Pertamina-Korea Kembangkan ‘Rig to’ CCS Kejar NZE

Abandonment and site menjadi tantangan tersendiri dengan banyaknya jumlah anjungan migas lepas pantai yang kini tidak lagi digunakan setelah produksi migas berakhir, setelah puluhan tahun digunakan.

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi

11 Jan 2024 - 17.27
A-
A+
Pertamina-Korea Kembangkan ‘Rig to’ CCS Kejar NZE

Ilustrasi platform offshore migas.

Bisnis, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) menjajaki kerja sama pengembangan rig to CCS dengan Korea National Oil Corporation (KNOC). 

Rig to CCS adalah inisiatif pengembangan teknologi untuk memanfaatkan anjungan lepas pantai atau offshore platform migas yang sudah tidak dimanfaatkan lagi menjadi fasilitas tangkap karbon (CCS). 

Kerja sama pengembangan rig to CCS dilakukan melalui penandatanganan joint study agreement oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan President & CEO Korea National Oil Corporation (KNOC), Dong Sub Kim di Seoul, Korea Selatan, Rabu (10/1/2024).

Baca juga: Memperbaharui Jargon Penghiliran Indonesia

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, kerja sama pengembangan rig to merupakan komitmen Pertamina mengurangi emisi dan mendukung target pemerintah mencapai net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

“Saya sangat mengapresiasi kerja sama ini. Selain untuk memperkaya kajian carbon capture & storage (CCS), kerja sama ini juga membantu menyelesaikan masalah Indonesia pada abandonment and site restoration (ASR) anjungan lepas pantai," kata Nicke seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (10/1/2024). 

 

 Penandatanganan Joint Study Agreement Kerja Sama Pengembangan Rig-to-CCS antara Pertamina dan Korea National Oil Corporation di Seoul, Korea Selatan, Rabu (10/1/2024)/Pertamina 

Menurut Nicke, ASR menjadi tantangan tersendiri dengan banyaknya jumlah anjungan migas lepas pantai yang kini tidak lagi digunakan setelah produksi migas berakhir, setelah puluhan tahun digunakan. 

“Biaya ASR atau decommissioning secara konvensional sangat mahal sehingga dibutuhkan solusi alternatif ASR terutama pemanfaatan ulang agar pelaksanaan ASR anjungan lepas pantai tersebut dapat dilaksanakan secara bertahap dan efisien,” kata Nicke. 

Baca juga: Pertamina Gandeng Korea National Oil Kembangkan Rig-to-CCS, Apa Itu?

Sementara itu, Senior Vice President Research and Technology Innovation Pertamina Oki Muraza menambahkan, selain Rig-to-CCS, kerja sama dengan KNOC dapat juga berkembang kepada pengembangan teknologi di bisnis rendah karbon lainnya. 

“Kerja sama bisa diperluas untuk pengembangan rig to wind farm, rig to fish farm [budidaya perikanan lepas pantai], dan juga rig to LNG terminal, untuk membawa gas bumi ke lokasi yang belum terjangkau fasilitas energi,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.