Perubahan Strategi Jika Divestasi Vale Tak Kunjung Kelar

Menteri ESDM Arifin Tasrif meminta transaksi sisa kewajiban divestasi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) diselesaikan dalam waktu dekat.

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi

15 Jan 2024 - 20.34
A-
A+
Perubahan Strategi Jika Divestasi Vale Tak Kunjung Kelar

Penanda kantor Vale di Jakarta.

Bisnis, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta transaksi sisa kewajiban divestasi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) diselesaikan dalam waktu dekat. 

Arifin menuturkan, pemerintah bakal mengambil opsi lain jika kewajiban divestasi pemegang saham asing INCO berlarut-larut. 

“Kita harapkan deal-nya segera dilaksanakan. Kalau tidak bisa dilaksanakan dalam relatif singkat kita akan berpikir lain,” kata Arifin saat konferensi pers di Jakarta, Senin (15/1/2024). 

Kendati demikian, Arifin enggan memerinci kemungkinan lain yang bakal diambil pemerintah jika transaksi alih saham asing ke holding BUMN tambang, PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) itu buntu. “Begitu saja sinyalnya,” kata dia. 

Baca juga: Jalan Tertatih Panas Bumi Jadi Tulang Punggung Energi Indonesia

Sebelumnya, dalam keterangan resmi INCO, transaksi pelepasan 14% saham ke MIND ID diharapkan selesai pada tahun 2024 dengan tergantung pada kondisi penutupan yang lazim. Setelah selesai, MIND ID akan menjadi pemegang saham terbesar Vale Indonesia dengan 34%. 

Sementara itu, Vale Canada Limited selaku anak usaha Vale Base Metals Limited akan menggenggam sekitar 33,9% saham, sedangkan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd sekitar 11,5%. 

 

 Proses penambangan Nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Bisnis/Paulus Tandi Bone 

Saat ini, Vale Canada Limited sebagai pengendali Vale Indonesia menggenggam 4,35 miliar saham atau setara 43,79%. Kemudian Sumitomo Metal Mining Co., Ltd memiliki 1,49 miliar saham atau setara 15,03%.

Kepemilikan saham MIND ID pun saat ini tercatat sebanyak 1,98 miliar saham atau setara 20%, sedangkan kepemilikan publik mencapai 2,02 miliar saham atau setara 20,38%.

Chief Executive Officer Vale Base Metals Limited dan Presiden Komisaris Vale Deshnee Naidoo mengatakan, perjanjian induk divestasi akhir tahun lalu menjadi langkah signifikan untuk memenuhi kewajiban divestasi di Indonesia. 

Baca juga: Jika Divestasi Vale Berlarut-larut, Menteri ESDM Ancam Ambil Opsi Lain

Transaksi ini juga turut serta membuka jalan untuk pembaruan izin pertambangan setelah 2025. Selain itu, hal ini juga membuka peluang kelanjutan investasi Vale di Indonesia. 

Saat ini, Vale Indonesia memiliki proyek senilai US$8,6 miliar atau setara Rp133,3 triliun (kurs jisdor Rp15.504) di Bahodopi, Sorowako, dan Pomalaa. Secara global pertumbuhan produksi nikel Vale Base Metals Limited berpotensi meningkat lebih dari 300 kt/tahun dari sekitar 175 kt/tahun saat ini. 

“Perjanjian ini memperkuat komitmen kami untuk memajukan industri nikel Indonesia secara berkelanjutan, berdasarkan sejarah operasi kami selama 55 tahun di negara ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (18/11/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.