Free

Pertemuan LG-IBC Bahas Nasib Investasi Baterai Rp122,79 Triliun

Salah satu poin pertemuan itu bakal berkaitan dengan kelanjutan rencana pergantian komposisi anggota konsorsium yang diinisiasi LG. Menurut Agus, rencana pergantian konsorsium itu terbilang rumit lantaran LG merupakan perusahaan terbuka.

Jaffry Prabu Prakoso

30 Mei 2023 - 18.54
A-
A+
Pertemuan LG-IBC Bahas Nasib Investasi Baterai Rp122,79 Triliun

LG Chem, suplier baterai EV untuk kendaraan listrik. /Korea Bizwire

Bisnis, JAKARTA — Konsorsium LG Energy Solution (LG) bakal kembali bertemu dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) dalam waktu dekat untuk melanjutkan perundingan ihwal rencana investasi penghiliran bijih nikel sampai baterai untuk mobil listrik di Indonesia.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pengembangan Industri Sektor ESDM Agus Tjahajana mengatakan pertemuan itu berkaitan dengan kelanjutan rencana investasi LG pada konsorsium yang tergabung ke dalam proyek penghiliran Titan dengan komitmen investasi US$8 miliar atau setara dengan Rp122,79 triliun.

“Mereka mau ketemu IBC lagi. Jadi bukan game is over. Kamu harus cek ke IBC lagi. Jadi apa tidak. Apakah proyek mau dieksekusi atau tidak,” kata Agus saat ditemui di Jakarta, Selasa (30/5/2023). 



Ilustrasi pengguna sedang mengisi baterai mobil listrik./ Dok. Freepik.



Agus menuturkan salah satu poin pertemuan itu bakal berkaitan dengan kelanjutan rencana pergantian komposisi anggota konsorsium yang diinisiasi LG. Menurut Agus, rencana pergantian konsorsium itu terbilang rumit lantaran LG merupakan perusahaan terbuka. 

“Perjalanan akan jauh lebih panjang dari pada dengan China, pemerintah tidak bisa apa-apa. Itu kan company. Mereka juga bertanggungjawab pada pemegang saham,” kata dia. 

Baca juga: Nilai Perdagangan RI-Arab Kecil meski Terjalin 1 Abad Lebih

Di sisi lain, Agus menilai wajar keputusan LG yang belakangan mengalihkan sebagian besar investasi mereka untuk meningkatkan kapasitas produksi di Amerika Serikat selepas kebijakan undang-undang (UU) Penurunan Inflasi atau Inflation Reduction Act (IRA) yang mulai berlaku awal tahun ini.

“Memang pasarnya di situ. Kalau dia sudah dapat sumber yang pasti, kenapa dia harus investasi di sini,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Korea Selatan (Korsel) meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mencari solusi atas paket insentif mineral kritis dan energi baru terbarukan (EBT) yang diatur dalam IRA Amerika Serikat yang telah mengubah peta investasi global saat ini.

Baca juga: Dampak Penurunan Ekspor Beras Vietnam Bagi Indonesia

Permintaan itu disampaikan berkaitan dengan komitmen konsorsium LG untuk tetap berinvestasi pada sisi penghiliran bijih nikel menjadi baterai setrum dalam usaha patungan bersama dengan IBC.

“Tadi pemerintah Korea Selatan juga minta perhatian khusus ke presiden [Jokowi] menyangkut dengan perjanjian kita dengan Amerika Serikat menyangkut IRA, rantai pasok,” kata Menteri Investasi Bahlil Lahadalia selepas menemani Jokowi bertemu dengan 16 delegasi perwakilan pemerintah dan pengusaha Korea Selatan di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/5/2023). (Nyoman Ary Wahyudi)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.