Pertaruhan Rishi Sunak Pertahankan Kursi Kepemimpinan

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak kehilangan dua kursi parlemen dalam pemilihan umum, sebuah sinyal buruk pemimpin pemerintahan dalam mempertahankan posisinya.

Nindya Aldila

22 Okt 2023 - 19.45
A-
A+
Pertaruhan Rishi Sunak Pertahankan Kursi Kepemimpinan

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak baru saja terpilih setelah pemimpin sebelumnya, Liz Truss mengundurkan diri. (Getty Images/Jeff J Mitchell)

Bisnis, JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak kehilangan dua kursi parlemen dalam pemilihan umum, sebuah sinyal buruk pemimpin pemerintahan dalam mempertahankan posisinya.

Dikutip The New York Times pada Jumat (20/10/2023), hasil tersebut menjadi bukti terbaru kebangkitan Partai Buruh setelah 13 tahun menjadi oposisi. 

Analis mengatakan skala keberhasilannya menunjukkan bahwa partai tersebut sedang menuju kemenangan yang menentukan ketika negara tersebut mengadakan pemungutan suara dalam waktu 15 bulan ke depan.

"[Kehilangan dua kursi] menunjukkan bahwa ada waktu untuk melakukan perubahan di kalangan pemilih Inggris dan ketika hal itu terjadi maka akan sangat sulit untuk menahan arus," kata Tim Bale, profesor politik di Queen Mary University of London. 

Walaupun kondisi-kondisi tersebut cenderung menempatkan partai yang berkuasa di bawah tekanan, namun kerugian yang terjadi di daerah-daerah pusat cukup besar untuk menunjukkan bahwa perubahan mendasar dalam lanskap pemilu mungkin sedang terjadi, kata para analis politik.

Tak berlangsung lama, pemerintah tengah mempertimbangkan pemangkasan pajak bagi 5 juta orang dari kalangan jetset dan memangkas bea materai. 

Upaya ini menjadi yang terbaru sebagai respons kekalahannya pada pekan lalu. The Daily Telegraph melaporkan bahwa survei telah dilakukan oleh Downing Street untuk memastikan pengurangan pajak mana yang dapat memberikan dorongan politik terbesar bagi Partai Konservatif sebelum pemilu, dengan anggaran musim semi 2024 dianggap sebagai yang paling awal dapat diumumkan.

Seorang senior Tory mengatakan kepada Times bahwa pengurangan bea materai akan menjadi “aspirasional” dan meningkatkan perekonomian selain menarik pemilih kelas menengah yang telah meninggalkan partai, seperti dikutip The Guardian. 

Saat ini Inggris dan Irlandia Utara menerapkan bea materai  sebesar 5 persen untuk properti utama dengan harga di kisaran 250.000-925.000 pound sterling atau US$303.000-US$1,12 miliar. Naik menjadi 10 persen untuk properti harga di atas US$1 miliar. 

Sementara itu, tekanan untuk mengumumkan pemangkasan pajak sebelum pemilu berikutnya meningkat setelah data menunjukkan pinjaman pemerintah lebih rendah dari perkiraan pada bulan lalu akibat penurunan besar bunga utang Departemen Keuangan dan kuatnya penerimaan pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.