Perusahaan EBT asal China Buka Outlet di Samanea Tangerang

Perusahaan energi terbarukan asal China Lesso Banhao melakukan ekspansi usaha ke Indonesia untuk mengembangkan pasar energi photovoltaic terbarukan. Lesso Banhao telah membangun Lesso New Energy Green Business Hall seluas 800 meter persegi di lantai satu Samanea Hybrid Trade Outlet di Tangerang.

Yanita Petriella

9 Des 2022 - 21.47
A-
A+
Perusahaan EBT asal China Buka Outlet di Samanea Tangerang

Samanea Hybrid Trade Outlet di Suvarna Sutera Boulevard, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Bisnis, JAKARTA – Perusahaan energi baru terbarukan (EBT) asal China Lesso Banhao melakukan ekspansi usaha ke Indonesia untuk mengembangkan pasar energi photovoltaic terbarukan. Photovoltaic merupakan teknologi pengubahan energi dari sinar matahari menjadi energi listrik secara langsung.

Manajer Penjualan Luar Negeri Lesso Banhao Yu Kundong mengatakan pihaknya telah membangun Lesso New Energy Green Business Hall dengan luas sekitar 800 meter persegi di lantai satu Samanea Hybrid Trade Outlet di Suvarna Sutera Boulevard, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Hal ini untuk menciptakan layanan satu atap bisnis energi hijau terbarukan, sehingga lebih banyak pelanggan pra-penjualan dan purnajual dapat mengalami penerapannya.

Adapun pemilihan lokasi Samanea Hybrid Trade Outlet sebagai service hall pertama di Asia Tenggara karena hampir 100 persen proyek ini menggunakan energi hijau yang terbarukan sebagai sumber energinya. 

“Seperti diketahui, atap Samanea Hybrid Trade Outlet sepenuhnya akan ditutupi dengan panel tenaga surya, dengan total luas pemasangan sekitar 26.000 meter persegi. Diperkirakan total pemakaian pembangkit listrik photovoltaic dalam setahun akan melebihi 6.650.000 kwh (kilo watt per hour),” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (9/12/2022). 

Menurutnya, sebagai negara berkembang yang pesat dan terbesar di Asean, Indonesia menyumbang 40 persen dari konsumsi energi di seluruh Asia Tenggara. Selain itu, diperkirakan antara tahun 2015 dan 2030 permintaan akan meningkat sebesar 80 persen, sedangkan permintaan listrik akan meningkat tiga kali lipat dalam waktu dekat. 

“Diantaranya, investasi tahunan saat ini dalam kapasitas energi terbarukan adalah sekitar Rp131,5 triliun, yang diharapkan tumbuh menjadi Rp226,6 triliun karena permintaan energi terus meningkat. Dapat dilihat bahwa energi terbarukan merupakan bidang investasi yang sangat menarik,” ucap Kundong. 

General Manager Bisnis Samanea Hybrid Trade Outlet Ivy Zhang menuturkan konsep pengembang Samanea Hybrid Trade Outlet mengintegrasikan elemen energi hijau, ramah lingkungan, dan energi terbarukan, dimana akan dibangun kompleks pertokoan, hotel berbintang internasional, apartemen, ruang pameran, dan pusat siaran langsung. 

“Saat ini kota kontainer di tahap I sudah beroperasi, menyusul Tahap II dengan luas sekitar 200.000 meter persegi. Ini akan menjadi mal O2O (Online ke Offline) paling mutakhir di Indonesia yang menyatukan ritel baru, energi baru, factory outlet, pengiriman langsung, pameran dagang, dan format lainnya. Saat ini, sejumlah perusahaan kendaraan energi terbarukan lokal terkemuka berniat masuk,” katanya. 



Baca Juga: Di Balik Semangat AS - Jepang Suntik Mati PLTU Batu Bara RI

Dengan kerjasama tersebut, kedua perusahaan kelas dunia China ini bertekad meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Mereka mendorong mitra Indonesia untuk mengintegrasikan faktor energi hijau ke dalam kehidupan mereka dan bersama-sama membangun peradaban ekologis dan sosial lebih baik.

“Gedung bisnis photovoltaic ramah lingkungan pertama di Indonesia akan lahir di Samanea Hybrid Trade Outlet. Ini adalah ruang pameran untuk perusahaan perlindungan lingkungan hijau dan tonggak sejarah bagi Indonesia untuk memasuki periode percepatan pembangkit listrik energi baru. Samanea Hybrid Trade Outlet sebagai kota komersial akan terus mencapai tujuan mal ekonomi baru yang menggabungkan online dan offline,” tutur Ivy.

Tentunyapengembangan energi hijau terbarukan photovoltaic oleh Lesso Banhao di Samanea Hybrid Trade Outlet sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia di bidang energi. Sebab pada tahun 2025, Indonesia menargetkan penggunaan energi terbarukan secara nasional sebesar 23 persen.  

Untuk diketahui, pemerintah telah mengeluarkan beleid Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Adapun dalam beleid tersebut meminta untuk menghentikan pemberian izin dan menonaktifkan semua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada tahun 2050. Selain itu, juga lebih memperbanyak investasi untuk membangun pembangkit listrik energi terbarukan.

Sementara itu, DPR RI sendiri mengusulkan pemerintah memberikan lebih banyak subsidi untuk proyek-proyek energi terbarukan, yang bertujuan sepenuhnya mengandalkan energi terbarukan untuk pasokan listrik pada tahun 2060 sambil memastikan pasokan listrik yang stabil di seluruh negeri. 

Di antara berbagai jenis energi terbarukan, pemerintah Indonesia fokus pada pengembangan energi surya, khususnya proyek photovoltaic atap. Pada awal 2017, pemerintah Indonesia meluncurkan inisiatif yang disebut kampanye satu juta atap Surya Nasional untuk mendorong bangunan menggunakan energi matahari. 

Dalam Permen ESDM No. 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap Oleh Konsumen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang merevisi peraturan photovoltaic dimana ditargetkan dapat untuk mencapai 6,5 GW (Giga Watt) photovoltaic atap atau PLTS atap pada tahun 2030.

Hal ini dikarenakan Indoensia memiliki potensi besar untuk pembangkit listrik tenaga surya atap, mencapai 32,5 GW secara keseluruhan per tahun. Diperkirakan kapasitas terpasang PLTS atap akan mencapai 3,6 GW pada tahun 2025. 

Adapun berdasarkan data PT PLN, jumlah pengguna PLTS atap meningkat lebih dari 7 kali lipat dari akhir 2012 hingga 2021, dengan kapasitas terpasang mencapai 211 MW. Diproyeksikan penggunaan PLTS atap dapat mencapai 1 GW tahun depan dan meningkat 3 GW hingga 5 GW setiap tahun mulai tahun 2025. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.