara terperinci, informasi tersebut meliputi data geologi, geofisika, peta-peta, model-model dan interpretasi, catatan-catatan, serta ringkasan dan informasi komersial yang terkait dengan pengelolaan karbon.


Kesepakatan itu diwujudkan melalui penandatanganan tiga Confidentiality Agreement CCS/CCUS antara anak usaha sektor hulu Pertamina yakni PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga, dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur dengan Chevron Energy International Pte. Ltd.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyebut bahwa perusahaan migas pelat merah itu berkomitmen penuh dalam mengembangkan bisnis rendah karbon melalui proyek CCS/CCUS. 

Langkah ini menjadi salah satu kunci untuk mempercepat dekabonisasi. Selain itu, penerapan teknologi CCS/CCUS juga menjadi salah satu upaya Pertamina beradaptasi menyambut transisi energi.

“Proyek CCS/CCUS sangat strategis karena potensi penyimpanan karbon Indonesia besar. Menjadikan Indonesia sangat potensial untuk menjadi pusat CCS atau pusat penangkap dan penyimpan karbon di Asia Tenggara,” kata Nicke dalam keterangannya, dikutip Selasa (14/11/2023).

Menurut Nicke, saat ini upaya pemanfaatan karbon juga relevan dengan pemanfaatan migas yang tetap dibutuhkan hingga tercapainya target NZE pada 2060. “Penggunaan energi fosil di Indonesia masih dominan. Artinya, kita masih menghasilkan emisi yang besar. Oleh karena itu, penting untuk serius pada teknologi CCS/CCUS,” ujarnya.

Baca juga: Investasi Jumbo Blok Masela, Inpex & Pertamina Ajukan Revisi PoD

Sebagai gambaran, perjanjian antara Pertamina dan Chevron merupakan tindak lanjut dari Joint Study Agreement (JSA) antara Pertamina dan Chevron Energy International Pte. Ltd yang telah berlangsung sejak 6 Maret 2023 lalu. Penjajakan dan kolaborasi kedua pihak bahkan sudah dimulai sejak 2022.

Penandatanganan kerja sama kali ini dilakukan oleh John Anis selaku Direktur PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga, dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur serta Jason Ashurst selaku Authorized Representative Chevron New Energies dan Mirza Mahendra selaku Direktur Teknik dan Lingkungan Migas pada Senin (13/11/2023) di Washington, D.C. 


Momen penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Nicke Widyawati, Jodi Mahardi selaku Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Wahyu Budiarto selaku Country Manager Chevron Indonesia.

Saat ini, Pertamina telah berkolaborasi dengan Chevron dalam pengembangan proyek CCS Hub di Kalimantan Timur yang mengintegrasikan area penghasil emisi di Klaster Industri Balikpapan dan Bontang.

Adapun, penggunaan teknologi CCS/CCUS menjadi salah satu solusi yang bisa diterapkan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dalam upaya memastikan ketersediaan energi nasional terutama selama masa transisi menuju NZE pada 2060 sekaligus mengakselerasi transisi energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.