Perusahaan Terancam Gulung Tikar karena Larangan Ekspor Bauksit

Larangan ekspor bauksit bisa meningkatkan nilai tambah, tetapi perjalanan Indonesia untuk mendapatkan cuan dari hal tersebut dianggap masih panjang.

Jaffry Prabu Prakoso

31 Des 2022 - 21.05
A-
A+
Perusahaan Terancam Gulung Tikar karena Larangan Ekspor Bauksit

Penambangan bauksit./Bisnis.com

JAKARTA – Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli menegaskan bahwa perusahaan tambang bisa gulung tikar imbas dari larangan ekspor bauksit.

Menurutnya, hal itu akan terjadi jika pemerintah tidak fokus dalam menjalankan roadmap industri hilirisasi dan pembangunan industrinya sesegera mungkin.

“Pada akhirnya penambang harus menghentikan produksi atau mengurangi produksinya karena tidak dapat diserap di dalam negeri,” ungkap Rizal saat dihubungi Bisnis pada Jumat (30/12/2022).


Hal ini lantaran menurut Rizal, pengolahan bijih bauksit dalam negeri yang ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah ini, Indonesia masih mendapati sederet permasalahan, termasuk kendala yang timbul akibat pandemi Covid-19, finansial, dan juga perizinan. 

Itu sebabnya Rizal mengkhawatirkan bahwa fasilitas hilirisasi tersebut tidak akan rampung saat kebijakan larangan ekspor bauksit sudah harus berlaku pada Juni 2023 mendatang.

“Saat ini sudah selesai konstruksi empat refinery. Dua di antaranya sudah berjalan dengan kapasitas produksi input bijih bauksit sekitar 6 juta ton per tahun,” terang Rizal.

Baca juga: Dilema Larangan Ekspor Bauksit dan Ketidaksiapan Smelter

Menurut Rizal, Pemerintah juga perlu melakukan pemetaan terlebih dahulu terhadap industri ini. Berkaitan dengan permintaan dan pasokan, serta kesiapan industri hilir dalam hal penyerapan produk di dalam negeri. 

“Kalau kita hanya fokus pada produk Smelter Grade Alumina (SGA) dan Chemical Grade Alumina (CGA) nilai tambahnya tidak terlalu besar sebagaimana produk hilir lainnya. Walaupun kita akui ada peningkatan nilai tambah, dibandingkan jual bahan mentah saja,” katanya.

Baca juga: Baca juga: Tatkala Kilau Batu Bara Indonesia Kian Memukau Dunia

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa untuk menggenjot hilirisasi dalam negeri dan mengetok sah kebijakan larangan ekspor bauksit tanpa pengolahan pada Rabu (21/12/2022) lalu.

Menurut Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Arsjad Rasjid, industri hilirisasi memang sangat dibutuhkan di Indonesia, termasuk dalam sumber daya mineral dan energi energi terbarukan. Itu karena Indonesia kaya akan dalam hal ini dan termasuk negara yang diuntungkan.


“Kita harus melakukan hilirisasi supaya ada nilai tambah dan memacu pertumbuhan ekonomi. Hal ini perlu kita lakukan selain untuk menerjang potensi badai ekonomi juga untuk mewujudkan tujuan besar kita sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045 dan mencapai Net Zero Emission di 2060,” tegas Arsjad dalam keterangan yang diterima Bisnis pada Jumat (30/12/2022). (Widya Islamiati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.